T O H

T O H
Acara Pertunangan


__ADS_3

Pagi menjelang di desa Mojokembang, langit sedang cerah-cerahnya hari ini. Beberapa warga sudah memulai aktivitasnya kembali setelah berbulan-bulan ketakutan akan bahaya yang di timbulkan oleh peperangan. Kali ini para warga begitu bersemangat melakukan kegiatan dengan semestinya ada yang sudah mulai ke sawah untuk melihat tanaman padi mereka yang mulai menguning, ada juga yang membenahi beberapa sudut rumah yang roboh akibat dari peperangan yang terkadang menimbulkan kerusakan.


Ada pula yang sudah mulai membuka tokonya untuk berjualan kembali setelah sekian lama tutup. Nampak desa Mojokembang mulai bergeliat kembali begitupun seluruh sendi kehidupan di seluruh sudut kota Jombang mulai berbenah kembali setelah masa kelam amat panjang hampir lebih dari setahun para warga dicekam ketakutan dan bahaya kehancuran.


Di rumah Haji Wachid tengah riuh-ramai oleh beberapa tamu yang datang dan juga rombongan keluarga Gus Bagus yang telah hadir dari kecamatan Tunggorono. Terlihat keluarga Haji Wachid berjajar rapi berseragam hijau muda sangat serasi di pelataran rumah hendak menyambut rombongan dari keluarga Gus Bagus.


Haji Wachid terlihat sangat gagah dengan setelan kemeja batik hijau dan celana bahan hitam berpeci hitam berdiri paling depan barisan seraya tersenyum bahagia di dampingi Umi Epi yang nampak anggun dengan gaun batik hijau bermotif bunga-bunga. Di samping Umi Epi keluarga kecil dari Jaka nampak sibuk menenangkan Beby Wahyu yang terus meronta ingin minta gendong pada kakeknya namun terus di pegangi Putri yang menggendongnya erat.


“Jangan Nak, Kakek sedang sibuk itu nanti saja ya,” ujar Putri.


“Wahyu anak Ayah tidak boleh nakal ya?,” ucap Jaka ikut membetulkan kain gendongan yang di buat menggendong Beby Wahyu oleh Putri.


Di sebelah Putri berjajar pasangan yang lagi viral di kalangan anggota T O H yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan yakni Dava dan Sari. Mereka nampak diam sambil tersenyum tersipu malu-malu. Di sebelahnya lagi Haji Kardi dan Umi Emi serta kakak perempuan Dava Eka yang tengah liburan dari kuliahnya Dubalang ikut dalam barisan. Dan di sebelahnya lagi ada keluarga dari Pak Paimen dengan Eni dan Aris juga ikut berbaris. Di paling ujung ada keluarga Haji Sugian yang tengah repot dengan si kecil Aisyah.


“Abah itu ada Haji Kasturi dan beberapa punggawa T O H datang,” ucap Umi Epi menyenggol pundak Haji Wachid agar Haji Wachid menyambut kedatangan sang guru besar Haji Kasturi yang datang dengan tongkat jalan kebesarannya.


Di belakang Haji Kasturi ikut jua keluarga Gus Lukman, Keluarga Gus Bari, Keluarga Mbah Raji keluarga Gus Pendik dan keluarga anggota T O H yang lain ikut menghadiri acara pertunangan Gus Bagus dan Vivi.


“Assallamualaikum Mas Kasturi, Ya Allah Mas Ku yang paling hebat,” ucap Haji Wachid memeluk saudara seperjuangannya saat bahu membahu melawan kejahatan para dukun dahulu saat masih di T O H generasi pertama.


“Waalaikumsalam, Dek Wachid akhirnya muridku Gus Bagus melamar putrimu jua Dek,” ujar Haji Kasturi seraya membalas pelukan sang Adik seperjuangannya itu.


“Mari silahkan Mas Kasturi dan para rombongan keluarga T O H langsung ambil duduk saja dan langsung menikmati hidangan yang kami siapkan ya diicip,” ucap Haji Wachid mempersilahkan Haji Kasturi beserta seluruh rombongan dari T O H untuk duduk pada tempat duduk yang tertata rapi pada tenda biru khusus seperti tenda hajatan namun agak besar.


“Ya, ya Dek, terimakasih,” ucap Haji Kasturi mengode yang lain untuk segera mengambil tempat duduk setelah menyalami semua penerima tamu yang berdiri berbaris menyamping.


“Hey, Cucuku Beby Wahyu, apa kabar sayang,” ucap Haji Kasturi menggoda Beby Wahyu yang tengah dalam gendongan Putri.

__ADS_1


“Baik Kakek Haji, ini juga Kakek mu sayang. Ayo mana tangannya Salim sama Kakek,” ucap Putri meraih tangan Beby Wahyu mengarahkan pada Haji Kasturi. Haji Kasturi langsung menyambut uluran tangan Beby Wahyu seraya menuntunnya untuk belajar salim kepada orang yang lebih tua.


“Jaka kamu beruntung sekali mendapatkan anugerah yang begitu besar akan kelahiran Wahyu. Karena baru seminggu lahir saja ia sudah seperti bayi empat bulan sungguh keajaiban Allah yang maha dahsyat,” ucap Haji Kasturi terus menggoda Beby Wahyu yang terus tertawa di goda oleh Haji Kasturi.


“Ia guru, aku sangat bersyukur dan terus mengucap Allhamdulillah akan hadirnya Wahyu, karena Allah memberi pertolongan saat-saat terakhir dengan hadirnya Wahyu,” ujar Jaka.


“Maksud Ayah bagaimana?,” apa Wahyu lahir sebelum terlahir begitu?,” ucap Putri penasaran dengan percakapan Jaka dan Haji Kasturi.


“Oh tidak, tidak apa-apa ya Wahyu,” ucap Haji Kasturi menghindari pertanyaan Putri lalu berlalu pergi berbaur dengan anggota T O H yang lain.


“Ayah apa yang Ayah maksud dengan di saat-saat terakhir Wahyu datang menolong?,” ucap Putri bertanya pada Jaka namun Jaka hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan istrinya itu.


“Aduh...!,” teriak Jaka refleks karena di cubit Putri di pinggangnya.


“Mama kan sakit...!,” ucap Jaka.


“Loh-loh kok jadi kesitu pembicaraannya waduh ciloko Iki,” ucap Jaka.


Tintin...


Terdengar suara klakson mobil dari arah depan rumah. Nampak mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah.


“Nah itu tamunya sudah datang,” celetuk Haji Wachid.


Beberapa orang keluar dari mobil termasuk Gus Bagus dan kedua orangtuanya yang langsung berjalan masuk kedalam pelataran rumah Haji Wachid setelah menutup pintu mobil.


“He Bagus yang berjalan di depan itu orangtua bukan calon pengantin kamu ini,” teriak Pak Wawan ayah dari Bagus.

__ADS_1


“Oh iya maaf Ayah kangen sama Dik Vivi,” ucap Gus Bagus.


“Halah yang kalem dong Le Tole,” ucap Pak Wawan.


“Assallamualaikum Haji Wachid,” ucap Salam Pak Wawan menyalami Haji Wachid.


“Waalaikumsalam, ayo langsung masuk saja Pak Besan dan Bu Besan,” ucap Haji Wachid mempersilahkan.


“Abah...,” ucap Gus Bagus menyalami tangan Abah Wachid.


“Allhamdulillah anakku akhirnya kau benar-benar menjadi anakku,” seraya memeluk Gus Bagus.


“Ia Abah, loh Dek Vivi mana Bah,” ucap Gus Bagus menengok kedalam rumah.


“Vivi mu masih berdandan Nak Bagus biasa kayak tidak tau calon istrimu itu kalau berdandan lama sekali begitu,” ucap Haji Kasturi.


“Oh iya, benar kata Abah, hehehe...,” ucap Gus Bagus.


“Cie mau lamaran, cie...,” goda Jaka yang sekarang bergantian dengan Putri menggendong Beby Wahyu.


“Dek Jaka Allhamdulillah, Hay Wahyu keponakanku ini Om sayang,” ucap Gus Bagus mencolek-colek Beby Wahyu dan Beby Wahyu pun menanggapi dengan meraih Gus Bagus dengan kedua tangannya ingin meminta gendong.


“Eh jangan sayang Om Bagusnya mau bertemu Tante Vivi dulu ya,” ucap Jaka.


“Mas Bagus...,” teriak Vivi berlari dari arah pintu depan rumah ke arah Gus Bagus.


“He..., tidak boleh dulu..,” ucap beberapa orang yang hadir karena melihat Vivi dan Gus Bagus hendak berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2