T O H

T O H
Jaket Merah Putih


__ADS_3

Tetap di RSUD Jombang,


Dua kilatan petir yang menyambar tanah pekarangan pas di depan ruangan bersalin. Akhirnya membentuk dua wujud makhluk astral dari alam kegelapan antah berantah penuh kengerian.


Satu berwujud tubuh manusia namun berkepala serigala dengan lidah layaknya anjing gila terus menjulur dan meneteskan ludah menjijikkan. Sekujur tubuhnya dipenuhi bulu layaknya serigala namun berwujud manusia berjalan layaknya manusia namun kukunyah terlihat begitu runcing dan tajam memilik mulut moncong selayaknya serigala. Melolong layaknya anjing hutan.


Satu lagi berbentuk tubuh manusia dengan seluruh tubuh ditutupi bulu hitam namun selayaknya rupa bulu domba. Berkepala seperti kerbau, tetapi hanya berbentuk tengkorak. Tanpa mata tanpa kulit dan tanpa lidah hanya tengkorak kepala kerbau menempel menjadi kepala.


Mereka dapat berbicara satu sama lain, tetapi bagi orang awam tak mengerti akan yang mereka ucapkan dan hanya mendengar seakan orang yang tengah bergumam satu sama lain. Dua wujud astral terus melangkah maju ke arah ruangan bersalin dimana Sari tengah dirawat dan melakukan persalinan untuk melahirkan anak pertamanya.


Angin masih terus kencang dengan hujan masih terus lebat mengguyur RSUD Jombang. Seakan ada yang aneh sebab beberapa meter dari pagar pembatas rumah sakit dengan beberapa bangunan di kanan dan kiri tiada basah sama sekali tak ter dampak hujan angin yang tengah dirasakan oleh petugas rumah sakit dan beberapa pasien di dalamnya. Seakan hujan hannyalah hujan lokal yang mengenai sekitar RSUD Jombang saja tak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.


Sementara dua makhluk buas terus mendekat dengan langkah agak menghilang lalu ada kembali tampaknya makhluk astral tergolong sejenis genderuwo setengah siluman yang datang kali ini agak sakti.


“Ami, kau sudah siap bersenang-senang saudara ku, eh Ami ngapain! Itu loh ada makhluk setan jelek malah bolak-balik jaket T O H, woi Ami,” teriak Falak yang telah siap memasang kuda-kuda hendak menyerang namun iya urungkan sebab melihat saudara kembarnya malah duduk santai sambil melihat Jaket baru T O H untuk generasi ketiga.


“Ini loh Lak desainnya keren bingitz pakek z, hehe, warnanya ini loh atas merah bawah putih macam bendera Indonesia saja ya. Woi ada sakunya di lengan loh keren sabi, weh lambangnya T O H ini foto petinggi Pak Jaka dan istrinya kah bisa jadi kartun ya weleh-weleh mantap-mantap,” celetuk Ami membolak-balik Jaket baru T O H untuk generasi ketiga yang baru dibagikan seminggu yang lalu.


“Haduh ingin aku tangisi punya saudara kembar kayak kamu Mi, Ami. Ada orang mau berantem mana lawannya setan lagi. Dia malah duduk santai sambil pasang treepot pasang HP bikin Video review. Ya Allah tolong aku kenapa kau kasih aku saudara macam begini menyesal aku jadi saudaramu, sudah Ayo baku hantam kasihan Bu hajah Sari nanti kalau sampai dua makhluk ini masuk ke ruangan bersalin,” cetus Falak menenteng kerah baju belakang Ami menciwirnya selayaknya membawa anak kucing.


“Eh Falak sebentar HP aku,” teriak Ami agak memberontak ingin mengambil ponselnya yang masih teronggok diatas treepot.

__ADS_1


“Sudah biarkan saja kita kemari ditugaskan oleh pemimpin muda T O H Mas Halilintar bukan untuk main-main tapi untuk menolong Mas Haji Dava salah satu petinggi T O H. Masalah HP mu kalau rusak nanti mintak bon sama petinggi utama Pak Jaka beliau paling kaya diantara petinggi lainnya,” oceh Falak yang ternyata hanya menenteng jaket T O H namun Ami sudah melesat maju dahulu menghadapi dua makhluk jahanam yang terus mendekat.


“Haduh memang benar ya punya saudara kembar satu ini ingin aku tangisi saja. Boleh enggak sih aku nangis saja enggak jadi baku hantam. Bodo amat lah sama Ami kezel aku ah,” ucap Falak ikut melesat sambil membuka tanggangnya yang tiba-tiba kukunyah memanjang namun bukan seperti para setan tetap serupa tangan manusia tetapi menjadi lebih besar dan berkuku tajam dengan setiap ruas jari berurat keras dan besar.


Jurus seperti ini hanya dimiliki oleh keluarga Wonosalam. Almarhum Gus Lukman dahulu sering menggunakannya. Ami dan Falak masih memiliki garis darah kerabat dekat pada Gus Lukman. Bahwa bapak dan Ibu mereka termasuk adik Gus Lukman yang paling kecil.


Tapi saat perang sepuluh tahun silam mereka berdua sedang berada di desa Mbanjar Kerep sampai sekarang setelah usai perang mereka tinggal di rumah Dava di salah satu bangunan yang dibuat Dava bagi anak-anak korban perang dan tak punya lagi orang tua. Sebab orang tua mereka gugur dalam perang dan mereka menjadi anak yatim piatu.


Yang istimewanya pada tangan Ami pun sama dapat tumbuh besar selayaknya tangan genderuwo tapi tetap berwujud tangan manusia tapi berada di sisi lengan telapak tangan kiri sedangkan Falak berada di telapak tangan kanan.


Klan keluarga Wonosalam memang istimewa anak lelaki mereka memiliki ciri khas seperti demikian bertangan super namun hanya satu sisi entah itu di telapak tangan kiri atau telapak tangan kanan.


“Ami arah jam sembilan,” teriak Falak mengingatkan Ami akan arah serangan serigala jadi-jadian yang menyerang samping kirinya.


Satu pukulan Ami pas mendarat pada moncong serigala jadi-jadian. Bruk..., terkaparlah serigala jadi-jadian dengan moncong mulut yang tak berbentuk moncong kembali. Telah penyok bagai kaleng kerupuk di injak.


“Hayo, hayo mau kemana, hayo loh, ha, huwa, hust, hust,” ucap Ami menakut-nakuti serigala jadi-jadian sambil mengentak-entak tanah seakan menakut-nakuti anak kecil atau keponakannya saat bercanda dengan mereka.


“Ing, aing, kaing,” Serigala Jadi-jadian yang semula garang berubah bersuara seperti anjing yang sedang kesakitan dan begitu ketakutan. Sambil merangkak terus mundur ke belakang lalu berlari pergi tetap dengan merangkak layaknya anjing kalah duel.


“Hu..., tadi seperti hebat sekali, gayanya kayak enggak ada lawan dipukul sekali kabur dasar cetan. Falak jaketku mana nanti sobek lagi,” teriak Ami meminta Jaket T O H baru yang masih di genggam Falak di tangan kirinya.

__ADS_1


Wust, wutz, tiba-tiba jaket sudah terpakai oleh Ami dari arah belakang, “Asyik jadi mirip film India kita jaket terbang langsung terpakai, hehe, lanjutkan Brow mau lanjut review jaket warna merah-putih seragam kebanggaan kita ini, identitas T O H ini,” kata Ami berjalan ke arah lorong depan ruang bersalin.


Tapi saat Ami tiba di atap lorong depan ruang bersalin Falak telah ada bersandar di salah satu tiang penyangga atap lorong rumah sakit depan ruang bersalin.


“Eh kok kamu disini Lak, lah itu si kerbau gila tadi apa sudah selesai kamu bantai?” tanya Ami agak bingung sebab Falak begitu cepat mengakhiri petarungan.


“Tuh liat saja sendiri,” ucap Falak menunjuk ke salah satu bagian pekarangan depan lorong tempat mereka berdiri dimana di pekarangan tersebut ada sosok Kerbau siluman yang berdiri dengan bolong pas di jantungnya dan perlahan hancur lalu menjadi debu tertiup angin.


“Hore...!?,” Ami menampakkan kesenangan dengan wajah gembira dan tepuk tangan.


“Oh stres! Sudah ayo santai dulu kita ngopi dulu. Kamu kebiasaan Ami musuh kau biarkan hidup dan kabur nanti suatu saat kalau mereka balas dendam bagaimana?” tanya Falak sambil berjalan ke arah ruangan bersalin.


“Ya di pukul lagi hehe, eh mau cari kopi dimana, masak ya ada kopi di rumah sakit, Lak Falak tunggu!?” teriak Ami berlari mengejar Falak yang sudah berjalan agak jauh dari Ami.


“Oh bocah gemblong,” gerutu Falak terus berjalan ke arah ruangan bersalin.


***


sedikit tembusan ya bagi yang mencari Mas Dalang hehe...😂😁


ada disini @Cacak_Endik

__ADS_1


__ADS_2