T O H

T O H
Raja Siluman Adi Yaksa


__ADS_3

Di salah satu sisi pegunungan Anjasmara ada sebuah area yang dikelilingi dengan bukit dan rawa. Di sebelah barat terkenal dengan singa yang penuh dengan ular beracun, di sebelah timur ada sebuah dinding jurang dengan bebatuan yang tajam.


Di sebelah selatan ada legenda pasir hisab dan di sebalah Utara ada pemukiman gaib para raksasa.


Ditengah area itulah terdapat sebuah lembah yang dinamai lembah neraka oleh para penduduk di sekitar keempat sisi penjuru lembah tersebut. Daerah ini begitu angkernya sehingga sering jua disebut hutan perawan tak pernah terjamah oleh makhluk apapun sekalipun itu hewan jua enggan menapaki lembah paling mengerikan itu.


Legendanya dulu sekali antara mitos atau fakta namun dongeng ini dituturkan dari mulut ke mulut oleh orangtua kepada anaknya agar sang anak tak berani menjamah area hutan larangan tersebut.


Legendanya sekelompok siluman tanpa nama memiliki seribu wajah yang gemar menyantap daging apapun yang datang ke lembah neraka sebagai makanannya meskipun itu seorang manusia.


Kelompok siluman ini di kisahkan di pimpin oleh seorang raja siluman yang sakti dan gemar membuat onar menculik anak gadis maupun bayi atau ibu hamil di semua perkampungan yang berada di sekitar empat penjuru lembah.


Dahulu kala jauh sebelum masa kerajaan. Bahkan perkampungan masih sangat jarang, pernah ada satu kampung yang tiba-tiba hilang karena di perkampungan itu terlihat sosok makhluk manusia tanpa dua garis di antara hidung dan bibir melintasi jalan desa.


Dengan kata lain sosok para siluman seribu rupa pimpinan Adi Yaksa begitu brutal dan ganasnya. Sehingga dapat menghabiskan satu desa dalam sekejap saja dengan kesaktiannya yang begitu mengerikan.


Pernah suatu ketika di kisahkan dari mulut ke mulut ada satu pertapa dengan seorang muridnya yang tanpa sengaja singgah dan menetap di salah satu sisi lembah. Saat itu sang nurut bertemu sesosok gadis cantik jelita tengah mandi di salah satu pancuran mata air di salah satu sendang atau waduk kecil di tengah hutan saat sang murid tengah mengumpulkan kayu bakar.


Karena mata batin sang murid yang sudah sangat tajam, karena seringnya terasah dengan kepasrahan dan doa pada Sang Yang Pencipta Jagat Mayapada. Sehingga sang murid yang bernama Satria langit mengetahui sebenarnya Si gadis cantik nan molek yang tengah mandi bukanlah manusia.

__ADS_1


Singkat cerita Satria Langit memanah Si gadis siluman pas di dahinya dan si gadis menjelma menjadi ular naga raksasa. Saat itu perkelahian tidak bisa di hindari namun karena kalah sakti oleh Satria langit ular berkalang tanah mencair masuk ketanah mengeluarkan bau busuk yang menyengat.


Dari hari itu si gadis yang ternyata Putri dari raja siluman Adi Yaksa itu membuat geger kerajaan siluman lembah neraka. Setiap hari ada saja makhluk tak kasat mata yang datang mengganggu di sekitar gubuk tua yang didirikan Sang Guru bernama Effendik Jangkaru. Tetapi berkat Restu Sang Tunggal pencipta jagat guru dan murid akhirnya dapat menaklukkan kerajaan siluman Adi Yaksa.


Dengan cara menyegelnya di salah satu gua para raksasa di bukit salak. Konon katanya setelah penyegelan Adi Yaksa keadaan mulai membaik huru-hara dan ketakutan para penduduk di sekitar lembah menjadi damai tanpa kekhawatiran yang berlebihan. Sang guru Effendik dan muridnya Satria Langit menyebarkan budi pekerti luhur dan cara bermasyarakat yang baik dengan menyembah yang Haq dan Maha Tunggal.


Ribuan tahun berselang dari kisah petapa dan muridnya hari ini Lembah neraka yang semula tak tersentuh kembali terusik karena paham-paham manusia di sekitar lembah yang kembali melenceng dan menyalah gunakan ajaran Budi luhur dan pemahaman-pemahaman keagamaan adat istiadat baik yang telah di tanamkan dengan memuja selain Allah.


Duar...


Letusan dahsyat dari gua yang semula tertutup batu besar dan rayutan sehingga tak nampak dari luar. Meletus seketika membuat lubang menganga kembali menampakkan wujud asli bahwa gua itu ada di salah satu tebing sekitar lembah neraka.


Sosok tanpa rupa bermuka datar bertanduk kedua sisi kepala memiliki ekor di belakangnya dan berjari layaknya ayam bertangan layaknya harimau berdiri menjulang tinggi.


Di tengah-tengah lembah neraka tepatnya di semak belukar penuh lumpur basah. Keluarlah sosok-sosok seperti genderuwo namun terbuat dari lumpur menyeruak ke atas permukaan.


“Panglima raja kita sudah terbebas, Raja Adi Yaksa sudah terbebas dari belenggu segel Satria Langit. Sudah saatnya kita membangun kerajaan siluman kita kembali,” ucap salah satu siluman berkasta prajurit.


“Benar itu prajurit kita harus lekas menemuinya kali ini sang raja pasti mengarah pada perkampungan di bawah gunung ini untuk mencari mangsa karena saking laparnya terkurung di gua itu ribuan tahun lamanya,” ucap Panglima Dlanggu salah satu panglima kepercayaan Adi Yaksa.

__ADS_1


Puluhan siluman berwujud lumpur kembali menenggelamkan diri perlahan menghilang ke bawah dari atas permukaan lumpur hitam rawa-rawa lembah neraka. Untuk mencari sosok rajanya yang baru saja terbebas.


Puluhan burung gagak hitam dan puluhan burung hantu yang selalu bertengger di sekitar lembah neraka kini menampakkan wujud aslinya menjadi sosok wanita-wanita cantik yang sedang bergelayutan di atas pepohonan


Ratu Waksi Yanaya Raja Adi Yaksa telah terbebas tidakkah kita membantu sang raja mencari makan darah segar?” ucap salah satu dayang yang semula berwujud burung gagak hitam.


“Tentu dayang, aku jua sudah terlampau rindu pada suamiku tercinta Adi Yaksa dan dengan kebangkitannya aku akan segera membalaskan dendam pada garis keturunan Satria Langit,” kata Ratu Waksi dengan cepat merubah dirinya kembali menjadi seekor burung gagak hitam diikuti para dayang dan prajurit siluman wanita dari lembah neraka.


Seakan lembah neraka di penuhi sosok burung gagak hitam dan burung hantu yang beterbangan menuju perkampungan warga menyusul sang Raja Adi Yaksa.


Di area perkampungan warga yang tengah sunyi karena di tinggal penduduknya terlelap sebab lelahnya di bekerja di siang hari begitu sepi. Di salah satu sisi perkampungan ada suara bayi menangis lalu di susul suara teriakan ibu sang bayi.


Bayiku!


Membuat keadaan desa yang semula sepi menjadi ramai. Ketokan kentungan terus berbunyi dari segala penjuru desa mencari sang bayi. Sedangkan sang bayi tinggal kepalanya yang di buat santapan beberapa siluman.


“Aku puas aku sudah kenyang, hahaha...,” teriak Sang Raja Siluman Adi Yaksa sambil mengusap mulutnya yang penuh dengan darah bayi.


Satu burung gagak datang hinggap di samping Adi Yaksa berubah menjadi sosok siluman wanita begitu cantik nan molek.

__ADS_1


“Sayang aku rindu,” ucap sosok siluman wanita yang tak lain adalah Ratu Saksi.


“Sini sayang aku peluk, aku jua teramat rindu padamu,” ucap Raja Adi Yaksa.


__ADS_2