
Saat menyaksikan akad nikah Maryam dan Maryam yg begitu gugup hanya karena harus menyentuh suami nya membuat Maria begitu tertegun, ia begitu mengagumi Maryam yg selalu bisa menjaga diri. Tak seperti dirinya yg tak bisa menjaga diri dan malah dengan suka rela melepaakan mahkota nya untuk teman nya, Alex.
Awalnya Maria tak merasa menyesal, apa lagi merasa berdosa, apa lagi ia lakukan itu sebelum ia memiliki agama nya, bagi Maria itu hal biasa, semua orang pasti pernah melakukan hubungan itu dengan teman atau pacar nya.
Keesokan hari nya dari resepsi pernikahan Maryam, Maria pingsan dan segera di bawah kerumah sakit oleh ayahnya, apa lagi beberapa terakhir Maria memang mengeluh sering pusing dan mual.
Dan betapa terkejut nya mereka saat mengatakan Maria hamil.
Bahkan sang ayah sampai menampar Maryam dengan sangat keras di depan Dokter dan perawat. Mencaci maki Maria dengan kata kata yg sangat kotor dan menyakitkan. Mengungkit kembali kematian sang ibu, mengatakan bahwa Maria tak cukup menjadi pembunuh kini malah jadi pelacur.
"Siapa yg melakukan nya, huh? Boss mu itu?" teriak Robert di depan wajah Maria sementara Maria hanya bisa menangis dan menggeleng. Robert menyerat Maria keluar dari rumah sakit, ia mendorong Maria masuk kedalam mobil nya, sumpah serapah terus Robert ucapkan pada Maria yg hanya diam dan menangis. Robert menyetir seperti orang gila, dan itu membuat Maria takut.
"Dimana rumah boss mu?" teriak Robert penuh emosi dan ia merasa pasti boss nya Maria yg menghamili Maria karena beberapa kali Robert melihat Maria di antar oleh nya.
"Bukan Pak Faraz, Dad" ucap Maria dengan suara bergetar "A... Alex" jawab nya kemudian dan Robert pun langsung menginjak rem dengan tiba tiba.
"Apa dia memperkosa mu atau...."
Dan Maria hanya menggeleng, saat itu seperti biasa di akhir pekan ia selalu ke club bersama Alex dan Hira. Namun di waktu itu, Hira tak datang, Alex dan Maria menghabiskan waktu bersama, mereka minum seperti biasa, dan hingga tanpa sadar kedua nya melakukan itu.
"Bodoh nya kamu, Maria" teriak ayahnya lagi dan ia menancap gas, kali ini tujuannya adalah apartments Alex.
"Daddy mau kemana?" tanya Maria takut karena ayahnya benar benar menyetir seperti orang kerasukan.
"Menemui Alex, menuntut dia untuk bertanggung jawab"
"Tapi, Dad..."
"Diam, Maria!" perintah ayah nya yg membuat diam seketika.
Sesampainya di apartment Alex, Robert langsung menggedor pintu nya dengan keras tak peduli orang yg berlalu lalang disana.
__ADS_1
Alex yg membuka pintu terlihat terkejut melihat Maria dan ayah nya datang ke apartment nya. Apa lagi Maria yg berpenampilan berbeda.
"Maria, ada apa?"
Tanpa basa basi, Robert malah langsung menghajar Alex dengan membabi buta. Tak memberikan Alex sedikitpun kesempatan untuk menghindar atau membalas.
Maria mencoba menghentikan aksi ayahnya dengan segala cara, namun hasilnya nihil.
Hingga tiba tiba Robert berhenti namun ia menarik kerah baju Alex.
"Kamu harus menikahi Maria, dia hamil anak mu" teriak Robert dan itu membuat Alex sangat terkejut. Dia menatap tak percaya pada Maria namun Maria hanya menangis.
"Engga!" teriak Alex tiba tiba dan dengan kasar melepaskan tangan Robert dari kerah baju nya.
"Aku masih kuliah, aku engga mau nikah. Lagian apa bukti nya itu anakku" ucap Robert yg membuat Maria tercengag. Karena saat melakukan nya dengan Alex, Maria masih seorang gadis, Alex lah yg mengambil kesucian nya dan Maria tak pernah melakukan nya lagi dengan siapapun.
"Lex, aku engga pernah melakukan nya dengan siapapun, tapi aku juga engga akan maksa kalau kamu engga mau bertanggung jawab" tutur Maria. Namun hal itu malah membuat Robert sangat marah.
"Kita bisa kembali ke Amerika, Dad" jawab Maria sambil terisak.
Padahal, baru saja ia mendapatkan arah dalam hidup nya, baru saja ia memiliki harapan dan bahkan mengungkapkan perasaan nya pada Faraz. Tapi sekarang semua nya sudah hancur, Maria bahkan merasa tak pantas hanya untuk sekedar bertemu Faraz. Dan semua itu memang salah Maria, salahnya yg tenggelam dalam kebebasannya.
Sementara Robert kian semakin marah, ia dan Alex adu hantam, namun Alex yg sebelum nya sudah di hajar habis habisan tak mampu mengimbangi Robert.
Dan perkelahian itu terus berlanjut hingga Robert dengan sangat keras menendang Alex hingga Alex terjatuh keluar jendela.
Maria histeris melihat Alex yg terjun bebas dari lantai 19 di apartment nya. Maria bahkan merasa akan segera pingsan namun seketika Robert menarik paksa Maria keluar dari sana dan mereka kembali ke rumah.
Maria begitu tertekan dengan apa yg sudah terjadi, ia tak menyangka Alex mati di tangan ayahnya dan itu karena nya. Sementara Robert tampak biasa saja, membuat Maria takut pada ayahnya
Kurang dari dua jam setelah kejadian itu, terdengar suara sirene polisi dan seketika membuat Maria gemetaran. Ia segera berlari turun dari kamar nya dan terlihat ayahnya sudah membuka pintu. Beberapa polisi ada disana siap untuk menangkap mereka berdua.
__ADS_1
Belum sempat polisi berbicara, Robert sudah angkat bicara lebih dulu.
"Kasus nya Alex?" tanya Robert dengan santai, Polisi itu menatap curiga pada Robert dan tiba tiba Robert malah mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah "Aku yg membunuhnya, aku sengaja melakukan itu karena dia menghamili anakku dan dia tidak mau bertanggung jawab"
"Daddy..." Maria segera berlari ke ayahnya. Maria menangis melihat ayahnya kini di borgol dan polisi itu juga hendak membawa Maria, namun Robert meyakinkan bahwa Maria tak terlibat sama sekali.
"Tapi kalian berdua terlihat di cctv memasuku apartments Alex"
"Aku yg memaksa Maria ikut, tapi aku yg mendorong Alex. Maria sudah mencoba mencegah ku. Kalian tidak bisa menangkap putri ku karena dia tidak bersalah"
"Baiklah, tapi dia tetap harus ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan pernyataan"
Maria langsung menyetujui nya walaupun Robert sempat mencegah nya.
Di jip polisi Maria terus menangis dan meminta maaf karena lagi dan lagi sudah membuat masalah dalam hidup ayahnya. Dan Maria berfikir pasti sekarang ayahnya sangat membenci nya. Namun rupanya dugaan Maria salah.
Dengan tangan yg masih di borgol, ayahnya menghapus air mata Maria dan ia juga berkaca kaca.
"Ini salah Daddy, seharusny Daddy bisa menjaga mu, mendidik mu seperti yg selalu di lakukan ibu mu. Bukan malah menghancurkan hidup mu, membuat mu merasa tidak punya siapapun dan membuat mu salah dalam pergaulan"
Tangis Maria langsung pecah, ia memeluk ayahnya. Tak percaya kini ayahnya menjadi ayahnya yg dulu.
Tentu saja Robert berubah, beberapa hari terakhir Maria memperlakukan nya dengan sangat baik, bahkan ketika ia marah marah, Maria hanya diam dan mendengarkan. Membuat Robert merasa bersalah dan ia sadar selama ini ia telah salah.
Robert bertekad akan berubah, akan berusaha menjadi ayah yg baik untuk Maria. Namun mengetahui anak gadis nya hamil membuat dia sangat marah, marah pada dirinya sendiri yg gagal menjadi ayah.
"Jangan menangis, Maria. Kamu harus kuat, maaf Daddy engga bisa bersama mu lagi"
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1