T O H

T O H
Kangmas Naga Bergala


__ADS_3

Wet...


Srot...


Wet...


Wus...


Beberapa anggota T O H melesat di atas area persawahan desa Mbadas Selatan mulai meninggalkan Medan tempur selatan yang telah mereka atasi semalam.


Jaka yang kepekaan rasanya sedikit di atas yang lain terlihat menghentikan kecepatan berlarinya berdiri mematung diatas padi nan menguning seperti mendengar sesuatu. Membuat para anggota yang lain yang ikut berlari jua ikut menghentikan kecepatan larinya.


“Kau merasakan ya Dik,” ucap Gus Bagus yang berdiri di samping Jaka sebelah kanan di susul Dava, Mbah Raji, Gus Bari dan Gus Pendik.


“Ia Mas, auranya begitu kuat sehingga membuatku sejenak terhenti,” ucap Jaka.


“Sebenarnya makhluk apakah ini yang mendekat kepada kita Jaka sepertinya sangat kuat kawan atau lawan?,” ucap Gus Bari.


“Mahluk ini sejenis Kodam alam terbentuk dari tenaga yang ada di alam menjadi satu mengambil wujud menjadi sebuah makhluk,” ucap Jaka menerangkan sambil mendongak ke atas mencari keberadaan sosok makhluk tersebut.


Mendadak langit pagi yang terang dan cerah tak berawan berubah menjadi gelap dengan arak-arakan mendung hitam kelabu seakan menutupi di atas para anggota T O H yang berada dibawahnya.


“Loh Mas Jaka kok bisa tiba-tiba gelap seperti ini,” teriak Dava.


“Biar Dik, biarkan dia datang aku ingin tahu apa maksud dari semua ini,” ucap Jaka bersiap siaga.


Mendung gelap yang secara tiba-tiba berarak menyelimuti langit kini tengah memuntahkan petir-petir dengan sambaran-sambaran dahsyat ke bawah.


Sehingga membuat para anggota T O H yang berada di bawahnya sontak menghindari arah petir yang terus menyambar membuat beberapa tanaman padi dan tanah di bawahnya terbelah di beberapa titik.


“Gila kekuatan macam apa ini begitu mengerikan?,” ucap Gus Pendik sambil terus meloncat berpindah-pindah tempat menghindari petir yang terus menyambar.


“Mas Bagus hanya kau yang dapat menembus hingga atas langit, karena disini hanya kau yang memiliki tenaga sebesar itu,” teriak Jaka yang ikut melompat-lompat menghindari petir.


Bagus berhenti sejenak dari lompatannya seraya mendongak ke atas matanya tajam menatap langit seakan menerawang jauh hingga di atas awan. Mencoba mencari sesosok makhluk yang tengah mengamuk dibalik awan.


Tiba-tiba dari lengan kanan Gus Bagus keluarlah sesosok Naga Baru kelinting yang merubah dirinya tak begitu besar seukuran ular biasa namun tetap berwujud naga.

__ADS_1


Baru Kelinting melayang mengitari tubuh Gus Bagus kepalanya berhenti tepat di samping kepala Gus Bagus di sisi sebelah kanan.


“Mas Baru kelinting rupanya kau juga merasakannya,” ucap Gus Bagus.


“Ia Bagus dia adalah Kangmas Naga Bergala yang tengah berada diatas awan sana meliuk-liuk indah sekali,” ucap Baru Kelinting.


“Apa Maksud dari Sang Naga Bergala sampai ia datang kemari sehingga membuat langit terus memuntahkan petir seakan ia tengah marah?,” ucap Gus Bagus.


“Dia tidak marah dia Kangmas Naga Bergala sosok Naga yang paling tenang dari naga-naga yang lain. Dia hanya menyapa kalian,” ucap Naga Baru Kelinting.


“Bercanda kok hampir membunuh kita begini,” ucap Gus Bagus.


“Dia datang bukan tanpa sebab Gus dia datang karena ada Dava,” ucap Baru Kelinting.


“Maksudnya Bagaimana Mas Baru Kelinting. Apakah ia hendak mengikuti Dava?,” ucap Bagus.


“Ya benar kali ini milik Jaka sebuah pendamping ghoib yang akan membuat Dava menjadi lebih kuat lagi,” ucap Baru Kelinting.


“Wow Dava bakalan dapat menyaingi Jaka kalau begitu yang sudah didampingi Jatayu,” ucap Gus Bagus.


“Dava...!?, sini kau..!,” teriak Gus Bagus memanggil Dava.


Dengan satu bentakan Dava meloncat menghampiri Gus Bagus, “Siap Mas ada apa, apa yang berada di atas sana?,” ucap Dava.


“Sudah diam dengarkan Mas, kau berkomunikasilah dengan makhluk naga yang tengah meliuk-liuk di atas yang bernama Naga Bergala,” ucap Gus Bagus.


“Caranya Mas?,” ucap Dava.


“Diam dulu nih bocah di kasih tahu menyahut saja,” ucap Gus Bagus agak gemas.


“Ia, ia Adik nurut,” kata Dava agak tertunduk takut.


“Pusatkan penglihatan bukan dari mata atau pikiranmu tapi pusatkan penglihatanmu dari hati. Minta ijin Allah dahulu dengan menyebut Asma Nabi Muhammad dengan Sholawat tiga kali dan ucap syahadat tiga kali lalu ucap salam kepada itu sosok Naga Bergala,” kata Gus Bagus menerangkan.


“Masak Naga ini Islam,” celetuk Dava.


“Hemmm, pingin tak eh.., anak ini haduh lakukan saja jangan bantah,” ucap Bagus agak geregetan.

__ADS_1


“Tak gigit loh, tak gigit loh,” celetuk Naga Bergala ikutan gemas dengan Dava.


“Ok siap,” ucap Dava mulai mendongak ke atas memusatkan pandangan dari hati dan mulai Melafazkan sholawat dan syahadat seraya memohon izin pada Allah dan mengucap salam pada Naga Bergala sesuai arahan Gus Bagus.


Seketika mendung gelap diatas langit seperti terbelah petir berhenti menyambar berganti angin yang begitu kuat berhembus.


Muncullah sesosok Naga Jawa bersisik warna hijau bermahkota dari kain batik coklat dililitkan diatas kepalanya yang menonjol ke atas layaknya punuk unta dengan moncong bibir agak panjang seperti buaya meraung-raung keluar dari balik awan.


“Dava cepat acungkan tangan kananmu,” ucap Gus Bagus.


Kali ini Dava tidak mengomel ataupun membantah iya terlalu takjub dengan sosok besar Naga Bergala yang sangat mengerikan.


Seketika sosok Naga Bergala masuk perlahan kedalam lengan kanan Dava bersamaan telah masuknya sosok Naga Bergala di lengan kanan Dava bersama itu hilanglah mendung dan petir yang ditimbulkan oleh kemunculannya. Kembali menjadi terang dan langit kembali cerah seperti sediakala.


Namun kini Dava seakan dari tubuhnya keluarga sebuah aura hijau menyala bagai mengubah mode bentuk layaknya Jaka yang dapat mengubah bentuk menjadi mode api amarah dan seperti Gus Bari yang dapat berubah bentuk menjadi mode api Surah Al Ikhlas. Kini Dava jua dapat merubah bentuk merubah mode tubuhnya menjadi mode sinar hijau.


“Biasanya kalau datang sebuah sosok pendamping yang kuat bersama itu akan datang pula musuh yang teramat kuat pula. Entah siapa lagi yang akan kita hadapi tapi aku merasa kali ini tidak akan mudah seperti biasanya,” ucap Gus Bagus.


“Dava karena kau yang mendapatkan sosok pendamping kali ini kau yang memimpin. Katakan kita harus kemana kali ini,” ucap Gus Bagus menepuk pundak Dava yang masih dalam mode sinar hijau.


Lalu tiba-tiba Dava kembali berubah wujudnya menjadi manusia lagi. Dava nampak kebingungan kenapa secara cepat ia berubah kembali menjadi manusia.


“Ada apa Dava?,” ucap Jaka yang mendekat kearahnya.


“Tidak tau mas kenapa tiba-tiba kembali semula,” ucap Dava.


“Coba komunikasi pada Kangmas Bergala,” ucap Naga Baru Kelinting yang masih belum hilang melayang mengitari tubuh Gus Bagus.


Dava kembali berkonsentrasi untuk berkomunikasi dengan Naga Bergala namun tak ada jawaban karena Naga Bergala ternyata tengah tertidur pulas di dalam lengan Dava.


“Lah, lah, lah dia molor Mas,” ucap Dava.


“Halah...!!,” teriak beberapa anggota T O H di samping Dava.


“Sama kayak yang punya gampang sekali tidur,” ucap Jaka.


“Ya sudah ayo pulang,” ucap Gus Bagus kembal melesat diikuti yang lain.

__ADS_1


__ADS_2