T O H

T O H
Super Emak


__ADS_3

“Sendiri lagi seperti dahulu huwo, huwo, huwo,” Putri terus bernyanyi sambil berteriak-teriak agak uring-uringan.


“Mbak Put, berisik ah!” Iva yang baru datang dari Surabaya kemarin sore sebab kantornya sedang libur dua pekan ikut berteriak sambil menutupi telinganya dengan kapas lalu berjalan menuju kakak iparnya yang sedang menata makan malam di ruang makan.


“Mbak Putri, jangan berisik loh, Iva lagi mengerjakan kerjaan kantor ini, aku mohon ya kakak iparku yang cuantik. Ada apa se kok marah-marah kagak jelas begonok?” cetus Iva sambil duduk dan memakan tempe yang ada di atas meja yang ditaruh Putri di atas loyang warna merah di samping megicom yang berisi penuh nasi dan di sampingnya lagi ada sepanci sayur bening.


“Eh Mas Jaka ndek mana loh Mbak, lah Wahyu kemana dari kemarin kok enggak kelihatan?” tanya Iva sambil celingak-celinguk melihat ke beberapa sudut ruangan.


“Masmu Jaka biasalah, dari kemarin sibuk mengurusi yayasan, kerja, kerja dan kerja terus Masmu itu, sampek Mbakmu ini serasa sendirian terus ditinggal melulu. Jengkel ah!” oceh Putri ikut duduk di samping Iva menyampirkan kain lap di bahunya sambil memanyunkan bibir agak cemberut.


“Mbok ya yang sabar Mbakyu, Mas Jaka kerja juga buat Mbak Put dan Wahyu loh,” kata Iva terus mengunyah beberapa tempe.


“Sabar-sabar, iya sabar, sabar itu ya, Mbak bilangi kalau di tempat asal Mbak dahulu sabar itu jualan pentol,” ucap Putri jawab seadanya karena kesal.


Uhuk, uhuk,


Iva tiba-tiba tersedak tempe meraih segelas air yang iya tuangkan dari teko besar yang terletak di depannya.


“Lah terus Wahyuku keponakanku yang paling ganteng dikemanain Mbak?,” tanya Iva mengambil tahu di samping tatanan tempe seraya menyempilnya sedikit demi sedikit.

__ADS_1


“Wahyu keponakan kesayanganmu itu seminggu yang lalu dikirim Masmu belajar sama Mas Dwi di Serang. Katanya biar bisa jurus jadi banyak macam kartun Naruto. Begitu kalau sudah tua kayak Masmu tapi tontonannya masih serial anime jadi ke bawa-bawa. Segala anaknya suruh jadi banyak apa enggak sekalian saja bikin anak banyak. Sebelas anak gitu biar bisa jadi kesebelasan sepak bola, ah, hiiih, awas kalau malam ini pulang tidur diluar pokoknya. Lihat saja enggak Mbak kasih ampun,” kata Putri terus mengomel sedangkan Iva hanya melihatnya sambil mengunyah tahu di mulutnya dan hanya mengangguk-anggukkan kepala.


“Eh Dek itu si Jatayu sampai kapan diatas atap rumah. Apa enggak pecah gentingnya biaya lagi Dek suruh ke langit gih. Biar sama garuda atau naga Bergala milik Masmu Dava. Mereka kan teman mengobrol dah tuh mereka,” ucap Putri melihat ke atas langit-langit dimana diluarnya tepat diatas atap ada jatayu yang sedang ngemil ayam alas entah dapat dari mana.


Uhuk, uhuk, tiba-tiba Jatayu tersedak mendengar perkataan Putri, “Aih aku juga yang kenak. Dasar emak-emak ah pergi ah, atut diomeli super emak,” gerutu Jatayu lalu terbang menuju langit.


***


Sementara itu di pelataran depan kantornya Jaka masih menatap langit dari bayangan besar yang semula iya kira bayangan itu adalah Elang makhluk pendamping bakal anaknya Dava yang segera terlahir.


Tetapi setelah ia amati dengan mata batin super dari tahap malaikat yang ia miliki. Ternyata wujud asli bayangan itu bukanlah Elang namun sosok seperti monster yang dapat berubah-ubah bentuk.


“Waalaikumsalam eh Mbah Raji,” jawab Jaka menoleh pada Mbah Raji.


“Kau sudah tahu Jaka bayangan apa itu yang begitu besar dan hitam selayaknya mendung menutupi kota Jombang?” tanya Mbah Raji sekali lagi memastikan mata Jaka masih tajam dalam segi penerawangan.


“Iya Mbah Mahluk sejenis ini bukan lagi setan atau siluman. Ini sudah kategori monster Mbah,” tutur Jaka menerangkan pada Mbah Raji yang sejatinya sudah mengetahui apa dan siapa makhluk pemilik bayangan diatas langit kota Jombang.


“Itu dia yang berada di balik seorang anak muda yang menyerang kita beberapa tahun yang lalu di taman tengah kota Kebun Rojo. Dia lah dalang dibalik keinginan perang para setan dengan bersatunya kerajaan di bawah komando anak muda itu. Dialah sang raja monster Barbadak bukan lagi setan atau raksasa atau siluman,” ucap Mbah Raji menerangkan.

__ADS_1


“Berarti generasi ketiga kita sedang terancam bahaya dong Mbah. Kalau memang nanti musuh mereka adalah para monster bukan lagi setan atau siluman atau raksasa seperti yang kita lawan dahulu,” sahut Jaka menampakkan wajah dengan tatapan mata kekhawatiran.


“Benar Jaka, tetapi langkahmu sebagai petinggi utama T O H. Jua sudah benar dan tepat dengan langkah-langkah menjemput bola. Yakni mengirim para generasi dari ring empat termasuk cucuku Wahyu ke perguruan-perguruan kanuragan di empat kota tetangga. Aku yakin suatu hari pasti ada manfaatnya,” ucap Mbah Raji menuturkan.


“Kabar Sari bagaimana Mbah, apa dia sudah melahirkan, lalu Dava apa baik-baik saja? Aku dengar ada dua makhluk setengah monster membuat gaduh di RSUD Jombang,” tanya Jaka memberondong pertanyaan pada Mbah Raji.


“Dava baik-baik saja dan Sari juga telah melahirkan pas seperti ramalan yang dibicarakan cucuku yakni anakmu Wahyu. Bayinya laki-laki ya tampan seperti Dava semoga kelak bayi lelaki Dava dapat meneruskan tandem emas dari orang tuanya seperti legenda hidup T O H Jaka dan Dava lalu terlahir Elang dan Wahyu sebagai penerus kalian,” ungkap Mbah Raji penuh harap.


“Aku tahu sampean sudah menjadi petinggi sepuh dan semakin berat tugas sampean Mbah. Maaf kalau kami masih merepotkanmu, sehingga kau harus terus mengawasi kami dan kota ini,” kata Jaka memohon maaf dengan sangat pada Mbah Raji.


“Alah itu sudah tugasku Jaka. Semakin tinggi kapasitas kita dan semakin tinggi pengetahuan dan keilmuan kita membawa tanggung jawab jua yang semakin besar. Ngomong-ngomong aku sangat takjub dengan generasi ke tiga T O H. Kau tahu Sari melahirkan dua bayi yang satu Elang berwujud bayi yang satu Elang berwujud binatang. Aku rasa kita tak perlu lagi merasa ragu akan kemampuan generasi ketiga kelak. Sebab mereka lahir sudah dibekali makhluk pendamping sebagai saudara mereka agar penyatuan kekuatan semakin besar dan nyata,” tutur Mbah Raji mengungkapkan keajaiban kelahiran Elang bayi dari Dava.


“Wau, oh yes Mbah, kita patut berbangga akan hal itu semoga Dava dan sari jua berpikiran sama seperti kita. Lalu dua duet makhluk setengah monster yang mengacau bagaimana?” tanya Jaka sekali lagi pada Mbah Raji.


“Tenang-tenang Jaka keluarga Adikmu Dava baik-baik saja. Keponakanmu Halilintar yang sekarang menjabat ketua pemuda T O H. Rupanya sudah mirip dengan Ayah angkatnya yakni Mas Bupati alias kakakmu Bagus. Ada dua pemuda T O H dari ring tiga yang datang membekap keadaan mengalahkan dua monster tersebut mereka adalah kembar Ami dan Falak,” ucap Mbah Raji.


“Syukurlah kalau begitu, sekarang mari kita ke atas langit, kita tanya apa maksud dari si Raja Monster Barbadak menggantung seenaknya di atas langit kota Jombang,” pinta Jaka mengajak Mbah Raji menghadapi si pemilik bayangan berukuran besar hingga kota Jombang menjadi gelap padahal masih jam lima sore seakan sudah tengah malam.


“Mari Jaka,” jawab Mbah Raji melesat terbang ke langit diikuti Jaka yang ke arah langit tanpa melesat atau melontar seperti Mbah Raji tapi melakukan gaya transformasi alias berpindah tempat dengan sekejap.

__ADS_1


__ADS_2