T O H

T O H
Mode Api Alam


__ADS_3

NIP : Author tidak bermaksud mengizasahkan doa yang tercantum dalam cerita. Author hanya manusia biasa yang tak punya kewenangan seperti seorang Ulama atau Kiai. Sehingga dapat mengizasahkan sebuah doa, Author hanya ingin memberi tahu. Ada sebuah doa pelindung yang Insya Allah mampu melindungi kita dari serangan gaib. Saran Author apabila benar Anda para pembaca ingin mengamalkan pergilah pada Kiai di daerah Anda. Tentunya yang berkriteria dan memiliki sanat tentang doa tersebut.


***


Sebuah doa terlantun mesra dari bibir Jaka. Mengalun sampai pada ruas-ruas tulang-tulang dalam tubuhnya. Seketika membuat seluruh persendian seakan mengeluarkan bara api yang menyala-nyala.


Kali ini sangat berbeda dengan teknik dahsyat mode api amarah. Jua sangat berbeda dengan teknik mode api surat Al Ikhlas. Bahkan jauh melampaui teknik tertinggi perubahan wujud mode api tertinggi yang pernah diperagakan Wahyu Satria, si anak ajaib putra Jaka sendiri.


Malam ini persendian, darah, keringat, tubuh bahkan nafas Jaka adalah api. Jaka telah sepenuhnya berubah menjadi sebuah wujud api bentukan dari energi alam yang begitu panas.


Sebuah doa rahasia dari leluhur telah terlantun dan tak akan bisa dikendalikan. Bahkan bagi si pengguna sendiri belum tentu mampu mengendalikan api dahsyat bagaikan sebuah kobaran dari arah neraka ini. Tapi tidak demikian dengan Jaka, Jaka mampu mengendalikannya.


Sebab ayat-ayat doa yang telah terucap adalah sebuah doa bersanat turun temurun dari Sang Kiai sakti. Seorang guru spiritual organisasi T O H yang baru dan masih sangat dirahasiakan oleh Jaka. Karena Sang Kiai pun tak mau disebutkan namanya sangat terpingitlah ia.


Sebuah doa penjaga diri dari salah satu kitab bangsa Arab. Karangan dari seorang imam besar bernama. Al-Imam Syaikh Al-Islam Quthb ad-Da'wah wa Al-Irsyad Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Berasal dari kota Tarim, Hadramaut, Yaman. Kitab itu bernama Ratibul Hadad, sebuah kitab bersanat tinggi dari ulama terkenal pada jamannya.


“Bismillahirahmanirahim, A’udzu bikalimatillahittammati min syarri maa khalaq. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya, Aamiin,” Begitulah sebuah doa yang terlantun terus menerus secara otomatis dari bibir dan hati Jaka. Saat membentuk sebuah mode api murni serapan dari kekuatan alam.


Walau aura Jaka begitu panas dan dahsyat. Tetap saja dukun wanita Yayu Yuwana memiliki seribu cara untuk melawan Jaka sang ketua utama T O H. Selagi jin timur tengah miliknya masih bertarung dengan Datuk Panglima Kumbang.

__ADS_1


Sang dukun wanita kembali membuat segel pemanggilan setan peliharaannya. Kali ini yang datang adalah sesosok setan bernama Panglima Kalap. Sosok setan air yang biasa menenggelamkan manusia bahkan menghilangkannya saat para manusia lengah di area sungai.


Sosok setan terbuat dari energi negatif air. Sehingga iya kemunculannya seumpama sebuah pusaran air. Terus memutar di bawah pijakan kaki dukun wanita Yayu Yuwana.


Sambil tersenyum dukun wanita Yayu Yuwana berucap, “Memangnya engkau saja yang mampu mengeluarkan teknik baru Jaka putra Haji Wachid. Lihatlah kali ini setan kalap yang akan aku panggil berbeda dari yang pernah adikmu Dava kalahkan. Karena dia adalah Panglima Kalap. Rajanya dari klan setan kalap, bersiaplah Jaka. Bukankah api sudah sifat alaminya kalah dengan air.”


“Menurut perintahmu Nyai Yayu,” ucap Panglima Kalap muncul dari arah pusaran air besar di bawah pijakan kaki Yayu Yuwana.


Membentuk wujud serupa manusia begitu tinggi. Tapi tetap bentukan dari aliran air sungai Konto tempat dimanah pertempuran kali ini berlangsung.


Jaka hanya tersenyum dalam bentuk api alamnya. Seakan Jaka tahu kali ini sebuah api wujud segi neraka. Bahkan air sungai tak akan mampu menghentikannya. Jaka tahu dari doa yang iya lantunkan adalah sebuah doa bersanat aura langit. Bukan seperti mode api amarah yang dapat padam oleh air hujan. Bukan seperti mode api surat Al Ikhlas yang dapat padam dengan guyuran air leri. Atau air bekas rendaman beras untuk memasak.


Jaka mulai memberi kode untuk menyerang pada Yayu Yuwana. Sebuah kode tangan memanggil ditujukan pada si dukun wanita. Bahwa Jaka mempersilahkan musuhnya untuk menyerang dahulu.


“Ayolah Yayu Yuwana, bukankah kau sangat yakin air dapat memadamkan api. Seranglah apiku terlebih dahulu, kita lihat reaksinya. Apa memang benar api dapat dipadamkan oleh air. Tapi apabila Qun bersahut Fayakun dati Sang Pencipta segala elemen di alam semesta berkehendak. Maka airmu tak akan mampu memadamkan apiku. Seranglah aku ayo tunggu apa lagi Yayu Yuwana!” teriak Jaka menggelegar. Bahkan air di pijakan kakinya menyibak, seakan air melawan takdir untuk takut pada api kali ini.


“Panglima Kalap bergeraklah, lahap Jaka Sang Petinggi utama sebuah organisasi penghalang setan itu. Pergilah makan dia lekaslah bergerak!” umpat si dukun wanita Yayu Yuwana.


Panglima kalap yang serupa air bah menerjang maju ke arah Jaka yang tengah dalam mode api alam. Bahkan ter jangan Panglima kalap tak mampu menembus api mode alam milik Jaka. Jaka terus berlari di atas aliran sungai Konto menuju arah Yayu Yuwana.

__ADS_1


Air Bah bentuk dari sosok Panglima Kalap terbelah lalu menghilang seketika. Membuat mata dukun wanita Yayu Yuwana seakan terbelalak. Tak mempercayai apa yang tengah terjadi. Dia tiada menyangka jikalau air dari wujud setan tertinggi klan jin kalap. Tiada mampu memadamkan api di tubuh Jaka.


***


Keadaan desa Mojokembang,


Kabut gelap menyelimuti keseluruhan desa Mojokembang. Membuat jarak pandang seakan-akan tiada lagi, begitu gelap dan pekat. Bahkan bila boleh digambarkan, seumpama ada orang di samping kita. Mungkin tak akan pernah tahu rupa dan wajahnya. Karena terhalang kabut tebal, saking tebalnya.


Bau anyir darah sudah mulai tercium di mana-mana. Bahkan aroma anyir sampai-sampai menghipnotis seluruh warga untuk tak keluar rumah. Membuat setiap otak warga desa Mojokembang untuk berpikir ulang. Apabila ia ingin pergi keluar rumah.


Keadaan desa semakin mencekam dan sepi. Aura horor sangat terasa dan sudah mulai muncul sosok-sosok bayangan dari makhluk antah berantah berjenis setan segala rupa. Seakan semua jenis setan tumpah ruah di desa Mojokembang malam ini.


Hanya Putri sang Istri ketua utama penjaga kedamaian desa Mojokembang. Bahkan penjaga kestabilan antara aura negatif dan positif di seluruh kota Jombang. Tetap berdiri di depan teras bersama adik dari suaminya bernama Iva.


“Dek Iva, apa kau siap untuk berperang malam ini. Apa kau tak takut dengan wujud aneka macam setan yang akan kita hadapi?” ucap Putri yang berdiri di samping Iva.


Dasar memang Iva adalah adik kandung dari Jaka. Iva tanpa bosa-basi sudah berlari ke depan rumah dengan cepat, secepat kecepatan cahaya. Seketika dalam genggamannya telah ada satu kepala sosok dari setan pocong yang baru saja ia tebas dengan sebilah pedang cahaya di tangan kanannya.


“Sudahlah Mbak Putriku yang cantik, kita bergerak saja masalah kalah atau menang. Masalah mati atau hidup, biar jadi urusan Allah. Tanpa kita ikut campur, sebab kita hanya manusia. Mari Mbak kita bantu Mas Jaka yang tengah berjuang di tengah sungai Konto,” sahut Iva kembali berlari dan menebas kembali satu sosok setan yang menghalangi pandangannya. Putri hanya tersenyum melihat kelakuan adik iparnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2