T O H

T O H
100 Pasukan Genderuwo


__ADS_3

Sudah biasah disaat malam menjelang kabut selalu muncul merambat-rambat di antara bangunan rumah warga.


Sudah terlalu biasa kini bila malam semakin menjadi tengah malam suara jeritan seseorang menangis atau meminta tolong terdengar bak sayatan yang mengerikan.


Kini semakin sulit untuk membedakan antara jeritan menangis yang benar-benar manusia atau makhluk jadi-jadian.


Sementara itu setiap malam di setiap desa selalu saja ada satu kejadian yang sulit untuk dinalar manusia.


Di kawasan pemukiman padat penduduk di sebuah desa asri bernama desa Mbongso yang terletak lima kilometer dari desa Cukir dimana makam para pendahulu kota Jombang bersemayam tenang di sana.


“Pak Tono Bagaimana malam ini apa masih ada kejadian aneh?,” ujar Aris salah satu pemuda desa yang menjabat sebagai karang taruna hari ini ia kebagian piket ronda bersama Pak Tono dan Pak Liwon hansip desa Mbongso.


“Tidak ada Mas Aris, tepatnya sih belum. Seperti kemarin malam pun sama keadaannya seperti malam ini. Tenang adem-ayem, tapi tiba-tiba dari rumah Bu Ijah ada suara teriakan pas jam 12 malam,” ucap Pak Liwon menuturkan sambil meneguk kopi yang ia bawa dari rumah yang ia taruh pada wadah botol bekas air mineral.


“Kemarin itu kronologinya bagaimana Pak Liwon kok sampai terjadi seperti itu pada Bu Ijah?,” ucap Aris penasaran.


“Kemarin malam Mas pas jam 12 malam. Dari rumah Bu Ijah terdengar suara teriakan menggerang seperti orang kesakitan. Saat saya dan Pak Tono mendekat kesana saya melihat sosok Bu Ijah tengah menggaruk-garuk lehernya entah seperti gatal atau sakit tapi yang jelas malam itu Bu Ijah mencopot kepalanya sendiri,” ucap Pak Liwon sambil bergidik ngeri menceritakan apa yang terjadi pada Bu Ijah.


“Kok bisa ya Mas orang menggaruk lehernya sampai kepalanya putus?,” ucap Pak Tono.

__ADS_1


“Aku juga enggak tahu Pak Tono. Yang jelas di kampung kita ini tengah ada yang tidak beres sepertinya ada yang sedang memuja atau melakoni ilmu hitam. Soalnya bukan pertama kali ini kejadian seperti ini terjadi,” ucap Aris.


“Mas Aris mbok ya tanyakan sama siapa itu nama adik keponakan Mas Aris yang menjadi Ustad di Mojowarno,” kata Pak Liwon.


“Si Jaka, anak Paklik Haji Wachid,” jawab Aris menerangkan nama adik keponakannya.


“Nah iya Mas Jaka, tolonglah Mas Aris tanyakan pada Mas Jaka sebenarnya ada apa dengan desa kita ini?,” ucap Pak Liwon.


“Ia, ya, lama juga sih aku tidak bertemu Jaka keponakanku satu itu. Dengar-dengar istrinya sedang mengandung dan sebentar lagi dia menjadi ayah,” ucap Aris.


“Lah pas itu Mas nanti Mas Aris kan jadi punya alasan buat menengok istrinya bawa juga Mbak Eni istri Mas. Terus tanya sama Mas Jaka ada apa sebenarnya di desa ini?, Kenapa banyak kejadian aneh?,” ujar Pak Liwon.


“Ada satu lagi Mas tentang keponakan mas satu itu, katanya dia juga termasuk salah satu anggota organisasi T O H yang sedang santer di bicarakan akhir-akhir ini,” ucap Pak Tono.


“Apa itu T O H Pak Tono kok aku baru dengar?,” ucap Aris nampak bingung dan penasaran.


“Begini Mas Aris katanya di kota kita tercinta ini kota Jombang beriman alias bersih indah dan aman. Nyatanya tidak seperti semboyan yang tertera di slogannya, di kota kita ini di sisi ghoib tengah terjadi peperangan dahsyat antara kebaikan dan kebatilan. Nah dari sisi baik muncullah organisasi pemuda yang bernama T O H. Disana terdiri dari pemuda-pemuda pilihan yang sangat sakti pilih tanding menghadapi kejahatan para dukun hitam. Mas Jaka kabarnya salah satu dari mereka,” ujar Pak Tono menjelaskan pada Aris yang hanya mangut-mangut tanda mengerti.


“Oh seperti itu ada-ada saja belum usai pandemi aneh melanda kota. Lalu kejadian-kejadian aneh yang menimpa desa kita sekarang wacana perang Ghoib apa dunia sudah mau kiamat ya?,” ucap Aris kini nampak geleng-geleng kepala.

__ADS_1


“Aku sih curiganya begini Mas Aris. Semua kejadian ini saling berkaitan soalnya kejadiannya muncul berurutan loh Mas,” ujar Pak Liwon mengira-ngira.


“Bisa jadi Pak, kita sebagai orang awam hanya bisa berdoa agar kita semua selamat dan agar kebaikan menang dalam perang Ghoib itu kalau memang benar ada perang itu,” ucap Aris kali ini nampak Pak Tono dan Pak Liwon yang mangut-mangut tanda setuju.


Disisi lain desa Mbongso tepatnya di sebelah paling pojok tepat di bawah kebun kelapa milik pak Lurah.


Joni nampak berdiri dengan kedua telapak tangan dimasukkan ke dalam saku-saku samping celana jin yang ia kenakan. Joni adalah anak pak lurah yang sangat terobsesi menguasai seluruh warga kota untuk menjadi boneka peliharaannya.


Sebagai keturunan dukun-dukun terkenal jaman dulu kala ia mewarisi beberapa ilmu hitam yang sangat sakti termasuk hipnotis membuat orang patuh apa yang ia katakan hanya dengan menggerakkan orang tersebut melalui pikirannya.


Bu Ijah yang kepalanya di putus sendiri itu juga hasil rekayasa Joni. Mencoba hal baru katanya memperdalam ilmunya sehingga ia harus mengorbankan masyarakat demi tercapainya tujuannya.


“Joni perang kali ini kau ikut andil untuk mengatasi beberapa anggota T O H membawahi desa ini. Bunuh mereka jangan kasih ampun gunakan keahlianmu. Kalau kau berhasil aku akan memberimu satu ilmu untuk dapat memerintah seluruh ghoib kota Jombang,” ujar sesosok ghoib besar serupa panglima iprit namun berwarna merah bertanduk dua runcing kedepan dialah panglima sosok ghoib tertinggi serupa iblis datang menghampiri Joni muncul di belakangnya.


“Baik panglima, biar aku pancing para T O H yang bersembunyi diantara warga dengan cara membuat geger menimbulkan kejadian aneh yaitu membunuh satu-persatu warga desa agar mereka keluar,” jawab Joni dengan tetap fokus memandang ke depan tanpa menoleh ke belakang dimana panglima sosok ghoib tengah berdiri tegak menjulang tinggi di belakangnya.


“Desa ini kuserahkan padamu, aku akan bekali kau dengan seratus pasukan genderuwo untuk membantumu,” ucap Panglima Sosok ghoib seketika seratus sosok genderuwo muncul di belakang Joni bersamaan hilangnya Sosok Panglima Ghoib dari sisi hitam.


Namun suaranya masih menggema dalam otak Joni memberi pesan terakhirnya, “Joni kali ini kau kuangkat sebagai panglima dari seratus genderuwo. Saat kau membunuh warga sebagai tumbal percobaanmu kau berkewajiban memberikan warga yang kau bunuh pada genderuwo-genderuwo itu untuk menjadi camilan mereka,” ucap Panglima Sosok ghoib dengan suara menggema dalam otak Joni.

__ADS_1


“Baik malam ini akan kubunuh seratus warga sebagai makanan seratus genderuwoku. Ayo bergerak para prajurit seratus genderuwo kita makan warga desa ini untuk menebar teror agar para anggota T O H muncul,” ucap Joni sambil meloncat dari atas lantai dua rumahnya di ikuti seratus bayangan hitam dari sosok genderuwo.


__ADS_2