Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum

Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum
Part 130


__ADS_3

Maryam sengaja memilih Baby sittir yg sudah di atas 35 tahun. Selain lebih berpengalaman, itu juga menghindarkan Maryam dari fikiran buruk jika misalnya sang baby sitter akan menggoda suaminya.


Maryam tak bisa munafik bahwa ia takut menempatkan seorang wanita muda di rumah nya dan Maryam juga memberi tahu kan alasan itu pada Amar. Bukannya tersinggung, Amar malah tertawa geli dan meyakinkan Maryam bahwa semenjak bersama Maryam, seluruh tubuh dan hatinya hanya menginginkan Maryam seorang.


Malam ini kedua nya sedang menghabiskan waktu bersama setelah menidurkan Baby Ezra. Maryam akan mengurus sendiri putra nya saat malam hari, sementara Baby sitter nya hanya akan mengurus Ezra saat Maryam harus pergi kuliah.


"I love you" bisik Amar di telinga istri nya yg saat ini bersandar pada Amar sambil Amar memijat pundak nya. Maryam menoleh dan berkata.


"I love you" kemudian ia mengecup bibir suami nya dan Amar menyambut nya dengan senang hati. Ciuman yg awal nya ringan kini lebih dalam.


"Kamu seperti kokain, buat aku kecanduan" lirih Amar di sela ciuman mereka. Maryam tersenyum senang dengan pujian yg selalu di berikan suami nya. Bahkan ketika Maryam merasa tak percaya diri dengan tubuh nya yg sudah seperti karung beras akibat kehamilan nya, Amar tetap memuji betapa seksi nya sang istri dan Amar mengatakan ia tak pernah melihat seseorang yg lbih seksi dari Maryam nya. Dan ketika Maryam takut tak bisa memenuhi kebutuhan ranjang suami nya selama kehamilan, Amar lagi lagi memuji istri nya yg kata terasa sangat lezat dan benar benar membuat nya gila selama kehamilan itu.


"Gombal ya" bisik Maryam setelah melepaskan ciuman nya. Amar terkekeh dan menarik tubuh Maryam hingga tubuh keduanya saling bersentuhan.


"Bukan gombal, Sayang. Tapi emang benar, kamu itu terasa manis, lezat, gurih"


"Engga sekalian kriuk kriuk" ucap Maryam yg langsung membuat Amar tertawa lepas namun dengan cepat Maryam membekap mulut suami nya dengan tangan mungil nya "Shhhttt, nanti baby Ezra bangun" bisik Maryam.


Amar melepaskan tangan Maryam dari mulut nya dan Amar langsung mengecup satu persatu buku jari Maryam dengan sangat lembut dan mesra. Hal kecil yg membuat Maryam merasa di puja dan di cintai.


"Sekarang ayo kita buktikan, apakah kamu juga kriuk kriuk atau engga" lirih Amar dengan suara yg sudah berubah, tanda ia sudah memikirkan sesuatu yg indah dan gila untuk malam ini. Maryam tersipu saat mengerti apa yg di inginkan suami nya. Walaupun sudah berkali kali mereka memadu kasih, namun Maryam masih sering malu malu.


"Kalau Baby Ezra bangun?" tanya Maryam sambil menikmati sentuhan suami nya yg sudah menjalar ke mana mana.


"Engga akan asal kita jangan terlalu gaduh" jawab Amar dengan suara yg semakin serak. Maryam tertawa.


"Gaduh? emang nya kita mau berantem sampek jadi gaduh"


"Berperang, Sayang. Peperangan yg indah" jawab Amar dan Maryam pun sudah tak bisa lagi meladeni ocehan suami nya. Karena kini ia hanya fokus pada sentuhan cinta dan kasih dari suami nya.

__ADS_1


.


.


.


"Sayang..."


"Hemmm?"


Amar membelai kepala istri nya dan sesekali memainkan rambut sang istri yg saat ini ada dalam dekapan nya setelah mereka berperang dengan begitu syahdu.


"Sebenarnya aku pengen punya anak banyak, tapi... "Maryam langsung mendongak dan menatap suami nya itu dengan sendu.


"Tapi apa?" tanya Maryam dengan suara parau nya.


"Itu sudah kodratnya wanita, mengandung, melahirkan dan menyusui. Aku juga pengen punya anak lagi, tapi nanti setelah Ezra bisa jalan" tutur Maryam dan jawaban Maryam membuat Amar sangat senang. Lantas ia langsung menghadiahi ciuman bertubi tubi di wajah sang istri.


"Kalau gitu kita harus ke Dokter dan konsultasi untuk mencegah kehamilan sampai Ezra bisa jalan"


"Hem, besok lusa aja ya. Besok aku ada kelas"


"Tapi, Sayang..." tiba tiba Amar bersuara seolah panik dan membuat Maryam jadi penasaran.


"Tapi apa?" tanya Maryam.


"Kalau yg tadi jadi Baby, gimana?" Maryam langsung tertawa mendengar pertanyaan lucu suami nya.


"Ya mungkin itu rezeki kita" jawab Maryam dengan santai nya "Memang nya kamu pengen punya anak berapa?" tanya Maryam lagi sambil mengusap lembut pipi suami nya.

__ADS_1


"Lima... Eh.. Enam"


"Banyak juga ya" gumam Maryam sambil terkekeh.


"Tapi terserah kamu mau kita punya anak berapa. Kan kamu yg hamil dan melahirkan, jadi keputusan akhir nya tetap ada di tangan kamu" ujar Amar kemudian mencium gemas ujung hidung istri nya.


"Aku sih menyerahkan semua nya sama Allah, mau di kasih berapa pun aku syukuri. Tapi setelah melahirkan aku mau KB dulu sampai anak kita bisa jalan atau berusia dua tahun. Ya supaya ke urus anak kita" tutur Maryam dan Amar mengangguk setuju.


"Sayang, tau engga..." tanya Amar sambil mengulum senyum.


"Engga tahu" jawab Maryam setengah menggoda suami nya dan itu membuat Amar terkekeh.


"Maka nya sini aku kasih tau.." ujar Amar "Awal nya aku fikir kamu cuma mau anak satu atau dua, karena kamu ingin berkarir. Aku juga engga nyangka kamu tetap mau mengurus Ezra padahal sudah ada Baby sitter" ujar Amar sambil memandangi wajah istri nya yg selalu membuat hati nya menghangat.


"Sayang, baby sitter itu cuma membantu untuk meringankan pekerjaan ku mengurus Ezra, bukan bertanggung jawab penuh, karena Ezra itu butuh ibu nya dan pasti rasa nya beda di rawat ibu sendiri atau baby sitter" jawab Maryam yg di benarkah Amar. Karena Amar dan Amora juga dulu lebih sering di rawat pengasuh nya "Dan soal anak. Anak itu rezeki, berkah, dan itu engga akan jadi penghalang karir aku justru malah akan jadi penyemangat aku"lanjut nya yg membuat Amar tesenym bangga pada isi nya.


"You're the best of the best" ujar Amar bangga.


"I'm not. Dan Jangan terlalu sering memuji, aku takut malah jadi besar kepala dan sombong. Karena jujur saja, pujian itu cobaan yg lebih besar dari penghinaan lho bagiku, karena bisa membuat aku merasa benar dan sombong tanpa aku sadari" tutur Maryam sambil terkekeh, karena memang benar Amar sering memuji nya dan Maryam takut pujian itu akan membuat dia merasa di atas angin dan terjerumus pada kesombongan dengan cara yg tampak benar.


"Okey, aku akan berhenti mengucapkan kata pujian. Tapi..." Amar kembali melancarkan aksi nya menggoda istri nya dengan sentuhan sentuhan nya, seolah Maryam memang kokaij yg selalu membuat Amar ingin lagi dan lagi "aku engga akan berhenti mengucapkan kata hati ku. I Love you, I love you and I will always love you forever and ever"


"I love you more" jawab Maryam dengan suara yg rendah.


"I love you more and more"


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2