Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum

Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum
Parrt 43


__ADS_3

Maryam yg terus memberontak membuat Erick kewalahan bahkan gadis itu menampar nya dengan cukup kuat membuat pipi Erick terasa panas, ia heran dari mana Maryam mendapatkan kekuatan itu padahal seharusnya ia sudah tak berdaya karena obat yg di suntikan nya.


Dan Erick berhenti di sebuah hotel yg sudah Dilara booking untuk nya. Erick tidak ingin terlihat mencurigakan maka ia merangkul Maryam yg masih terus mencoba memberontak di sisa sisa kesadarannya.


Maryam merasa sangat risih karena pria asing merangkul tubuh nya bahkan ia mulai menangis dan terus memohon agar di lepaskan. Tapi iblis dalam jiwa Erick seolah sudah menguasai akal sehat Erick.


Erick membawa Maryam ke sebuah Kamar dan ternyata Dilara sudah menunggu Disana dan ia tersenyum puas melihat Maryam yg sudah ada dalam pelukan Erick.


"Ternyata sangat mudah menculik nya, bukan?" ucap Dilara dengan seringai iblis nya.


"Sekarang keluar biar aku lakukan tugas ku" pinta Erick dan menjatuhkan Maryam ke ranjang dengan kasar.


"Aku ingin menyaksikan nya" seru Dilara dengan enteng nya membuat Ercik melotot.


"Sangat menjijikan. Keluar, Dilara!" tegas nya namun Dilara malah duduk dengan santai nya di sebuah sofa yg ada di pojok kamar dekat jendela.


"Aku ingin melihat bagaiama gadis kecil itu menangis saat kamu merenggut kesucian nya"


"Kamu bisa melihat nya di rekaman ku nanti"


"Apa kamu pria pemalu?" ejek Dilara karena Erick bersikeras agar Dilara keluar, namun Erick malah berseringai licik dan menggeleng.


"Aku hanya ingin menikmati setiap detik ku bersama nya, dia sangat cantik dan pasti akan sangat menyenangkan bercinta dengan nya. Jika kamu disini, mungkin aku akan terganggu"


Benar, Dilara ingin semuanya tampak seperti perselingkuhan dan jika Ercik menikmati nya, maka itu semakin bagus.

__ADS_1


"Okey, aku akan kembali sejam lagi" seru Dilara. Erick enggan menjawab dan hanya membukakan pintu.


Setelah Dilara keluar, Erick kembali menutup pintu kemudian ia menyalakan rekaman video di ponselnya dan meletakkan nya di atas nakas. Dan saat berbalik, tiba tiba Maryam sudah ada belakang nya dan memukul nya dengan sebuah vas bungan membuat Erick meringis sakit dan ia bersyukur karena kepala nya tak terluka karena vas itu ternyata karet.


"Lepaskan aku... Siapa kamu? " teriak Maryam sambil menangis dan ia berusaha mencapai pintu namun Erick menarik kepala nya hingga membuat hijab nya terlepas dan ia menampar Maryam dengan sangat keras membuat Maryam mengerang apa lagi ia terjatuh dan kepala nya nya membentur ujung meja.


Di sisa kesadarannya, Maryam menangis dan memohon agar di lepaskan.


"Tidak akan! Aku akan menyiksa mu lebih dulu baru setelah itu menikmati tubuh mu. Aku tidak yakin apakah Degazi tidak pernah menyentuh mu, aku yakin kalian pasti melakukan nya kan?" ucap Erick panjang lebar.


Maryam yg masih terjerembab di lantai beringsut mundur setiap kali Erick mendekat.


"Ku mohon jangan lakukan ini, ku mohon..." isak nya dengan suara bergetar, ia sungguh ketakutan, pandangan nya mulai buram karena air mata dan efek narkoba itu, kepala nya terasa pusing dan berat.


Erick semakin mendekati Maryam hingga Maryam terjebak pada dinding dan ia tak bisa lagi beringsut mundur lagi.


"Dilara ingin kita bercinta layaknya sepasang kekasih, tapi aku tidak akan melakukan itu. Perselingkuhan adalah hal biasa dan itu tidak akan menghancurkan Amar. Tapi jika aku melakukan sesuatu yg lebih kasar seperti ini..."


"Aghh..." sekali lagi Maryam mengerang karena lagi lagi Erick menamparnya dengan sangat keras bahkan membuat sudut bibirnya berdarah dan pipi nya terasa sangat sakit dan perih.


"Itu baru akan menghancurkan Amar Degazi. Dia akan merasa gagal menjadi pria karena tak bisa melindungi wanita nya"


"Ku mohon lepaskan... Ku mohon... Hiks Abi..." gumam Maryam semakin merapatkan tubuhnya ke dinding.


Benar, Erick tahu Dilara hanya memanfaatkan nya, Dilara bisa saja menjebak Erick sebagai selingkuhan Maryam dan Amar pasti akan membunuhnya. Dilara sendiri yg mengatakan dia hanya ingin menghancurkan Maryam, sementara Erick ingin menghancurkan Amar.

__ADS_1


Perselingkuhan bisa saja terjadi dalam setiap pasangan, dan seorang yg dingin seperti Amar tidak akan di pusingkan dengan satu wanita yg mengkhianatinya karena masih banyak wanita di luar sana yg bisa mengisi hati nya. Tapi jika kekasih hatinya di siksa dan di lecehkan seperti itu, maka barulah Amar akan merasa tak berdaya. Itulah yg Ercik fikirkan karena ia haus dengan dendam nya. Dan pemikiran itu membuat iblis benar benar menguasai akal sehat nya.


Erick kembali menarik rambut Maryam dengan sagat kasar hingga rambut yg awalnya terikat kini tergerai dan Erick melempar Maryam hingga terjeduk ke dinding dan sekali kali Maryam hanya bisa mengerang kesakitan dan ia memegang dahinya yg terasa sangat sakit.


"Ku mohon... Apa salah ku. Lepaskan aku" pinta Maryam dengan berderai air mata namun Erick seolah tuli, ia mendekati Maryam dan merobek dress yg ia pakai membuat Maryam berteriak histeris dan tangis nya semakin kencang. Ia terus memohon agar di lepaskan dan berusaha melawan tapi setiap kali Maryam melawan, Erick akan menjambak rambut nya, menamparnya dan bahkan mendorong tubuh nya hingga terbentur keras ke dinding, membuat Maryam merasakan tubunya seolah akan remuk.


Erick mendorong Maryam ke tengah ranjang dan Maryam segera mendorong Erick yg hendak menindih nya.


"Sial, kamu ini manusia apa bukan sih? Di bawah pengaruh obat tapi masih sadar dan kuat melawan, eh?" desis Erick dan sekali lagi menampar Maryam dengan lebih keras lagi dan itu berhasil membuat kepala Maryam langsung pening, dan hal itu membuat ia semakin tak berdaya.


"Ku mohon, jangan lakukan. Ku mohon... Jika kau... tidak punya saudara perempuan...hiks hiks.. setidak nya fikirkan ibu mu, hikss hiks..." gumam Maryam berusaha sekuat tenaga tetap pada kesadarannya "Jika kau melecehkan ku, bagaiama jika itu terjadi pada saudari mu atau ibu mu... Ku mohon... Ku mohon..." Maryam terus memohon sambil berusaha menarik baju nya yg sudah tak berbentuk.


"Itu tidak akan terjadi pada mereka, karena ada aku, dan aku akan melindungi keluarga ku"


"Dan pelindung ku adalah Allah" jawab Maryam tegas walaupun dengan suara yg masih bergetar "Kau ingin menghukum ku karena Amar?" bisiknya, Erick menatap tajam Maryam yg kini sudah ia tindih "Allah akan menghukum mu lebih berat dari ini"


Bukan nya takut, Erick malah semakin berseringai dan ia menarik dress Maryam membuat Maryam kembali berteriak ketakutan namun ia tetap berusaha menatap Erick dengan berani, dengan suara yg bergetar dan air mata yg terus mengalir, Maryam kembali berusara.


"Aku putri dari ayah dan ibuku, jika hal buruk terjadi pada ku, kau akan di hukum oleh Allah karena sudah membuat orang tua yg selalu menjaga putri nya marah dan sedih. Aku punya seorang kakak, dia akan membunuhmu jika kau menyentuh adik nya" tutur Maryam dengan suara yg masih bergetar namun ia mencoba melindungi dirinya, kekuatana fisiknya sudah tak berfungsi dan hanya cara terkhir ini yg bisa dia lakukan untuk menjaga diri nya dan ia hanya bisa berdoa dalam hati dan menyerahkan semua nya pada Allah.


"Kau lahir dari seorang wanita, melecehkan ku, sama saja kau melecehkan ibu mu, bersyukurlah jika kau tidak punya saudara perempuan. Atau karma mu itu akan menghancurkan saudari mu"


"DIAM..." bentak Erick karena hampir saja ia terpengaruh oleh Maryam. Erick bahkan kini mencekik Maryam dengan sangat kuat hingga membuat wajah Maryam merah padam dan air mata terus mengalir deras memabasahi pipi nya yg sudah lebam dimana mana.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2