Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum

Sequel My Ustadz My Husband - Calon Makmum
Part 131


__ADS_3

Kedua orang tua Nabil kembali ke Mekkah lebih dulu, sementara Nabil masih mengurus berkas berkas kepindahan Maria dan Khair. Karena mereka bukan akan berkunjung melainkan akan tinggal di Mekkah.


Sebenarnya Maria merasa lebih senang jika memang harus pindah ke tempat yg baru dan tak ada yg mengenal Maria, karena dengan begitu takkan ada yg membicarakan Maria lagi.


"Maria..."


"Astagfirullah" Maria langsung menutupi tubuh bagian atas nya dengan selendang saat tiba tiba Nabil masuk ke kamar nya sedangkan Maria saat ini sedang menyusui Khair. Melihat Maria yg terkejut Nabil hanya terkikik.


"Putri Abi lagi sarapan ya... Bagi bagi dong sama Abi" goda Nabil kemudian ia mengecup kening Khair kemudian mengecup pipi istri nya.


"Kamu belum sarapan?" tanya Maria karena jam sudah menunjukan pukul 9 dan tadi Maria melihat semua makanan sudah siap. Maria tak ikut sarapan karena ia mengurus Khair.


"Engga, aku nunggu kamu" jawab Nabil sambil mengulum senyum kemudian duduk di belakang. Maria dan bergelanyut manja di pundak Maria.


"Maaf ya, habis nya tadi Khair rewel" ucap Maria merasa bersalah karena bukan kali ini saja Nabil tidak makan bersama yg lain karena menunggu Maria.


"Engga apa apa, Sayang. Biar kita kompak" jawab Nabil.


"Oh ya, Nabil..."


"Hemmmm?" Nabil segera menyela Maria karena Maria yg sulit sekali membiasakan memanggil Nabil dengan sebutan Mas.


"Mas Nabil..." ucap Maria dan seketika itu Nabil tertawa.


"Kadang kamu tuh polos ya. Kamu tahu engga kenapa aku maksa kamu manggil aku Mas?" tanya Nabil sambil masih terkekeh. Maria menggeleng "Karena kamu engga pernah ngasih tahu aku secara langsung kalau kamu engga nyaman dengan panggilan itu. Kamu selalu bilang 'iya' sama aku" tutur Nabil.


"Ya kata nya melanggar perintah suami dosa" jawab Maria.


"Tapi bukan berarti kamu iya iya aja, Sayang. Kamu juga berhak mengutarakan pendapat mu atau isi hati mu. Jadi hubungan kita akan selalu berjalan baik kalau kita merasa nyaman. Jadi, lain kali kalau kamu punya pemikiran yg berbeda dalam hal apapun, kamu boleh bicara sama aku. Kita bisa saling bicara dan saling mendengarkan, saling melengkapi dan saling mendukung"


"Jadi, aku panggil kamu Abi aja ya? Sekalian mengajari dan membiasakan Khair. Engga tahu kenapa kayak gimanaa gitu kalau manggil Mas. Berasa kalem banget. Hehe"


"Okey, Sayang" jawab Nabil "Jadi, nak. Apakah sekarang sudah giliran Abi yg sarapan..." Nabil berbicara dengan Khair yg tampak nya sudah kenyang karena sudah melepaskan diri dari ibu nya.


"Seperti nya dia sudah kenyang" Maria pun segera memberikan Khair pada Nabil sementara ia berpakaian yg rapi.


Setelah itu kedua nya langsung keluar kamar untuk sarapan. Dan didepan kamar, mereka berpapasan dengan Ummi Mufar yg sangat rapi. katanya akan menghadiri pengajian bersama Abi Khalil.

__ADS_1


"Kamu makan yg banyak, Nenek liat kamu itu kurus banget. Ibu yg menyusui itu harus makan banyak, karena porsi nya berdua sama anak nya" ujar Ummi Mufar.


"Iya, Nek" jawab Maria sambil tersenyum sungkan. Kemudian Ummi Mufar mencium Kair dengan gemas.


"Eyang pergi dulu ya, nak. Kamu mau oleh oleh apa?" tanya Ummi Mufar sambil mencium gemas tangan Khair membuat Khair tertawa dan tampak senang. Dan bukan nya bersiap segera pergi, Ummi Mufar malah menggendong Khair dan bercanda dengan nya. Ummi Mufar tabisa menolak pesona menggemaskan dari Khair.


Hingga salah seorang wanita datang dan memberi tahu Ummu Mufar kalau Abi Khalil sudah menunggu.


"Duh, rasanya kok masih gemas ya, masih pengen main" ucap Ummi Mufar kemudian mencium Khair sampai Khair cekikikan. Maria yg melihat itu tersenyum haru, Nabil benar benar membuat nya merasa hidup di surga dimana Maria dan Khair memiliki segala nya, saudara, Om, tante, kakek nenek. Semuanya sangat lengkap dan hal itu tak pernah Maria bayangkan sedikitpun.


"Nining, kamu jagain Khair ya. Biar Maria dan Nabil bisa makan dengan tenang" perintah Ummi Mufar pada wanita yg tadi memanggil nya. Kemudian Ummu Mufar memberikan Khair pada wanita bernama Nining itu.


"Sebenarnya engga apa apa, Nek. Maria bisa jaga Khair sambil makan" ucap Maria yg masih merasa sangat sungkan di rumah mertua nya.


"Engga apa apa, Maria. Kamu makan yg banyak ya, aku pergi dulu" ujar ummi Mufar.


Setelah Ummi Mufar pergi, Nining membawa Khair untuk bermain. Sementara Nabil membawa Maria ke dapur.


Maria menyiapkan makanan untuk suami ny, melayani nya sebaik yg ia bisa.


"Terima kasih" ucap Maria kemudian ia duduk di samping Nabil.


"Karena kamu memberikan hidup yg sempurna, Bi. Terima kasih banyak" lirih Maria bahkan kii mata nya sudah berkaca kaca.


"Terharu nya nanti aja, sekarang waktu nya makan" ujar Nabil sambil mencubit pipi Maria "pipi mu tinggal tulang tuh, benar kata nenek kamu kurus banget"


"Iya, tapi sebenarnya sebelum hamil berat badan ku memang segini. Kayak nya ini sudah full gendut nya" jawab Maria sambil menyantap makanan nya setelah mengucapkan doa.


"Ya nanti aku kasih kamu vitamin deh. Biar sehat, kuat dan berisi" ujar Nabil yg juga mulai menikmati makanan nya.


"Iya, Pak Dokter" ujar Maria sambil terkekeh.


.


.


.

__ADS_1


Waktu berlalu dengan cepat, hanya tinggal beberapa hari lagi Nabil dan keluarga kecil nya akan berangkat ke Mekkah.


Maria juga sudah berbicara langsung dengan pemilik Gunawan Media tentang dia yg harus pindah ke Mekkah. Dan Nabil siap membayar denda tapi rupanya ayah Anggi itu tak menginginkan itu, ia mempekerjakan Maria karena sebagai bentuk terimakasih atas apa yg sudah ia lakukan demi Anggi hingga Anggi berubah. Dan Vita juga menyadari bakat Maria sehingga Vita masih meminta Maria menulis buku lagi dan bisa mengirim nya via email. Jadi meskipun Maria tak ada di Indonesia, namun karya Maria tetap ada di jual di Indonesia.


Dan berita mengejutkannya lagi, buku kedua Maria yg berjudul Love in Allah ways kini juga dapat respon positif dari pembaca, dan ajaib nya kini mereka mencari cerita pertama nya yg dulu tidak terlalu di terima. Sebagian dari mereka mengatakan cerita keduanya lebih seru karena kisah cinta dari gadis dengan masa lalu yg sangat kelam tapi masa depan nya malah sangat bercahaya, dan sekarang mereka penasaran sekelam apa cerita sang pemeran wanita. Dan cerita Itu ada di buku pertama Maria yg kini harus di cetak lebih banyak lagi.


Alhasil, ketiga buku pertama Maria sangat bisa di terima oleh pembaca dan itu membuat Maria sangat senang.


Saat ini, Nabil dan Maria membawa Khair ke taman untuk menghabiskan waktu bersama.


Nabil menggandeng Maria sembari mendorong kereta Nabil. Kemudian keduanya duduk di kursi yg ada di dekat air mancur. Maria mengambil beberapa gambar kebersamaan Nabil dan Khair.


Dan seketika ia terfikir, jika suatu hari nanti ia memiliki anak bersama Nabil, akankah Nabil masih mencintai Khair seperti sekarang? Akankah keluarga Nabil akan mencintai anak anak Maria yg dengan cinta yg sama?


Mengusir pemikiran itu, Maria menggelengkan kepalanya. Ia yakin Nabil dan keluarga nya akan tetap mencintai Khair sama seperti anak anak yg akan Maria lahirkan nanti.


"Kita foto bersama..." ujar Nabil membuyarkan lamunan Maria. Kemudian Nabil meminta tolong seorang pria di sana untuk memotret kebersamaan mereka.


Maria menggendong Khair dan Nabil merangkul Maria dengan begitu posesif, kemudian satu foto lagi Nabil yg menggendong Khair kemudian mencium nya penuh cinta.


"Terima kasih, maaf merepotkan" ucap Nabil setelah berhasil mendapatkan beberapa foto.


"Kalian pasangan yg serasi, putri kalian juga sangat luc. Anugerah yg sempurna" ucap pria itu.


"Sangat sempurna" sambung Maria "Sekali lagi terimakasih"


"Sama sama" ucap pria itu.


Karena hari sudah sore, Nabil mengajak Maria pulang.


"Terima kasih, aku merasa hidup ku sangat sempurna" ucap Maria setelah keduanya berada dalam mobil.


"Berhenti mengucapkan terima kasih sama aku, Sayang. Karena kebahagiaan ini bukan dariku, tapi dari Allah untuk hamba Nya yg telah kembali pada Nya" ujar Nabil kemudian ia mulai menjalankan mobil nya.


Maria terdiam sejenak, kemudian ia menyunggingkan senyum.


Benar, ini dari Rabb nya dan Maria harus sangat sangat mensyukuri itu dengan cara menjadi hamba yg lebih baik. Dan ia juga harus berusaha sebaik mungkin akan menjadi istri yang baik buat suaminya, ibu yg penuh cinta untuk anak anak nya.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2