Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum

Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum
Part 89


__ADS_3

Saat memasuki kamar Anggi, Maria menemukan Anggi yg menangis sambil meringkuk di tengah ranjang. Maria pun menghampiri nya sembari memberikan segelas air yg langsung di terima Anggi.


Maria bisa merasakan bahwa Anggi tertekan, namun Maria tak bisa bertanya walaupun ia ingin tahu, ia akan menunggu sampai Anggi bercerita sendiri.


Matahari sudah tinggi, dan Bi Siti sudah menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


"Kita sarapan dulu" ujar Maria dan Anggi langsung mengangguk. Kemudian mereka makan bersama di meja makan bersama Bi Siti.


Anggi yg tadi tampak sedih, kini terlihat lebih baik, dan saat ia melihat ada kotak susu ibu hamil di dapur, Anggi langsung bertanya apakah Maria hamil.


"Iya" jawab Maria dengan suara lirih dan tetap menunduk pada makanan nya.


"Suami mu dimana?" tanya Anggi dan Maria hanya bisa menggeleng. Ia malu jika di tanya seperti itu, dan Anggi bukan orang pertama yg bertanya, apa lagi semakin hari Maria semakin terlihat bahwa ia memang hamil.


"Aku ngerti, engga usah malu. Kamu masih baik mau merawat janin mu" ucap Anggi tiba tiba yg membuat Maria mendongak dan menatap Anggi penuh tanda tanya.


"Seseorang pernah berkata, jangan menutupi dosa dengan dosa. Aku engga mau menutupi dosa zina ku dengan dosa sebagai pembunuh" ujar Maria. Dan Anggi tersenyum miring namun dengan mata yg berkaca kaca.


"Itu aku banget, menutupi dosa dengan dosa" ia mulai terisak dan tak sanggup lagi melanjutkan makan nya.


Maria menyerahkan gelas yg berisi air dan mengelus pundak Anggi.


"Apa kau tahu, Maria. Aku sudah hamil sejak usia ku 15 tahun..."


"Apa?" pekik Maria dan Anggi mengangguk dengan beruarai air mata.


"Aku di perkosa saat itu, aku benar benar hancur. Dan aku hamil, tapi keluarga ku membawa ku ke Dokter dan menguggurkan kandungan ku. Tapi tetap saja hidup ku tak bisa lagi kembali seperti dulu. Aku marah pada takdir yg sangat kejam dan tidak adil, dan jadilah aku seperti sekarang, pergaulan bebas"


Maria meringis, tak menyangka ada yg hidup nya jauh lebih buruk dari nya. Bi Siti sendiri juga tampak sedih mendengar cerita Anggi.


Kemudian Anggi melanjutkan cerita nya, sekarang Anggi sudah 17 tahun, dan sejak satu tahun yg lalu, ia tak tinggal bersama orang tua nya, ia tinggal bersama kekasih nya, yg juga seorang pria jalanan. Mengkonsumsi narkoba dan **** adalah hal biasa bagi Anggi dan teman temannya.


Anggi juga hamil dari kekasih nya, tapi lagi lagi ia menguggurkan kandungan nya, dan kekasih nya itu sangat kasar dan sering memukuli Anggi. Dan luka di perut nya itu, gara gara Anggi yg meminta putus dan pacar nya tak terima, terjadilah penyiksaan lagi seperti biasa, hingga tanpa sengaja pacar Anggi mendorong Anggi dan terkena serpihan kayu tajam. Sekuat tenaga Anggi melarikan diri hingga Maria menemukan nya.


Jika tidak ada Maria, mungkin pacar nya itu yg akan menemukan Anggi dan bisa saja membunuh Anggi.


Maria tak bisa membendung air matanya mendengar cerita Anggi.


"Aku ingin berubah, Maria. Aku ingin meperbaiki segala nya, tapi aku merasa sudah sangat terlambat. Aku juga ingin pulang, tapi Mama sama Papa engga mungkin menerima ku lagi"


"Engga ada kata terlambat, Anggi" ujar Maria meyakinkan "Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, begitu juga kita"


Tapi Anggi terlihat sudah sangat putus asa dan ia hanya bisa menyesali perbuatannya.


"Aku akan pergi dan mencari kontrakan, aku engga mau ngerepotin kamu" ucap Anggi.

__ADS_1


"Kita bisa tinggal bersama disini, aku sendiri juga engga punya siapa siapa" ucap Maria.


"Pria yg tadi malam, aku rasa dia menyukai mu" ucap Anggi sembari mengusap air mata nya.


"Bukan, dia calon pembeli rumah ini, kami baru kenal"


"Rumah mu mau di jual?"


"Iya, aku ingin pindah ke Amerika, dan memulai hidup ku disana"


"Kenapa?"


"Di sini, hidup ku sudah berakhir, apa lagi dengan kehamilan ku, orang orang engga akan menerima orang seperti ku"


"Seperti kita" ucap Anggi sedih.


"Siapa bilang begitu?" Bi Siti ikut nimbrung "Engga semua orang seperti itu, bukti nya, Nona Maryam dan keluarga nya"


"Benar" gumam Maria.


"Siapa itu Nona Maryam?" tanya Anggi


"Istri nya Amar" jawab Maria


"Iya" jawab Maria.


"Bukannya dia juga pernah di perkosa?" tanya Anggi, tentu ia tahu berita itu yg sempat viral.


"Hampir, kasus nya sudah selesai" Maria menjelaskan.


"Maria, apa beneran aku boleh tinggal disini?" Anggi bertanya setengah berharap. Ia benar benar tak punya tempat tinggal. Dan Maria mengangguk yakin.


"Tapi aku sarankan, kamu kembali pada orang tua mu, Nggi. Mereka pasti khawatir"


"Aku takut" ucap Anggi menunduk. Maria bisa mengerti dan ia tak bisa memaksa. Namun Maria memikirkan cara bagaiamana bisa membantu Anggi, agar Anggi punya tujuan dalam hidup dan tak terombang ambing yg hanya akan membuat Anggi terjerumus pada hidup yg lebih gelap.


.


.


.


Karena akhir minggu, Maryam dan Amar akan pergi ke kajian, dan Maryam menjemput Maria dirumah nya, sementara Amar menunggu di mobil bersama Bobby.


Rika dan Gina mengikuti dari belakang.

__ADS_1


Maria memperkenalkan Anggi pada Maryam. Seperti Bi Siti, Maryam juga terkejut melihat penampilan Anggi namun Maryam tak berkomentar. Ia malah menawarkan Anggi untuk ikut ke kajian tapi Anggi menolak nya.


"Emang kamu engga bosan dirumah?" tanya Maryam lembut dan Anggi menggeleng.


"Nanti kita lama lho, yakin engga bosan dirumah? Bi Siti juga ikut" Maryam kembali merayu. Anggi menatap Bi Siti dan Bi Siti mengangguk, mengiyakan kata kata Maryam.


"Ikut aja, Anggi. Di sana kita bisa belajar banyak hal" Maria ikut membujuk.


"Memangnya aku boleh ikut?" tanya Anggi sembari melihat penampilan dirinya sendiri yg sangat berbeda dari Maria dan Maryam.


"Boleh, tapi pakek baju yg bener" ujar Maryam.


Anggi masih tampak ragu, tapi Maryam dan Maria terus merayu, begitu juga dengan Bi Siti. Akhir nya Anggi mau ikut.


Tapi sebelum pergi, Maryam mengubah penampilan Anggi, melepas anting dan make up nya yg seperti band rock and roll saja.


Maryam juga mengajarkan Anggi cara berwudhu yg benar.


Setelah itu, Maria memberikan sebuah gamis untuk Anggi kenakan dan Maryam membantu Anggi memakai hijab nya.


"Wow..." seru Anggi saat melihat dirinya sendiri di cermin.


"Bagaiamana?" tanya Maria dan Maryam.


"Rasanya nyaman, wajah ku juga terasa segar tanpa make up yg tebal" ucap Anggi sambil terkikik.


"Ya udah, sebaiknya kita berangkat" ucap Maryam.


Maryam pergi bersama Amar dan Bobby, sementara Anggi dan Maria satu mobil bersama Rika dan Gina.


.


.


Saat mengikuti kajian, dimana Ustadz nya menceritakan tentang asal mula adanya manusia, dari penciptaan Nabi Adam dan Hawa dan sampai kedua nya di turunkan ke bumi, Maria dan Anggi begitu seksama menyimak nya, apa lagi saat sang Ustadz menerangkan bahwa Nabi Adam pun pernah melakukan kesalahan yaitu saat melanggar perintah Allah yg membuat nya di keluarkan dari surga.


Dan Nabi Adam mengakui kesalahan nya, memohon ampun dan Allah mengampuni nya. Memberi nya kesempatan kedua namun juga pasti mendapatkan konsekuensi dari apa yg telah di perbuat.


Namun semua itu bukan karena Allah ingin menghancurkannya, tapi Allah berbelas kasih padanya.


Sang Ustadz menerangkan, bahwa tak ada manusia yg suci dari dosa, tapi setiap manusia punya kesempatan untuk bertaubat. Bahkan, Fir'aun pun masih di beri kesempatan bertaubat. Yg artinya, sebesar apapun dosa mu, belas kasih Tuhan jauh lebih besar.


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2