
"Non Maria, di luar ada orang, kata nya mau liat liat rumah"
Bi siti memberi tahu Maria yg saat ini sedang membaca buku nya seperti biasa. Dan mendengar ada orang mau melihat rumah nya, membuat Maria begitu senang, ia berharap rumah nya cepat laku dengan harga yg tinggi, karena Maria harus cepat cepat kembali ke Amerika. Apa lagi ia sudah mendengar kabar pernikahan Faraz dan Afsana.
Maria senang, tapi tak bisa ia pungkiri ia juga sedih karena bagaiamana pun juga hatinya mencintai Faraz.
"Iya, Bi. Sebentar lagi aku turun" seru Maria sembari mengambil hijab nya dan mengenakan nya dengan benar.
Setelah itu, dengan di temani Bi Siti, Maria turun untuk menemui orang itu. Dan betapa terkejut nya Maria melihat pria itu lagi.
"Kau? Apa yg kau lakukan disini?" tanya Maria.
"Aku mau melihat rumah mu yg katanya mau di jual" jawab pria itu.
"Dari mana kamu tahu rumah ku mau di jual?"
"Aku bisa melihat dengan baik dan membaca dengan lancar poster besar di depan" jawab pria itu sambil tertawa kecil, Maria memaksakan diri mengunggingkan senyum ramah nya "Jadi, kamu mau cash atah cek?" tanya nya kemudian yg membuat Maria semakin bingung.
"Kamu mau membeli nya? Sebelum melihat rumah nya?"
"Iya, jadi mau di jual berapa? Satu atau dua miliar atau lebih?"
Maria hanya bisa membuka mulut nya dan berusaha berfikir jernih, meyakinkan dirinya sendiri pria ini tak sedang bermain main dengan nya.
"Siapa nama mu? Maksud ku, boleh aku tahu identitas mu?" tanya Maria pada akhir nya.
"Nabil Arrasyid, ini ID card ku" Nabil menyerahkan ID card nya dan Maria tahu dia bukan orang Indonesia.
"Kamu tinggal di Mekkah? Buat apa membeli rumah di Indonesia?"
"Itu urusan ku, Nona. Jadi kamu mau menjual nya atau tidak?" tanya Nabil. Dan Nabil menawar dengan harga yg tinggi tentu Maria mau menjual rumah nya. Kemudian ia kembali memperhatikan ID card Nabil dan seketika ia teringat dengan wajah tak asing ini.
"Tunggu, aku pernah melihat mu... Di foto" ucap Maria ragu, mencoba mengingat kembali dimana ia melihat foto Nabil.
"Kalau kamu pernah berkunjung kerumah Nenek, pasti kamu melihat banyak foto ku disana" seru Nabil
"Nenek?" tanya Maria "Nyai Mufar?" tanya nya tak percaya dan Nabil mengangguk dengan santai.
"Masih keluarga Faraz" batin Maria tak percaya. Bagaiamana bisa?
"Maaf, Tuan. Rumahnya sudah di jual ke orang lain" ucap Maria sembari mengembalikan ID card Nabil dan Nabil menerima nya dengan senyum miring.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu engga mau menjual rumah mu pada keluarga Faraz?" tanya Nabil terang terangan.
Sebenarnya Maria hanya tak ingin terus terkoneksi pada Faraz dan keluarga nya. Bi Siti adalah bantuan terakhir yg bisa dia terima, Maria tak mau lagi.
"Bukan, tapi memang sudah ada pembeli nya" tegas Maria.
"Jangan berbohong, Maria. Kalau rumah nya sudah laku, kenapa poster nya tidak di turunkan? Dan kenapa tadi kamu menyambut ku dan hanya menolak ku saat kamu tahu aku keluarga Faraz?"
Maria tak tahu lagi harus menjawab apa. Karena memang benar, ia menolak Nabil karena Nabil adalah keluarga Faraz.
"Aku mau membeli nya, besok siapkan semua surat surat nya. Dan aku berapa pun harga yg kau minta, aku akan membayar nya"
"Kenapa? Apa kamu tertarik memiliki rumah ini?"
"Aku tertarik memiliki pemilik nya" seru Nabil dengan enteng nya, membuat Maria melongo tak percaya dengan pendengaran nya. Namun belum sempat ia bersuara, Nabil sudah pergi dari hadapan nya.
Maria dengan cepat berlari mengejar nya.
"Hey, tunggu..." teriak nya yg berhasil menghentikan langkah Nabil.
"Jangan berlari, Maria. Kamu sedang hamil" tegas Nabil.
"Dia bahkan tahu aku hamil, dia juga pasti bagaiamana aku bisa hamil"
"Yg mana?" tanya Nabil membuat Maria kesal.
"Tadi, apa maksud mu tertarik memiliki pemilik nya?" Maria bertanya dengan suara rendah. Entah kenapa punya firasat tidak baik pada sepupu Faraz ini.
Bukan nya menjawab, Nabil malah tersenyum miring.
"Kita bertemu lagi besok, siapkan surat surat rumah ini, dan tentukan harga nya" setelah mengucapkan itu, Nabil segera masuk kedalam mobil nya membuat Maria kembali kebingungan dengan tingkah pria asing ini.
Nabil menyalakan mobil nya, kemudian membuka kaca mobil nya.
"Dan satu hal lagi, Maria. Jangan berlari, di awal kehamilan, janin mu masih sangat lemah" dan sekali lagi, Nabil tak memberi Maria kesempatan untuk berbicara, dia langsung melajukan mobil nya, meninggalkan Maria yg masih mematung dan mencoba mengerti apa mau Nabil sebenarnya.
Sementara Nabil, ia sesekali masih melirik Maria dari kaca mobil nya dengan tatapan yg sulit di mengerti.
Antara marah dan kasihan, antara kecewa dan bersimpati.
Nabil tak datang ke Indonesia hanya untuk menyaksikan akad Faraz, tapi ia datang untuk wanita itu, untuk Maria.
__ADS_1
Beberapa bulan yg lalu, saat Ummi nya kembali ke Mekkah setelah menghadiri pernikahan Laila, Ummi nya menujukan foto foto resepsi pernikahan Laila pada Nabil. Dan saat itu, Nabil melihat foto seorang gadis yg tampak cantik dengan balutan pakaian syar'i nya.
Nabil melihat ada sesuatu yg berbeda dari tatapan wanita itu, seperti kosong, namun di balik tatapan kosong itu, Nabil merasa ada sesuatu dalam dirinya yg membuat Nabil tertarik pada nya.
Saat Nabil menanyakan pada Ummi nya siapa wanita itu, Ummi nya memberi tahu segala nya tentang Maria dan siapa Maria.
Nabil sangat terkejut saat mengetahui Maria adalah gadis ateis, namun Nabil justru semakin tertarik pada nya. Nabil bahkan mencari Maria di akun sosial media dan mengikuti nya, melihat aktifitas Maria yg Maria posting di akun nya.
Nabil sangat tidak sabar ingin menemui Maria dan mendekatinya.
Apa lagi saat ia melihat Maria memposting foto nya dengan hijab, dan menghapus foto foto lama nya yg tanpa hijab. Seolah memberi tahu bahwa Maria telah berubah dan kini ia menjadi muallaf. Nabil sangat senang dan mengucapkan syukur.
Dan sekali lagi, ia semakin tertarik pada Maria, namun Nabil tak memberi tahu siapapun tentang perasaannya itu.
Hingga akhirnya ia bisa meluangkan waktunya untuk pulang ke Indonesia bersama kakek nenek nya sekalian menghadiri acara akad nikah Faraz dan Afsana.
Nabil menanyakan tentang Maria pada Faraz, karena yg Nabil tahu, Maria bekerja pada Faraz. Dan Faraz mengatakan Maria sudah mengundurkan diri, meskipun Faraz sudah meminta Maria bekerja kembali, namun Maria tak mau dan tetap memilih mengundurkan diri.
Ketika Nabil bertanya kenapa Maria mengundurkan diri, tentu Faraz hanya akan menjawab 'Mungkin dia ingin fokus kuliah' karena tak mungkin menyebarkan aib Maria.
Namun betapa terkejut nya Faraz saat Nabil mengutarakan perasaan yg di milikinya pada Maria dan berniat ingin meminang Maria.
Saat itulah Faraz tak punya pilihan lain selain memberi tahu kebenaran tentang Maria, segala nya. Bahkan Faraz mengatakan ia hampir saja menikahi Maria jika Maria masih pada kerapuhannya. Tapi Maria wanita yg kuat dan mandiri.
Nabil merasa seperti di hantam batu besar mendengar kehamilan Maria, Nabil sangat tidak percaya akan hal itu.
Hati sudah terlanjur mencintai Maria, tapi menerima Kenyataan Maria tak lagi suci dan mengandung benih orang lain, membuat Nabil sangat kecewa dan merasa patah hati. Apa lagi mengetahui bahwa Maria mencintai sepupu nya sendiri, membuat Nabil semakin merasa patah hati dan kecewa.
Nabil pun memutuskan untuk tak mengenal Maria dan melupakannya, ia berniat akan kembali ke Mekkah setelah akad nikah Faraz.
Namun rasa penasaran tentang Maria tak bisa ia singkirkan begitu saja.
Nabil meminta alamat rumah Maria pada Faraz, dan saat itu ia mulai mengikuti kemana Maria dan mengawasi nya diam diam.
Membuat Nabil tahu apa saja kegiatan Maria, Maria sering pergi ke toko buku, pergi ke perpustakaan dan terkadang berbelanja, dan juga menghadiri kajian di masjid setiap sore hari bersama Maryam yg selalu menjemput nya, tapi tak sekalipun Maria pergi ke kampus nya, membuat Nabil berkesimpulan mungkin Maria berhenti kuliah karena kehamilan nya.
Dan karena sering mengikuti Maria, Nabil menjadi tahu, bahwa Maria telah berubah total. Apa lagi Maria sering pergi ke masjid yg tak jauh dari rumah nya bahkan jika hanya untuk melaksanakan sholat wajib saja.
Dan ketika melihat poster rumah di jual dan ternyata itu rumah Maria, muncullah ide Nabil untuk membeli rumah itu dan ia ingin mengenal Maria secara langsung.
Soal perasaan nya, ia akan fikirkan itu nanti. Sekalipun Nabil bisa menerima Maria apa ada nya, tapi Nabil tahu, kedua orang tua nya takkan menerima Maria begitu saja.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...