
Amar dan juga keluarga Maryam bergerak cepat untuk persiapan pernikahan keduanya. Sesekali Asma menggerutu karena Amar malah memutuskan untuk menikah secepat itu sementara ia ingin pernikahan putri nya berkesan dan bukannya terburu buru seperti ini. Dan setiap kali Asma menggerutu, Bilal hanya menanggapi nya dengan tawa geli karena Asma masih tak mengerti bagaiamana rasanya saat pemuda jatuh cinta.
Dan Amar meyakinkan calon ibu mertua nya itu bahwa pernikahan Maryam akan sangat berkesan dan mewah. Sehingga mereka takkan pernah melupakan hari indah itu.
Sementara Faraz, sang arsitek tetap dengan sikap dingin nya pada sang klien yg beberapa hari lagi akan jadi adik ipar nya itu.
Amar dan Maryam juga selalu saling bertukar pendapat tentang konsep pernikahan mereka, dari ijah qobul dan resepsi.
Bilal memutuskan bahwa ijab qobul nya akan di laksanakan sehari sebelum resepsi, Amar dan Maryam pun setuju.
Dan Maryam ingin ijab qobul nya di laksanakan di rumah nya sendiri, dengan keluarga dekat nya saja yg menjadi saksi. Dan untuk resepsi, tentu Amar tak ingin yg sederhana.
Resepsi mereka akan di laksanakan di hotel mewah milik Amar dengan tamu undangan yg tentu tak sedikit meskipun keluarga Amar hanyalah nenek nya. Setidaknya hanya dia yg Amar anggap. Tapi rekan bisnis Amar sangat lah banyak.
Sebenarnya, Asma ingin keluarga ibu Amar juga datang tapi mengingat terakhir kali bagaimana kondisi Amar karena melihat ibunya, Asma pun mengurungkan niat nya. Lagi pula, itu masalah pribadi mereka, fikirnya. Selama itu tak merugikan putri nya, Asma tak berhak ikut campur.
Dan media, tentu sudah memberitakan berita luar biasa itu, apa lagi kini Bilal dan Asma sudah mau berbicara di depan media dan membenarkan bahwa putri nya akan menikah dengan Amar.
Tentu media masih ingin tahu lebih banyak, tapi hanya itu yg mereka sampaikan.
"Jadi kamu ingin konsepa nya kuning?" tanya Amar saat Maryam mengatakan ia ingin konsep resepsi nya dengan tema kuning, warna favorit Maryam.
"Iya, tapi kalau kamu mau konsep yg lain, engga apa apa. Kita bisa padukan nanti" ujar Maryam. Saat ini, Maryam, kedua orang tua nya, Granny dan juga Faraz sedang berada di rumah Maryam untuk membicarakan bagaiamana acaranya akan berlangsung dan siapa saja yg akan di undang.
"Setujui aja mau adikku" ucap Faraz yg masih ketus pada Amar.
"Ya engga boleh begitu, Faraz. Kan ini pernikahan mereka berdua, jadi harus saling berbagi pendapat. Engga boleh egois begitu" sambung sang ibu yg masih heran dengan sikap Faraz yg belum juga menyambut Amar itu.
"Aku terserah kamu saja, SAYANG" ucap Amar dengan senagaja menekan kata sayang pada Maryam sembari melirik Faraz.
"Jangan romantis romantisan sebelum menikah, nanti setan bisa mengambil kesempatan dan menggoda kalian"
"Setan engga akan menggoda kalau kita berada di tengah tengah kalian begini" balas Amar "Setan juga pasti mikir kali kalau mau beraksi" lanjut nya yg mengundang tawa mereka semua.
"Oh ya, besok kita akan fitting baju, dan dua hari lagi cincin nya sudah siap kata Alexander" ucap Amar pada Maryam dan Maryam pun mengangguk saja.
"Memang ada berapa gaun yg kalian buat?" tanya Asma.
"Lima, Tante" jawab Amar dengan santai nya.
"Banyak nya" pekik Asma "Kan cuma butuh dua, pas akad dan pas resepsi. Kalau sampai lima mah, itu mubadzir"
"Engga apa apa, Tante. Buat jaga jaga aja, siapa tahu kurang atau Maryam perlu ganti nanti nya"
"Gitu dong, kebutuhan adikku memang harus di perhatikan dengan sempurna. Tapi ada yg lebih dia butuhkan dari materi mu, yaitu kesetiaan mu"
"Kakak..." tegur Maryam karena seperti nya Faraz masih tak percaya Amar telah berubah.
"Iya, Dek?" balas Faraz dengan santai nya.
"Jangan begitu" ucap Maryam sambil mengerucutkan bibir nya dan itu sangat menggemaskan di mata Amar.
"Ya udah, Om, ,Tante. Sekarang aku harus kembali ke kantor. Maryam, besok aku jemput ya, mungkin jam 4 sore"
"Iya" jawab Maryam.
__ADS_1
Kemudian Amar dan nenek nya pun berpamitan pergi.
"Faraz, kenapa ketus begitu sih sama Amar?" tanya ummi nya sambil menjewer telinga Faraz membuat Faraz meringis.
"Biar engga macam macam sama Maryam" jawab Faraz yg membuat Abi nya geleng geleng kepala.
"Amar mencintai Maryam, jadi Abi yakin dia engga mungkin menyakiti Maryam" jawab sang ayah.
"Siapa bilang engga mungkin?" tanya sang ibu sambil melirik Bilal dan Bilal sudah tau arti tatapan itu "Setiap laki laki akan mengatakan betapa ia sangat mencintai pasangan nya, tapi tetap saja menyakiti pasangan nya" dengus Asma yg membuat Bilal tersenyum geli dan ia langsung merengkuh istri nya itu tak peduli kedua anak nya yg memperhatikan mereka sambil geleng geleng kepala.
"Nama nya juga cinta, Sayang. Cinta akan selalu bersanding dengan luka" ujar nya sembari menyegeratkan rengkuhannya karena Asma yg coba memberontak.
"Wanita terluka karena laki laki aja yg egois, engga peka" hardik nya kesal tapi Bilal terkekeh geli.
"Maryam, balik ke kamar mu gih" perintah Faraz "Ada yg lagi pacaran, jangan ganggu" lanjut nya yg membuat Maryam cekikikan dan ia segera naik ke kamar nya, sementara Asma tersipu malu.
Jiwa muda nya kembali lagi hingga ia lupa anak anak nya yg sudah dewasa masih ada di sana. Melihat istri nya tersipu, membuat Bilal tak bisa menahan diri untuk tak mengecup pipi istri nya itu dengan sangat gemas berkali kali tak peduli Asma yg coba menghindar.
Sering melihat hal itu, membuat Faraz bertanya tanya, yg masih muda dirinya atau ayahnya sih?
.
.
.
PLAKKK....
Dilara memegang pipi nya yg terasa panas akibat tamparan sang ayah. Untuk pertama kali nya selama 26 tahun hidup nya ia di tampar oleh sang ayah yg selama ini selalu memanjakan nya.
"Tuntut saja dia, Pa. Biar dia ganti rugi karena sudah melanggar kontrak kerja" balas Dilara yg tak mau di salahkan.
"Bodoh kamu! Amar bisa dengan mudah menghancurkan kita, Dilara" geram sang ayah "Selama ini Papa dukung kamu mendekatinya berharap kalian bisa menikah supaya perusahaan kita aman, tapi kamu malah menghancurkan kita. Papa menyuruh mu mendekati nya dan membuat nya jatuh cinta pada mu, Papa bahkan menyerahkan perusahaan pada mu berharap kamu bisa selalu dekat dengan nya, tapi jika dia sudah punya calon istri seharusnya kamu berhenti dan biarkan hubungan kerja saja yg ada di antara kalian, bukan malah menggoda nya seperti pelacur murahan"
"PAPA..." bentak Dilara karena ayahnya sendiri merendahkan nya.
Namun sang ayah segera pergi meninggalkan putri nya yg terjatuh lemas.
Dilara mengepalkan tangan nya kuat kuat dengan tatapan penuh amarah.
"Semua ini gara gara gadis kecil itu, awas saja nanti. Akan ku hancurkan kamu"
.
.
.
Sementara itu, Lily sangat terkejut, ia baru tahu bahwa Maryam adalah calon istri Amar Degazi. Dunia begitu sempit, fikri Lily.
"Ly..."Lily langsung menyembunyikan ponsel nya yg menampilkan berita pernikahan Amar dan Maryam ke bawah bantal saat mendengar suara kakak nya, di susul dengan pintu yg terbuka dan Erick muncul dengan es krim di tangan nya.
"Gimana sekolah mu?" tanya Erick sembari menyerahkan es krim itu pada adik nya.
"Baik, Kak" jawab Lily.
__ADS_1
"Dan pekerjaan mu? Kalau kamu capek, jangan di paksa ya, kita bertiga kan sudah bekerja dan masih bisa menghidupi kamu"
"Engga apa apa kok, Kak. Lagian kan lumayan buat uang jajan Lily"
"Oh ya, kapan kamu mau ngenalin Kakak sama Kak Angel mu itu?"
"Oh itu... Eh... Em..." Lily mencari jawaban yg pas, karena tak mungkin memberi tahu Erick bahwa Kak Angel itu adalah calon istri Amar Degazi, pria yg sangat Erick benci.
"Eh em apa? Kenapa?" tanya Erick penasaran karena melihat adik nya itu tampak gugup "Biasanya kamu antusias banget mau ngenalin kakak sama Kak Angel mu itu, Mama sama Papa juga penasaran" ujar Erick karena memang Lily sering sekali bahkan hampir setiap hari membicarakan Maryam karena sangat baik, sholehah, cantik lagi katanya. Bahkan Lily pernah mengatakan ia ingin Erick menjadikan Kak Angel nya sebagai pasangan hidup.
"Engga apa apa, Kak"
"Katanya mau di jodohin sama kakak? Kakak jatuh cinta lho sama dia" ujar Erick santai.
"Hah, emang Kakak pernah ketemu?"
"Ya belum, tapi kalau kamu hampir tiap hari membicarakan betapa baik nya dia, sholehah, cantik lagi, ya kakak jadi cinta" ucap Erick sembari terkekeh.
"Ish, Kakak neh" gumam Lily kemudian menjilati es krim nya.
"Jadi kapan mau ngenalin Kakak sama dia? Atau setidak nya tunjukin foto nya, emang secantik dan sebaik apa sih dia?"
"Eh... Itu...Maksud Lily, nanti ya. Nanti. Hehe, tanyain dulu, mau engga Kak Angel kenalan sama Kakak"
"Oke deh, secepat nya ya" seru Erick dan Lily hanya mengangguk pelan.
Erick pun segera keluar dari kamar nya.
Beberapa bulan yg lalu, dalam waktu yg sangat singkat keluarga nya kehilangan perusahaan nya yg selama ini telah bekerja sama dengan Degazi Corp..
Namun Amar menemukan fakta dari pihak perusahaan ayahnya telah melanggar aturan kontrak kerja dan juga menggelapkan uang milik Amar. Dan Erick tahu itu bukan ayahnya, melainkan asisten ayahnya dan dan juga bagian HRD di kantor nya namun imbasnya malah ke semua orang. Karena Amar sangat benci kecurangan, maka ia menuntut perusahaan ayah Erick dan dengan sangat mudah bagi Amar untuk menghancurkan mereka dan mengambil alih perusahaan milik ayah Erick.
Erick masih kuliah, usia nya baru 22 tahun, dan ia masih belum tahu bagaiamana caranya mendapatkan perusahaan nya kembali. Namun yg ia inginkan saat ini adalah menghancurkan Amar, membalas penderitaan keluarga nya. Bahkan adik kecil nya yg selama ini sangat di manja, kini harus bekerja.
"Sekali aku punya kesempatan menghancurkan mu, aku engga akan melewatkan hal itu"
.
.
.
Hubungan Maria dan Maryam semakin dekat, mereka selalu bersama di kampus, bahkan tak jarang Maryam mengantarkan Maria pulang.
Dan Maryam masih sering memberikan sedikit demi sedikit masukan pada Maria. Ia juga menceritakan arti nama nya, dan kenapa ayahnya memberi nama itu pada nya.
Karena ayahnya ingin Maryam menjadi wanita tangguh seperti Sayyidah Maryam. Ingin Maryam mencontoh kebaikan dan kesholehan ibunda Nabi Isa itu. Dan ayah nya ingin Maryam bisa membawa cinta dan kebahagiaan pada siapa saja yg ada bersama nya.
Mendengar cerita itu, Maria seolah mengerti, karakter Maryam bukan hanya hasil dari didikan keluarga nya, tapi juga hasil dari doa dan harapan sang ayah.
Lalu Maria?
Kenapa ia di beri nama Maria? Apa yg kedua orang tua nya harapakan dan doakan untuk hidup nya?
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...