T O H

T O H
Perang Ghoib Segera Datang


__ADS_3

Setelah membuka rapat dengan sebuah lantunan Doa dan Sholawat Haji Kasturi mulai memaparkan maksud dan tujuannya mengadakan rapat akbar malam ini.


“Kalian semua sudah tahu betapa kengerian pandemi yang telah mulai mewabah di kota kita tercinta ini. Betapa ngeri kerusakan yang telah ditimbulkan seminggu yang lalu aku mendapati sebuah desa yang pernah aku kunjungi dulu semula sangat ramai dan sesak penuh warga bermukim di sana kini menjadi sebuah desa mati, karena dengan sekejap secara mendadak penduduk mati dengan cara tak wajar,” kata Haji Kasturi memaparkan apa yang ia lihat.


“Lima hari yang lalu saat aku berjalan di sebuah desa tidak jauh dari sini. Aku melihat sebuah pemandangan kengerian yang di suguhkan akibat serangan wabah aneh ini. Disetiap jalan yang kulalui di desa tersebut disetiap itu pula mayat bergelimpangan membusuk dan di setiap mayat mengalir darah segar dari mulut dan hidungnya,” kata Haji Kasturi kembali memaparkan temuan apa yang ia lihat.


“Malam ini aku mengumpulkan kalian dari setiap penjuru kota Jombang sekedar mengingatkan bahwa kita tidak bisa melawan kehendak Allah. Pandemi ini berlangsung, karena Gusti Maha Agung memang menghendakinya. Kita tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa ikut campur dalam bab cerita pandemi aneh ini,” kata Haji Kasturi memaparkan maksud dan tujuannya.


“Lalu bagaimana kita harus bersikap Guru, bagaimana cara kita untuk terhindar dari wabah dan melindungi seluruh anggota kita dari ancaman wabah pandemi aneh ini?,” ujar Ustad Bagus bertanya.


“Pandemi ini bukan tanpa tanda-tanda Allah menciptakan sesuatu tetap pada asas asal mulanya. Sejauh yang aku tahu sebelum pandemi melanda atau datang di suatu tempat. Datanglah terlebih dahulu hawa dingin aneh mematikan yang serasa hingga menusuk uluh hati saking dinginnya,"


"Lalu di tengah malam merambatlah perlahan kabut gelap berwarna putih agak gelap berarak menyelimuti daerah tersebut. Terakhir segerombolan hantu berjenis pocong dan kuntilanak datang berjingkrak seperti hendak berpesta karena di undang makan-makan di satu acara. Sehingga mereka memasuki setiap rumah warga lalu keesokan hari pasti ada suara jeritan di setiap pintu karena kematian salah satu anggota keluarga,” kata Haji Kasturi menjelaskan awal masuknya pandemi.


“Cara menangkalnya kita sebagai umat muslim adalah dengan ibadah dan berdoa, karena hanya doa sebagai senjata terakhir kita hanya itu. Selebihnya kusarankan lakukan apapun yang kalian bisa dari pengetahuan yang kalian miliki. Entah itu memberi pagar ghoib di sekitar rumah kalian setidaknya lukislah atau buat sebuah tulisan Allah di setiap dinding rumah kalian setidaknya itu mencegah hantu wabah masuk kedalam rumah,” kata Haji Kasturi memberi solusi


“Tapi tujuan utamaku mengumpulkan kalian malam ini bukanlah masalah pandemi,” ucap Haji Kasturi.


“Loh apa itu guru? Apakah ada peristiwa lain yang lebih mengerikan dari pandemi aneh ini?,” celetuk Jaka sontak kaget mendengar pernyataan Sang Guru Besar dibarengi bisik-bisik dari anggota yang lain mencoba menerka-nerka apa yang dimaksudkan Haji Kasturi.

__ADS_1


“Dua hari yang lalu raja jin daerah Jombang yang memiliki sosok tinggi besar bercula dua dan sangat menyeramkan datang padaku. Ia membawa surat tantangan dari ketua utama para manusia sesat beraliran hitam. Bahwa mereka akan mengumumkan peperangan kepada kita. Maka bersiaplah akan hadirnya peperangan akhir jaman yang akan terjadi,” ucap Haji Kasturi berapi-api.


“Baik saya akan jelaskan segala kemungkinan yang akan terjadi pada peperangan besar antara yang berjalan di bendera putih dan yang bernaung di aliran ilmu hitam ini. Segala kemungkinan bisa terjadi kota harus selalu waspada dan siap,"


"Karena serangan sewaktu-waktu dapat dilancarkan oleh musuh walau saat kita dalam keadaan tertidur pulas, karena tidak ada batasan akhir perang atau pun batasan mulainya perang seperti dalam serial Mahabharata. Setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap nafasmu berhembus adalah masa dimana perang itu berlangsung,” ucap Ustad Bagus memaparkan kemungkinan perang.


“Saya akan menambahkan sedikit, maaf Mas Bagus menyela sejenak penjelasanmu,” celetuk Jaka.


“Silahkan Dik Jaka,” ucap Ustad Bagus.


“Dalam perang ini semua aturan, keadilan, kebenaran di tiadakan. Bahkan seperti kecurangan dan strategi licik di benarkan karena itu berhati-hatilah. Waspada itu perlu bisa saja orang disamping mu adalah musuhmu, karena yang kita lawan bukanlah manusia saja tapi juga para setan dan jin yang masuk dalam pasukan musuh kita yang bisa menjelma merubah wujudnya bahkan bisa berganti rupa menjadi dirimu sekalipun,” ucap Jaka menambahkan penjelasan.


“Bagi para anggota baru tenang saja jangan takut kalian setiap harinya akan selalu dipantau seperti selama ini yang dijalankan oleh para anggota membantu satu sama lain mengingatkan bahaya satu sama lain. Jadi jangan sungkan untuk bertanya kalau ada yang belum paham dan kalau ada kesulitan memintakan bantuan kepada yang lebih mengerti,” ucap Jaka mengingatkan pada para anggota baru.


“Tentang tanda awal dimulainya perang kalian akan diberitahu sehari sebelum perang jadi tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi,” ucap Haji Kasturi mengingatkan.


“Para Anggota T O H apa kalian siap untuk pergi berperang?,” teriak Sang Guru Haji Kasturi menyemangati.


“Siap.....!!,” teriak seluruh anggota yang hadir.

__ADS_1


Lalu rapat dibubarkan dengan lantunan doa oleh Haji Kasturi setelahnya para anggota T O H membubarkan diri ke tempat masing-masing. Ada yang tiba-tiba menghilang ada yang melesat menjadi cahaya, ada yang bagai angin berhembus tajam. Ada pula yang merubah diri menjadi sosok harimau dan macan dengan berbagai macam warna dan jenis.


Haji Kasturi dan Ustad Bagus yang melihat kepergian para anggota toh membubarkan diri dengan keahlian masing-masing merasa perang kali ini mereka sudah sangat siap menghadapinya.


“Guru kapankah perah akan dimulai?,” kata Jaka bertanya.


“Seperti kau yang memiliki daya rasa sangat peka dan dapat mendengarkan percakapan para Malaikat di langit dan tidak mampu memprediksi kapan dimulainya tabuhan genderang perang ini. Seperti itu gurumu ini pun tidak tahu kapan dimulainya perang. Bisa saja sekarang telah dimulai bisa setelah rapat ini berakhir, bisa saja esok atau lusa aku pun tak tahu Ustad Bagus,” jawab Haji Kasturi.


"Yang penting kita berdua terus mengawasi seluruh anggota dan kota kita melindunginya dari segala kemungkinan yang terjadi,” ujar Haji Kasturi pada Ustad Bagus.


“Baik guru nurut mohon pamit dahulu,” ucap Ustad Bagus memohon diri seraya ucap salam lalu menghilang begitu saja.


“Waalaikumsalam semoga kalian tetap dalam perlindungan Gusti Allah,” ucap Haji Kasturi seraya berjalan kembali menuju gubuknya.


_


_


_

__ADS_1


_


__ADS_2