T O H

T O H
Kembali Mesra


__ADS_3

Treng, teng, teng, teng,


Treng, teng, teng, teng,


“Eh ini kan motor trail ya kenapa jadi bunyinya vespa. Ah jadi kangen Wahyu sedang apa ya anak gantengku itu. Besok video cal Mas Dwi lah,” ucap Jaka sambil menepikan motor trilnya di samping mobil cat putih miliknya yang berada di dalam garasi samping rumahnya.


Setelah menutup pintu depan garasi berbentuk roling dor. Jaka melangkah menuju pintu samping garasi yang menghubungkan garasi dengan ruang tengah.


“Lah di kunci, wah-wah sudah dapat dipastikan istri saya sedang ngambek ini, mana malam Jumat ini kan waktunya celup-celupan hehe,” gerutu Jaka mencoba mencari kunci ganda yang selalu iya pegang.


Dan Jaka baru ingat tadi pagi entah kenapa Putri meminta kunci ganda setiap pintu rumah yang di bawa Jaka. Katanya mau di gandakan lagi begitu alasannya.


“Oalah jadi maksudnya ini tadi pagi Mama minta semua kunci ganda yang ada padaku. Ma teganya, teganya dirimu, teganya oh tega,” gerutu Jaka agak melagukan ocehannya.


“Tenang aku kan Jaka masak iya seorang Jaka yang notabenenya petinggi utama dari organisasi terbesar di kota Jombang. Di kunci di luar rumah tidak bisa masuk, aha aku ada ide jurus menghilang,” celetuk Jaka yang tiba-tiba menghilang dari garasi namun kembali tampak ada lagi mengurungkan niatnya untuk masuk rumah dengan cara menghilang lalu menembus tembok sampai ke dalam rumah.


“Eh sebentar aku kan sudah janji sama Mama bahwa kalau di rumah tidak boleh memakai jurus satu pun. Ah repot amat hidupku, sayang masak ya iya petinggi utama T O H bobok di garasi yaelah,” Jaka terus menggerutu sebab tak bisa masuk rumah dikarenakan pintu telah dikunci semua oleh Putri dari dalam rumah.


“Mana sudah bangun lagi si dedek kecil di bawah ini. Ah ini kan malam Jumat tega benar si Mama,” kata Jaka agak kesal.


“Ets sebentar aku punya ide, kita ketok pintu bicara baik-baik masak ya iya suaminya pulang kerja enggak dibuka pintunya,” ucap Jaka mulai mengetuk pintu samping rumah yang sambung langsung ke dalam ruang garasi.


Tok, tok, tok

__ADS_1


“Assalamualaikum Mama sayang, Papa pulang nih Mah apa enggak rindu main selimut-selimutan kayak dulu pas kamu masih panggil aku bawel, hehe, jurus merayu istri hahay,” ucap Jaka sambil mengetuk pintu.


Tapi beberapa kali Jaka mengetuk pintu tetap tak ada jawaban dari dalam rumah. Jangankan menjawab salam satu kata saja tiada menyahut. Dan lampu dalam rumah jua sudah di matikan semua.


“Sudah-sudah alamat tidur garasi ini. Merana, merana oh aku merana, jreng,” teriak Jaka yang mulai kesal agak bernyanyi dengan ngedumel dan bibir menyun.


Lalu Jaka duduk termenung di atas tangga berundak dua di depan pintu yang dibuat dari semen dan batu bata yang beralaskan keramik di atasnya. Sambil berpikir menemukan cara untuk masuk ke dalam rumah sebab jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


“Gagal maning ini mah namanya, masak sudah tiga malam Jumat senjata pamungkas ini tidak bertempur, sebentar sabar dulu kita cari cara apa masih ada pintu atau jendela yang belum tertutup sehingga bisa aku lewati untuk masuk ke dalam,” Jaka terus berpikir untuk menemukan satu cara agar dapat masuk ke dalam rumah.


“Hiya enggak ada, ah enggak menemukan satu cara pun ini. Mana enggak ada bantal, enggak ada selimut lagi. Teganya kamu Put, Putri menyiksa suamimu tidur di luar. Apa kamu enggak ingin ehem-ehem maljum ini bos halah,” Jaka terus mengomel sendirian di dalam garasi samping rumah.


Tiba-tiba matanya terfokus pada satu bagian. Matanya memandang ke arah tumpukan soun sistim yang biasa iya nyalakan kalau sedang libur bekerja untuk melepas lelah setalah semingguan bekerja. Biasanya iya nyalakan sambil beraktivitas mencuci mobilnya atau motornya.


“Allahuakbar Putri-Putri, ternyata malam ini sudah kau rencanakan ya sayang. Bagus-bagus sekali niat mu untuk membalas prank-prank ku selama ini. Cantik permainan mu sayang adeh bobok di garasi malam ini. Oalah sendiri lagi seperti dahulu tanpa dirimu disisi ku, huwo, huwo, huwo,” teriak Jaka sambil bernyanyi dengan kata sindiran biar Putri mendengarnya lalu membukakan pintu untuknya.


Jaka berjalan ke arah tumpukan sepiker aktif di depan mobilnya. Iya ambil kasur lipat lalu iya gelar di samping tumpukan soun sistem. Menata bantal dan guling lalu ia baringkan lelah tubuhnya di atas kasur lipat mulai membaca doa sebelum tidur dalam hatinya sambi mulai memejamkan mata.


“Bis mika Allahuma Ahya wabismika amut. Aamiin,”


Sebenarnya Putri tiadalah tertidur, sebenarnya iya tengah mengintip sang suami dari balik jendela samping pintu garasi mengintip dari dalam ruang tengah. Putri hanya ingin tahu apa Jaka tetap menggunakan kekuatannya atau jurus-jurusnya di kala iya sudah berjanji jikalau di rumah saat bersama Putri apakah masih tetap menggunakan jurus-jurusnya.


“Hehem, Jaka ku masih Jaka yang dulu, yang lucu dan menggemaskan kalau sedang bingung begitu,” gerutu Putri mengintip Jaka yang mulai tertidur dari balik korden jendela yang iya sibak sedikit.

__ADS_1


“Tapi kasihan ih suamiku tercinta jadi kedinginan dan digigiti nyamuk begitu, maaf ya sayang. Habis kamu nakal kalau malam Jumat di suruh pulang cepat juga. Masih saja bandel tetap saja pulang malam bahkan sampai tengah malam. Memangnya apa saja sih yang di kerjakan di kantor sampai pulang tengah malam begini?” ucap Putri masih terus mengintip Jaka yang telah tertidur pulas di atas kasur lipat di samping tumpukan soun sistem atau sepiker aktif depan mobil putih yang terparkir dalam garasi.


“Ya Allah wajahmu ilo yah tetap manis kayak dulu tidak berubah. Walaupun nyatanya kamu sudah menjadi bapak-bapak. Jadi enggak enak hati, aduh kasihannya suamiku,” gerutu putri sambil membuka pintu tapi tetap membukanya secara perlahan agar Jaka tak mengetahui bahwa iya telah membuka pintu samping garasi.


Dengan perlahan Putri mengendap-endap menghampiri Jaka. Lalu duduk di samping Jaka di sisi kasur lipat yang masih ada tempat untuk Putri duduk. Sebab lebar kasur lipat jua agak panjang.


“Untung Mama tadi sudah siap-siap dari sore Ayah. Cuma pakai daster saja tanpa pakai dalaman baju. Ayah sih kelamaan jadi kan Mama kesel. Mama juga rindu tau bermesraan sama Ayah,” ucap putri mulai membuka daster yang iya kenakan lalu masuk ke dalam selimut yang di gunakan Jaka.


Malam berlalu di garasi rumah Jaka hingga sampailah pada suara azan subuh terdengar merdu di masjid desa mengingatkan setiap warga sekitar untuk terbangun dan menunaikan subuh dua rakaat demi menggugurkan kewajiban.


“Astagfirullah hal Adzim, Y Allah, Allahuakbar, Mama kok bisa tidur di samping Papa. Nah kan kenapa Mama tidak pakai baju sehelai pun, hayo ngomong semalam Mama apakan Papa. Oh tidak aku ter nodai Mama jahat,” ucap Jaka bergaya seakan dia adalah anak gadis yang telah terenggut paksa mahkota kegadisannya.


“Halah Papah, masak semalam tidak terasah, lah wong semalam malah Mama yang kewalahan. Papah mainnya ganas sekali loh, Mamah kira Papah bangun semalam,” ucap Putri masih terbaring di dalam selimut berdua dengan Jaka sambil berucap dengan gaya-gaya intonasi suara yang manja cenderung serak-serak basah.


“Oalah gusti nakalnya istriku, sudah kalau begitu angkat saja kita lanjutkan di kamar mandi sekalian mandi junub nanggung lah masak aku yang tidur mama yang mengerjai Papah. Aku tak rela pokoknya Papah harus membalasnya satu ronde lagi asyik,” kata Jaka yang tiba-tiba membopong Putri.


“Eh, eh Pah mau kemana, enggak mau capek sudah ah Pah,” ucap Putri memberontak tetapi tak bisa sebab Jaka yang terlalu kuat tenaganya.


“Du, dudu, dudu, aku pura-pura tidak dengar,” ucap Jaka terus menggendong Putri berjalan masuk ke dalam rumah.


***


Para pemirsa yang budiman dan di rahmati Allah, yah sudahlah hehe, harap maklum dalang lagi agak-agak gimana gitu hihi.

__ADS_1


jadi nikmati saja apa yang ada hahaha...1000×


__ADS_2