
Afsana lari lari kecil dari tangga saat melihat ibunya datang sambil membawakan makanan kesukaan Afsana, mie ayam pedas buatan ibu nya sendiri yg selama ini menjadi makanan favorit Afsana. .
"Afsana..." tegur Faraz karena Afsana malah lari lari "Pelan pelan jalan nya, Sayang. Turun tangga itu lho" Faraz pun menyusul Afsana dan menggandeng tangan istrinya itu, kemudian keduanya berjalan pelan pelan menuruni tangga.
"Habis nya Ana engga sabar makan mie ayam buatan Ummi" jawab Afsana membela diri.
"Tapi engga harus lari lari, Dek. Ingat kata Dokter, bayi kita dalam proses pertumbuhan dan harus di jaga baik baik" ujar Faraz yg sangat mengkhawatirkan calon bayi nya itu.
"Iya, Kak. Maaf, engga lagi lagi deh" ucap Afsana.
Faraz membawa Afsana ke meja makan dan di sana Lita sedang mempersiapkan mie ayam nya sekalian untuk yg lain.
"Gimana keadaan mu dan calon cucu Ummi, An?" tanya Lita sambil menyiapkan mie ayam nya untuk Afsana dan meletakkan nya di depan Afsana, ia juga menyiapkan air untuk Afsana. sesuatu yg selalu membuat Afsana terharu karena sampai detik ini ibu nya selalu memperlakukan Afsana seperti anak kecil dan selalu memanjakan nya.
"Ana sama janin Ana baik, Ummi" jawab Afsana kemdian Ana duduk dan mulai menikmati mie nya tanpa menunggu mertua nya karena Afsana sudah tak sabar lagi ingin makan.
"Alhamdulillah, tadi Ummi dengar kamu lari kata Faraz"
"Iya, Ummi. Kalau Ana antusias akan sesuatu suka begitu, lupa diri kalau hamil" sambung Faraz.
"Lain kali jangan begitu, Nak. Kalau janin masih dalam pertumbuhan apa lagi pas baru di bulan bulan pertama, itu harus di jaga baik baik. Masih lemah dan rentan"
Bersamaan dengan itu Asma dan Bilal datang. Asma teringat kembali saat ia keguguran dulu dan Asma takut itu terjadi pada Afsana.
" ita benar, An... " sambung Asma" Aku sudah minta Ana untuk jaga diri. Insya Allah dia dan cucu kita akan sehat selalu"
"Aamiin..." sambung Bilal "Oh ya, Ta. Dimana Hubab? engga ikut kesini?"
"Katanya mau nyusul, tadi masih mandi jadi aku duluan kesini" jawab Lita "Ya udah, kita makan aja dulu. Sebentar lagi Mas Hubab pasti datang"
__ADS_1
Dan benar saja, baru beberapa detik kemudian Hubab sudah datang.
Kedua keluarga itu akhir nya bisa makan siang bersama setelah sekian lama. Mumpung hari minggu, jadi mereka memutuskan berkumpul saja.
Setelah acara makan siang selesai, Bi Mina, Lita dan Asma membersihkan dapur. Mereka menyuruh Afsana diam saja saat Afsana berniat membantu. Sementara Hubab, Faraz dan Bilal sedang mengobrol di ruang keluarga. Mereka membicarakan bisnis dan hal itu tak Afsana mengerti sehingga tadi dia yg berniat bergabung langsung mengurungkan niat nya.
Afsana naik ke kamar nya dan ternyata Faraz menusul nya.
"Kenapa muka nya di tekuk begitu sih? Kan udah kenyang" ujar Faraz yg melihat Afsana tampak kesal.
"Habis nya mau bersihin dapur engga boleh, mau gabung sama Kakak, dan Abi percuma karena kalian membicarakan bisnis. Ya kan Ana bosan" ujar Afsana.
Faraz tertawa kecil dan langsung mencium Afsana cukup intens. Bahkan ia mendorong Afsana pelan hingga terjatuh ke ranjang.
"Kak..." lirih Afsana karena ia merasa suaminya ini sedang membutuhkan sesuatu.
"Masih engga boleh ya?" tanya Faraz tampak memberengut. Sejak Afsana hamil, mereka sudah tak pernah melakukan malam yg panjang karena Faraz takut itu berbahaya bagi janin nya, padahal Dokter mengatakan boleh saja asal pelan dan mengambil posisi yg aman, tapi Faraz sendiri yg terlalu parno dan ia juga yg memberengut.
"Kakak kangen, An..." Faraz bergelanyut manja di pangkuan istrinya yg kini sudah duduk sedangkan Faraz tetap berbaring dan meletakkan kepala nya di pangkuan Afsana.
"Ana kan selalu di sini..." lirih Afsana sambil membelai rambut lebat suami nya.
"An, pernah engga sih kamu kebayang saat saat seperti ini?" tanya Faraz tiba tiba dan ia menatap mata istri nya itu. Afsana menggeleng pelan, karena ia memang tak pernah berani membayangkan hal seindah ini walaupun ia sangat mencintai Faraz sejak dulu. Yg Afsana lakukan hanyalah berdoa.
"Aku juga, rasanya seperti..." Faraz langsung terduduk, ia menggenggam tangan Afsana dan mengecup nya lembut "Seperti mimpi, kakak selalu merasa memiliki kamu selama ini. Tapi kakak fikir itu karena kita tumbuh sebagai saudara, maaf karena kakak sangat terlambat menyadari nya dan kakak pernah menyakiti kamu"
"Engga apa apa, sudah jalan cerita nya seperti itu" jawab Afsana kemdian ia membelai rahang Faraz yg di tumbuhi bulu bulu halus. Afsana selalu menyukai menyentuh rahang tegas Faraz dan kemudian ia mengecup nya.
Kini Afsana yg bersandar manja dan mesra di dada Faraz.
__ADS_1
"Itulah yg nama nya takdir ya, Kak. Engga bisa di tebak" lirih nya.
"Iya, Sayang. Kakak juga engga nyangka ternyata jodoh kakak adalah orang yg sangat dekat dengan kakak. Dan sebentar lagi kehidupan kita akan semakin sempurna dengan adanya dia..." Faraz mengelus perut Afsana yg sudah sedikit membuncit. Kemudian ia menunduk dan mengecup nya. Membuat Afsana tersenyum lembut.
"Assalamualaikum, Anak Abi... Sayang, kamu tumbuh yg kuat di sana ya, semoga kelak menjadi anak yg berbakti dan sholeh sholehah" bisik Faraz di perut Afsana dan Afsana mengaminkan nya.
"Kak, Ana boleh tanya?" tanya Afsana tiba tiba memasang wajah serius.
"Mau tanya apa, Sayang?"
"Kalau ada yg tanya kenapa Kak Faraz nikahi Afsana, kakak akan jawab apa?"
"Kenapa kamu tiba tiba nanya begitu?"
"Ya karena Ana sering di tanya begitu, kata nya kenapa harus menikah sama sepupu sendiri"
Faraz terkekeh kemudian berkata "Memang nya ada yg salah?"
"Ya engga, cuma mungkin kayak... Entahlah" gumam Afsana.
Faraz menangkup pipi Afsana dan sebelum menjawab ia kembali mengecup bibir Afsana.
"Karena kakak cinta sama kamu, Afsana. Dan kamu perempuan yg kakak ingin kan dan butuhkan dalam hidup kakak, sebagai makmum kakak dan sebagai ibu dari anak anak kakak. Setiap pria menginginkan pendamping yg terbaik dalam hidup nya, dan bagi kakak, kamu adalah yg terbaik, Sayang" tutur Faraz panjang lebar yg membuat Afsana senyum senyum.
"Ana juga cinta sama kakak" bisik Afsana dan kini ia yg bergantian mengecup mesra bibir Faraz.
Pasangan yg serasi, dimana keduanya adalah cinta pertamanya satu sama lain, sama sama menjadi satu satunya dan itu adalah cinta yg memang kedua nya harapkan.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...