
Entah dari mana asal nya tapi kabar tentang penyerangan kepada calon istri Amar Degazi kini berhembus kencang bak angin yg tak bisa di cegah. Mengingat kejadiannya di hotel, tentu tak sulit bagi para pencari berita untuk mendapatkan berita itu.
Sementara Sanjaya, dia menyewa seorang pengacara untuk membela putri nya dan membuat kasus itu harus terseret ke meja hijau. Karena bagi Sanjaya, Dilara di tangkap tanpa alasan yg jelas.
Sementara Bilal dan Faraz tak mau kasus itu tersebar karena itu sama saja menyebarkan bahwa Maryam telah di nodai.
Namun beda hal nya dengan Asma. Ia menuntut keadilan untuk putri nya, dan ia mengatakan setiap pelaku kejahatan terutama kejahatan seksual harus di hukum seberat mungkin. Mungkin ada ampun bagi mereka yg mencuri, tapi tidak bagi mereka yg merenggut kesucian seorang gadis.
Maria yg juga mendengar kabar itu segera kerumah sakit dan menjenguk Maryam. Di depan kamar Maryam, ia melihat Faraz yg tampak sangat kacau. Maria tak tega melihat boss nya yg biasanya tampak memeposan dan tegas, kini terlihat lunglai seperti kehilangan jiwa nya.
Maria duduk di samping Faraz, Maria bahkan menangis membayangkan apa yg terjadi pada Maryam, Maria sendiri pernah hampir di lecehkan tapi Faraz menolong nya, dan itu sudah membuat Maria sangat ketakutan.
"Pak, ini sangat tidak adil" lirih Maria "Maryam gadis yg baik, dia tidak pernah mengundang pria manapun untuk memandang dirinya, dia bahkan tidak pernah sekalipun mengenakan pakaian yg membentuk lekuk tubuhnya. Tapi kenapa semua ini harus terjadi pada nya? Dimana keadilan Tuhan? Dimana kasih sayang nya pada Maryam yg begitu baik hati?"
"Allah hanya sedang menguji kami, Maria" jawab Faraz dengan suara sangat rendah "Dia menguji ke sabaran dan ke ikhlasan kami, hidup kami milik Nya dan apapun yg terjadi, kami hanya bisa berdoa dan berserah diri pada Nya. Tapi kami yakin, akan ada hikmah yg besar di balik semua ini, dan Maryam akan mendapatkan keadilan"
Sementara di dalam, Asma duduk di kursi yg ada di samping bangsal putri nya yg sedang terbaring tak berdaya, Asma terus menangis sampai ia merasa lelah dan tak mampu lagi berusara, hanya isakan kecil dan air mata yg tiada henti mengalir di pipinya sebagai tanda betapa terluka dirinya.
Bilal pun tak bisa membendung air matanya, ia merengkuh istri nya yg sudah lemah karena begitu terpukul. Yg bisa mereka lakukan saat ini adalah berdoa dan saling menguatkan apapun yg terjadi.
Maryam sendiri sudah sempat sadar namun ia begitu histeris dan terus memberontak saat Dokter ingin memeriksa nya, membuat Dokter terpaksa menyuntiknya dengan obat penenang.
Di hotel, sejumlah polisi telah memeriksa kamar itu dan memberikan garis polisi. Mencari bukti di setiap inci kamar laknat itu untuk tahu apa yg terjadi dan siapa penjahat itu.
Dan Amar menemui pengacaranya untuk menuntut Dilara dan juga pria yg telah melecehkan calon istri nya. Satu satu nya bukti yg Amar miliki saat ini hanyalah cctv yg memperlihatkan Dilara masuk ke kamar itu sebelum Maryam dan pria itu masuk, dan setelah mereka masuk, beberapa menit kemudian Dilara keluar. Itu sudah cukup sebenarnya untuk menuntut Dilara bahwa ia menjebak Maryam.
Dan pengacara Dilara sedang meng intorgasi Dilara, menanyakan apa yg sebenarnya terjadi, kenapa Dilara masuk ke kamar itu. Apa yg Dilara lakukan disana. Namun Dilara enggan mengakui apapun.
Ia hanya mengatakan bahwa Maryam selingkuh dan penyerangan itu di lakukan selingkuhannya, dengan alasan mungkin dia tak terima jika Maryam menikahi pria lain.
Dilara sendiri heran, kenapa Erick bisa menyerang Maryam sampai seperti itu, yg Dilara perintahkan hanyalah Erick meniduri nya, hanya untuk mempermalukan Maryam dan membuat Amar meninggalkan nya. Seharusnya itu tidak menjadi sebuah kasus besar seperti sekarang yg harus di tangani polisi dan harus di bawa ke meja hijau. Itu akan mengacaukan hidup Dilara sendiri dan juga Erick.
Dilara sangat takut dan bimbang, jika Erick muncul, bisa saja Erick memberi tahu apa yg sudah Dilara rencanakan pada Maryam dan Dilara pasti akan di hukum sangat berat karena ia otak dari penyerangan itu. Tapi jika Erick tak muncul, maka Dilara akan terus di tahan sampai ada bukti bahwa Dilara tidak terlibat dalam penyerangan itu. Sementara di penjara ia sama sekali tidak di perlakukan dengan baik, ia terus di interogasi oleh pihak polisi dengan pertanyaan yg menjebak.
Jika Dilara mengatakan bahwa pria itu selingkuhan Maryam, maka polisi akan bertanya siapa selingkuhan nya? Apa hubungan nya dengan Dilara hingga mereka bertemu di hotel?
Jika Dilara mengaku tak mengenal pria itu, maka Dilara akan di tanya apa hubungan Dilara dengan Maryam? Kenapa bertemu di hotel seperti seorang teman bahkan Maryam membawa selingkuhan nya? Sementara Dilara hanya tiga kali bertemu Maryam dan itu pun selalu bersitegang dan banyak saksi untuk hal itu, bahkan Dilara pernah hampir menampar Maryam di restauran milik Amar. Cctv dan pegawai disana menjadi saksi.
Dan semua orang terdekat Dilara dan orang terdekat Amar tahu betapa Dilara tergila gila pada Amar dan ia pasti benci Maryam yg telah memiliki Amar, itu alibi yg sangat kuat bahwa Dilara menjebak Maryam.
Sekarang Dilara serba salah, senjata makan tuan.
.
.
.
Sementara Amar terus mencari tahu siapa pria yg membawa Maryam itu, ia menyewa seorang detektif handal untuk mencari tahu siapa pria yg telah berani menyakiti Maryam nya.
Amar harus menemukan semua bukti yg bisa memberatkan Dilara dan membuat ia di hukum dengan sangat berat begitu juga dengan pria itu.
.
.
.
Erick mengguyur tubuhnya di bawah shower dan ia terus memukul tembok kamar mandi hingga membuat kedua punggung tangan nya berdarah.
__ADS_1
"AAAGGH..." ia berteriak marah dan juga menyesal. Apa yg sudah ia lakukan? Sejak kapan ia menjadi iblis yg begitu keji dan menjijikan.
Erick tak bisa melupakan wajah gadis itu yg ketakutan, menangis dan memohon agar di lepaskan.
"Aggh... Sial" sekali lagi Erick meninju tembok dan bersamaan dengan itu, terdengar suara ibunya yg memanggil nya, meminta Erick mengantarkan sang ibu ke pasar.
Erick pun dengan cepat menyelesaikan mandi nya, setelah itu ia membalut luka di punggung jari jari nya.
Setelah siap, ia segera mengantar sang ibu ke pasar.
Erick terus diam dan memikirkan Maryam di sepanjang perjalanan, ia menyesali perbuatan nya. Dendam dan amarah membuat nya buta dan tak berperasaan, karena terus melamun Erick melewati jalur nya dan hampir saja motor nya bertabrakan dengan sebuah mobil namun syukurlah ia bisa menghindar dengan cepat.
"Ada apa, Rick?" tanya sang ibu yg melihat anaknya tampak berbeda.
"Engga apa apa, Ma. Mama engga apa apa kan?" tanya Erick khawatir.
"Engga apa apa, jangan melamun kalau lagi nyetir. Bahaya lho" seru sang ibu dan Erick kembali melajukan motor nya.
Setelah mengantar ibunya ke pasar, Erick segera pulang dan memberi tahu ibunya ia merasa tidak enak badan.
Sesampainya dirumah, Erick di kagetkan dengan Lily yg menangis sambil menatap layar tv kecil di depan nya.
"Ly, ada apa?" tanya Erick langsung menghampiri Lily yg duduk di sofa yg sudah usang.
"Kak Angel... Hikss..." Lily menujuk layar TV yg menyiarkan penyerangan terhadap calon istri Amar Degazi.
Tubuh Erick menengang seketika. Ia bahkan menahan nafas mendengar pembawa acara yg memberitakan apakah itu penyerangan ataukah perselingkuhan karena rekaman cctv Maryam yg masuk ke hotel bersama seorang pria telah tersebar entah dari mana sumber nya.
"Lily, jangan nangis. Itu kan terjadi pada gadis itu, bukan pada Lily" ucap Erick pelan.
"Tapi Lily juga wanita, gimana kalau Lily yg ada di posisi nya" ucap Lily masih terisak dan itu membuat hati Erick semakin di penuh rasa bersalah "Dan Lily yakin, Kak Angel engga akan selingkuh. Dia pasti di jebak, Kak Angel bahkan engga pernah berteman dengan laki laki, semua orang tahu seperti apa Kak Angel" tutur Lily panjang lebar yg membuat Erick semakin merasa berdosa dan menyesal.
"Siapapun yg menyakiti wanita sebaik Kak Angel, pasti iblis yg sangat keji" lanjut nya yg membuat Erick semakin menengang "Kak Angel wanita baik baik, Kak. Dia bahkan melarang Lily pakai rok pendek supaya bisa menjaga diri dari pandangan laki laki"
"Sudah, masuk ke kamar mu" titah Erick kemudian dan langsung mematikan TV.
"Tapi, Kak..."
"Jangan menonton berita itu lagi, itu hanya akan membuat mu semakin sedih kan?"
"Lily sangat sedih, Kak Angel sudah membantu Lily dalam banyak hal, dia memberikan pekerjaan, dia bahkan membantu Lily menyelesaikan tugas sekolah dan Lily dapat nilai A+. Lily bahkan menelepon Kak Angel untuk memberi tahu hal itu, tapi bagaiamana bisa semua ini terjadi pada Kak Angel, itu sangat jahat, engga adil, pelakunya harus masuk neraka dan tinggal bersama iblis yg kejam di dasar neraka"
"CUKUP, LY!" bentak Erick yg langsung membuat Lily tersentak kaget dan diam seketika "MASUK KE KAMAR MU!" perintah nya lagi dengan marah dan karena takut, Lily pun segera kembali ke kamar nya.
Erick pun kembali ke kamarnya sendiri, ia menutup pintu dengan sangat kasar, ia membanting semua barang barang di kamar nya dengan sangat marah.
Dan sekarang nama baik Maryam telah tercemar karena sebagian pihak menganggap itu adalah perselingkuhan dan Maryam di pukuli selingkuhannya karena akan menikahi pria lain. Ya, itu adalah teori keji Dilara yg di sebar luaskan melewati pengacaranya pada pencari berita tentu dengan cara samar samar.
Kini bahkan perhatian orang orang tertarik pada keluarga besar Maryam yg notabane nya adalah pemilik pesantren.
.
.
.
Tak hanya menyewa detektif, Amar juga menyewa dua orang hacker handal untuk mencari tahu siapa pria itu.
Berkat kerja sama detektif, polisi dan hacker, mereka mendapatkan rekaman cctv dari sebuah mini market di dekat kampus Maryam yg memperlihatkan seorang pria berada dalam taksi bersama Maryam saat taksi itu melintas disana.
__ADS_1
"Kita mendapatkan gambar nya" ujar seorang hacker pria dan ia mengambil gambar pria itu dari rekamakan cctv yg di dapat nya.
"Gambar nya tidak jelas, apa bisa di ketahui siapa pria itu?" tanya Amar sembari memandangi layar monitor sang hacker.
"Bisa, Tuan. Tunggu beberapa menit, dari foto ini kita bisa mendapatkan indentitas pria itu" ujar nya lagi.
Amar sangat tidak sabar menangkap siapa pelaku kejahatan itu dan dia bersumpah akan menghancurkannya.
Setelah beberapa menit menunggu.
"Tuan, kita dapatkan identitas nya" ujar seorang hacker wanita dan segera memperlihatkan layar monitor pada Amar.
"Erick Baldwin?" gumam Amar seolah tak asing dengan nama dan wajah pria itu.
"Sial, dia putra nya Chandra Baldwin?" geramnya kemudian.
"Apa kamu bisa melacak keberadaan nya?"
"Sedang kami usahakan, dia mahasiwa di salah satu universitas negeri. Kita bahkan sudah mendapatkan nomor telepon nya"
"Bagus, dia pasti berhubungan dengan Dilara. Bisa kamu melihat isi ponsel nya?"
"Bisa, Tuan. Tunggu sebentar" ujar kedua hacker itu kemudian dengan cekatan jari jarinya bergerak di atas keyboard sedangkan tatapan nya tetap fokus pada monitor di depan nya.
"Dilara menghubungi nya sebanyak tiga kali dalam seminggu terakhir" tutur hacker pria itu.
"Tuan, saya memeriksa isi folder ponsel nya" ucap hacker wanita itu.
"Buka, mungkin kita bisa menemukan sesuatu disana" perintah Amar. Dan hacker wanita itu pun mematuhi nya. Matanya dengan begitu teliti melihat setiap isi folder itu dan terlihat tak ada yg mencurigakan.
Namun bukan hacker namanya jika tak menemukan sesuatu yg tersembunyi no system is safe.
"Dia menyembunyikan sebuah video"
"Paling video dewasa" ujar sang hacker pria yg langsung mendapatkan tatapan tajam Amar karena saat ini mereka sedang sangat serius. Dan sang hacker pria itu pun langsung menunduk takut.
Dan setelah memutar video itu...
Amar sangat terkejut, itu memperlihat Maryam yg berjalan di belakang Erick dan memukul Erick namun video itu tak memperlihatkan wajah kedua nya karena seperti nya di rekam dari tempat yg rendah sedang kedua nya berdiri. Tapi terdengar jelas kalau Erick meringis kesakitan dan terekam jelas saat Erick menampar Maryam hingga Maryam terjatuh dan Maryam mengerang kesakitan.
"Stop!" perintah Amar yg membuat sang hacker wanita langsung mam pause video nya "Kalian semua keluar, kecuali kamu" perintah Amar pada semua orang yg ada diruangan itu dan kini ia tinggal berdua bersama hacekr wanita.
Amar tak ingin ada yg melihat isi video itu karena ia tahu apa yg selanjutnya akan terjadi. Dan ia sendiri tak sanggup melihat video itu yg mencabik cabik hati nya.
"Apa kamu bisa menyalin video itu?" tanya Amar.
"Bisa, Tuan" jawab gadis itu. Amar pun menyerahkan sebuah flashdisk dan meminta wanita itu menyalin video nya.
"Apa kamu bisa menghapus video itu dari ponsel Erick?"
"Bisa, Tuan. Tapi saya harus mengirimkan link palsu yg terlihat normal tapi sebenarnya berisi virus dan Erick harus membuka link itu supaya virus bekerja. Kita bisa mengirimkan nya lewat email, selain itu jika Erick membuka link itu dari ponsel dan laptop nya, maka itu akan merusak semua file yg ada disana"
"Kalau begitu lakukan, Erick pasti menyimpan video itu di ponsel dan laptop nya"
"Tapi saya harus mengirimkan link berupa apa yg bisa membuat dia tertarik dan membuka nya?"
"Lowongan pekerjaan" jawab Amar cepat, ia tahu keluarga Erick dalam kesulitan dan mereka pasti menginginkan pekerjaan.
"Baik, Tuan"
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...