
Semua sangat terkejut namun juga senang karena hasil visum membuktikan bahwa Erick memang tidak memperkosa Maryam. Namun Gaby menegaskan, sekalipun Erick tidak memperkosa Maryam tapi apa yg sudah Erick lakukan sudah termasuk dalam pelecehan. Erick dan Dilara akan di tuntut dengan pasal yg berlapis, penculikan, pencemaran nama baik, dan juga kekerasan fisik dan pelecehan.
Mereka sudah mengantongi semua bukti itu, dan kesaksian Erick akan membuat Dilara di hukum berat karena Dilara lah yg merencakan semua itu.
Sidang pun di mulai dengan di hadiri beberapa orang dan yg pasti dari pihak Dilara selaku terdakwa dan juga dari pihak Maryam selaku korban. Namun Maryam tak ikut hadir karena ia masih tak bisa mengontrol diri dan masih sering melamun dan ketakutan. Namun Amar dan Sarfaraz tentu ada disana dan juga Rafa.
Pengacara Dilara berbicara lebih dulu, ia mengatakan bahwa Dilara di tangkap dan di tuduh tanpa bukti apapun, hanya rekaman cctv menunjukan Dilara masuk dan keluar dari kamar yg sama, tak membuktikan bahwa Dilara adalah otak dari penyerangan itu.
Pengacara Dilara juga mengatakan bahwa Amar telah menyerang Dilara, memaksa Dilara mengakui hal yg tidak pernah Dilara lakukan, mengancam kedua orang tua nya bahkan melukai wajah Dilara hanya untuk menutupi perselingkuhan calon istri nya. Dan sangat tidak mungkin Dilara menculik seorang gadis 20 tahun di siang bolong dengan begitu mudah nya.
Tentu hal itu di tentang Gaby selaku berada di pihak Amar dan Maryam.
Bahkan, Gaby meminta kedua orang tua Dilara untuk bersaksi dan mengatakan apakah memang benar Amar menyerang Dilara dan melukai nya.
Namun kesaksian ibu Dilara sungguh merugikan pihak Dilara.
"Amar Degazi tidak pernah menyerang putri ku, atau melukai nya. Luka di pipi nya karena jatuh di pekarangan rumah"
Dilara yg ada meja terdakwa sangat terkejut dengan penuturan ibu nya, sementara Amar malah berseringai kejam saat Dilara menatap nya.
"Tapi apa yg di lakukan Amar Degazi di rumah mu beberapa menit sebelum polisi datang dan menjemput paksa Dilara?" tanya pengacara Dilara.
"Amar Degazi sampai lebih dulu sekitar tiga menit dari polisi, sehingga tidak mungkin dalam waktu tiga menit dia menyerang dan melukai Dilara"
Jawab nya lagi yg membuat ayah Dilara geram dengan kesaksian istri nya dan ia sudah bersuara menenatang namun tentu hakim tak mengizinkan nya bicara.
Kemudian hakim mempersilahkan Gaby untuk berbicara.
Gaby menunjukan rekaman cctv di mini market dekat kampus Maryam yg memperlihatkan di dalam sebuah taksi ada Maryam dan seorang pria asing. Gaby juga sudah memberikan indentitas pria itu yg tak lain adalah Erick Baldwin.
Sesuai keterangan Maryam, Erick menyuntiknya dengan sesuatu dan itu membuat Maryam tak berdaya saat di bawa Erick.
Bukti selanjutnua, Dilara menghubungi Erick Baldwin tiga kali dalam minggu itu, dan itu sudah membuktikan antara Dilara dan Erick ada hubungan.
Hal itu lagi lagi di tentang pengacara Dilara. Ia mengatakan hanya karena menelepon seseorang, tak berarti mereka merencanakan kejahatan.
Gaby malah tersenyum dan berkata.
"Saya menunjukan bukti ini hanya untuk membuktikan bahwa Dilara dan Erick punya hubungan atau setidaknya saling kenal. Sementara baik Dilara maupun Erick tak pernah berhubungan dengan Maryam sedikitpun. Lalu bagaimana ketiga nya bisa bertemu di kamar hotel? Dan Dilara punya motif kuat untuk menyerang Maryam, karena Dilara tergila gila pada Amar sementara Amar lebih memilih Maryam sebagai calon istri nya"
Pengacara Dilara tak bisa menjawab nya. Bahkan motif konyol itu membuat Dilara malu, walaupun itu memang kenyataan nya.
Dan persidangan itu, tak membuahkan hasil apapun karena tak ada bukti yg kuat bahwa Dilara adalah otak dari penyerangan terhadap Maryam dan juga tak ada bukti maupun saksi bahwa pria itu selingkuhan Maryam. Hakim memutuskan persidangan di tunda dua hari ke depan.
Faraz dan Rafa sangat marah dengan hal itu. Namun keduanya tak bisa apa apa, sidang pun di bubarkan dan semua orang keluar dari ruang sidang.
__ADS_1
"Syukurlah kita bisa menyingkirkan Erick, karena Erick satu satu nya saksi dan bukti yg bisa memberatkan Dilara" ujar pengacara itu pada Sanjaya setelah mereka keluar dari ruang sidang.
"Kenapa kamu bisa berbohong disana?" tanya Sanjaya pada istri nya dengan marah.
"Sebagai wanita aku malu karena telah melahirkan wanita seperti Dilara. Dan kalian lebih kejam dari itu, apa kalian membunuh Erick?"
"Jangan pernah ajukan pertanyaan itu lagi, sekarang masuklah" Sanjaya mendorong paksa istri nya masuk ke dalam mobil.
.
.
.
"Kenapa tidak keluarkan saja video itu dan berikan sebagai bukti? Lalu dimana Erick?" tanya Faraz marah pada Gaby "Kamu sudah janji akan memberikan keadilan pada adikku, Degazi. Semua ini terjadi karena mu" lanjut nya dengan sangat marah namun Rafa berusaha menenangkan nya.
"Video itu sebagai bukti untuk menghukum berat Erick bukan Dilara. Sementara untuk menghukum Dilara, kita harus buat Erick bersaksi dulu melawan Dilara. Setelah itu, baru kita bisa menuntut Erick dengan video itu. Karena di video itu tidak melibatkan Dilara sedikitpun, dan juga di rekaman cctv Erick membawa Maryam sendirian. Jika kita tunjukan video itu sekarang, maka bisa saja Dilara bebas karena satu satu nya pelaku adalah Erick"
"Lalu dimana bajingan itu sekarang?"
"Erick dirumah sakit, tapi dua hari lagi dia pasti bisa bersaksi"
.
.
.
"Allah melindungi ku" jawab Maryam dengan suara lirih.
Maryam sudah di perbolehkan pulang, ia juga sudah memberikan kesaksian nya pada polisi dan juga pada Gaby.
Setelah mengurus administrasi dan sebagai nya, Bilal dan Asma membawa putri mereka pulang, dengan di jemput Faraz dan Rafa. Tentu bersama Amar juga.
"Kamu harus kuat ya, Nak. Di luar sana, banyak gadis yg menjadi korban seperti mu bahkan tanpa alasan yg jelas" tutur Asma pada putri nya yg saat ini menyenderkan kepala nya di bahu sang ibu, sementara ayahnya terus menggenggam tangan putri nya.
"Banyak gadis di lecehkan hanya demi memuaskan nafsu pria jahat di luar sana, dan kamu calon seorang psikolog. Apa yg kamu alami sekarang, bisa menjadi kekuatan mu untuk membantu orang lain nanti, kamu bisa lebih memahami perasaan mereka dan itu akan mempermudah kamu untuk membantu mereka yg mengalami hal yg sama dengan mu"
"Ummi benar, Nak. Kamu harus bangkit, jangan sampai hal ini membuat mu lemah, tapi jadikan ini sebagai tumpuan kekuatan mu" sambung ayahnya.
"Bener, Dek" sambung Rafa yg duduk didepan sambil menoleh "Kamu harus jadi wanita yg kuat, dan kamu sudah bisa mempetahankan harga diri dan kehormatan mu. Itu bisa memotivasi wanita lain, bahwa wanita itu kuat dan harus melakukan apapun untuk mempetahankan kekuatan mu, jika kalian sudah berusaha, maka Allah yg akan menentukan hasil nya. Dan Allah sudah perlihatkan keadilan Nya"
Sementara Faraz, ia memilih bungkam. Ingatan akan Maryam yg di tampar dan di perlakukan dengan begitu kasar tak bisa hilang dari benak nya. Faraz tak bisa menerima unyil nya harus menerima hal yg mengerikan seperti itu.
Sejak kecil, mereka di didik dengan begitu lembut, di ajarkan untuk saling mengasihi. Kedua orang tuanya tegas tapi tak pernah kasar. Dan tak satupun dari keluarga mereka yg mengangkat tangan pada anak anak mereka.
__ADS_1
Jika mereka salah, mereka akan di nasehati, di beri tahu itu salah dan menunjukan jalan yg benar.
Dan kedua nya tumbuh menjadi pribadi yg baik,berlaku baik pada siapapun tanpa pandang bulu. Terutama Maryam, Faraz tahu betapa adik nya adalah pribadi yg lemah lembut, Faraz bahkan tahu saat Maryam menjenguk ibu Amar, memberikan beberapa hal untuk orang yg sama sekali tidak dia kenal. Tapi kenapa ada orang bisa berbuat jahat pada adik nya yg begitu baik?
Dirumah nya, Maryam di sambut oleh kakek nenek nya, Om Tante dan sepupu sepupu nya. Mereka langsung memeluk Maryam bergantian, memotivasi Maryam untuk kuat dan mengatakan bahwa mereka semua ada disana untuk Maryam. Bahkan Granny Amy pun juga ada disana.
"Maafin Maryam ya, Kek" Maryam memeluk manja pada Abi Khalil dan seketika air mata nya kembali mengalir begitu saja karena dirinya, nama keluarga besarnya bahkan pesantren kini menjadi buruk "Maryam selalu di ajarkan bahwa wanita adalah lambang kehormatan keluarga nya, dan Maryam sudah merusak kehormatan keluarga kita" Maryam berkata sambil terisak. Berfikir keluarga nya sekarang pasti malu dengan apa yg terjadi pada Maryam, sekalipun Maryam masih lah memiliki kesucian nya tapi ia sudah di lecehkan dan nama keluarga nya sudah tercoreng.
"Siapa bilang kamu merusak kehormatan kami?" tanya kakek nya lembut dan melepaskan Maryam dari pelukannya, kemudian menghapus air mata Maryam dengan tangan keriput nya "Justru kamu membuat kakek bangga, karena kamu selalu berusaha menjaga dirimu karena Allah, dan ketika kamu udah engga sanggup menjaga dirimu karena situasi itu, maka Allah sendiri yg menjaga mu"
"Kakek mu benar, Sayang" kali ini Abi Rahman yg berusuara, ia mengelus kepala Maryam dengan penuh kasih sayang "Kamu sudah membuktikan, bahwa ketika kita berserah diri pada Allah, melakukan segalanya karena Allah, maka Allah tidak akan pernah meninggalkan kita" Maryam menangis antara sedih dengan keadaan nya, dan haru dengan dukungan keluarga nya.
Amar yg melihat keluarga Maryam yg hangat, saling mendukung dan saling menghormati membuat Amar juga terharu. Sebuah keluarga impian yg tidak pernah bisa Amar miliki.
"Jangan terus terpuruk, Nak. Kejadian ini hanya sepenggal dari kisah hidup mu, dan kejadian ini bisa jadi pelajaran dan kekuatan untuk mu di masa depan nanti. Dan Nenek yakin, Allah sudah siapkan hal indah di balik ini asal kamu tetap bersabar dan ikhlas" tutur Ummi Kulsum yg juga ingin menguatkan cucu nya.
"Sebaiknya sekarang kamu istirahat ya, ayo Nenek antar ke kamar mu" ajak Ummi Mufar dan merangkul Maryam. Maryam menoleh pada Amar dan Amar menyunggingkan senyum nya pada Maryam dan Maryam pun segera pergi ke kamar nya.
"Granny, Amar, kalian mau makan malam di sini?" tanya Asma pada Granny Amy dan juga Amar. Tentu nenek dan cucu itu tak menolak.
"Kita makan rame rame di sini, kapan lagi kita bisa bersama begini" ujar Aqilah.
"Ya, jarang jarang. Semua ini gara gara Bilal yg membawa pergi Asma dari desa" sambung Aisyah yg langsung mencairkan suasana dan membuat mereka tertawa.
"Tapi kenapa bisa pria kota seperti Bilal menikahi gadis yg dari desa?" tanya Granny Amy penasaran.
"Granny sendiri bagaimana bisa menikahi pria Pakistan yg menghasilkan cucu sangat tampan seperti aktor bollywood?" celetuk Firda yg membuat mereka kembali tertawa.
Hal itu, sejenak menghibur hati mereka. Tapi tidak dengan Faraz dan Amar.
Kedua nya masih memikirkan kondisi Maryam.
Apa lagi Faraz yg terus terbayang bagaiamana Erick menampar dan menarik rambut Maryam, yg Faraz sendiri bahkan tak pernah menyentuh nya sejak mereka sama sama dewasa. Faraz masih terngiang ngiang Maryam yg mengerang kesakitan dan memohon untuk di lepaskan.
Faraz mengepelkan tangan nya dengan mata yg berkilat amarah, rahang nya mengeras dan untuk pertama kalinya selama 24 tahun hidup nya, ia punya kebencian yg begitu besar di hati nya.
"Istighafar, Nak" suara lembut Ummi nya sedikit membuat Faraz ternsentak dan sorot matanya pun kembali sendu, ia melepaskan kepalan tangan nya saat Ummi nya berdiri di depan nya.
Asma bisa merasakan ada yg berbeda dari putra nya sejak apa yg menimpa Maryam, apa lagi sejak ia kembali dari kantor Gaby. Faraz selalu terlihat memendam amarah, tatapan nya begitu tajam dan seolah penuh dendam. Membuat Asma khawatir.
"Yg menimpa Maryam bukan hanya melukai mu, tapi kami semua. Bukan hanya kamu yg membenci pelaku nya, tapi kami semua benci, terutama Ummi, anak gadis Ummi di rendahkan begitu...." Asma menitikan air matanya tanpa sengaja mengingat bagaimana pertama kali ia melihat kondisi Maryam saat itu, mengingat bagaiamana Maryam histeris saat sadar dari pingsan nya karena mengira ia telah di nodai dan membuat ia harus di suntik obat penenang.
Faraz langsung memeluk tubuh ibunya yg memang lebih pendek dari nya.
"Maryam akan baik baik saja, Ummi. Di sidang selanjutnya akan menjadi sidang terakhir dan pelaku nya harus di hukum, nama Maryam dan nama keluarga kita akan di bersihkan. Ketika Allah sendiri yg menjaga Maryam, maka siapa yg bisa menodai nya?"
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...