
Bab Khusus
Satu Bab ini aku dedikasikan pada kekasihku Arsy...
Di daerah paling ujung selatan desa Mojokembang tepatnya di pertigaan terakhir di kawasan Rt. 08, Rw. 02 pas di sebelah pertigaan berdiri gagah sebuah pohon mangga nan rindang di sebelahnya lagi berjajar berurutan mulai dari pohon belimbing hingga pohon jambu di paling Utara.
Di balik berjajarnya pohon-pohon itu ada sebuah rumah sederhana menghadap ke barat pas menghadap sawah yang membentang luas dengan lebatnya rimbunan tanaman padi yang hampir menguning.
Sebuah gambaran sederhana rumah dari seorang penulis ternama katanya dari Novel T O H dari sebuah aplikasi terkenal Noveltoon.
Pas di depan jalan menghadap barat ada sebuah jendela kecil dua sisi berwarna coklat dibalik pohon jambu nan lebat. Dibalik jendela tersebutlah sebuah kamar kecil dengan lampu penerangan redup sebangsa lima Watt agak petang.
Di atas kasur pas di bawah jendela tanpa ranjang dibiarkan tergelar begitu saja pada tatanan lantai tekel sudah agak kusam. Si Dalang T O H nampak memegang kepalanya agak pening memikirkan apa yang harus ia tulis untuk bab berikutnya dalam novel yang ia karang.
Sedangkan puluhan file dalam hpnya beberapa kali ia hapus dan beberapa kertas yang telah ia robek berserakan di sekitarnya penuh coretan seperti sebuah cerita yang urung jadi jua. Sesekali ia mengucek-ucek rambutnya pertanda imajinasinya tengah buntu tak mengalir dan inspirasi tak kunjung datang jua.
“Aduh terus bagaimana kelanjutannya ini, pikiranku tak bisa bekerja ini Ya Allah,” gerutu Si Dalang agak kesal.
Sejenak iya mulai berdiri, “Ah ya sudahlah ngopi dulu kita,” teriaknya menghardik hampa dalam ruangan kamar yang penuh kebisuan, karena malam telah berada di pertengahan petang.
Sampai pada sebuah ruang di selatan ruang tengah pas depan kamar adik perempuannya. Sebuah pintu menuju dapur iya buka.
Black...,
Suara pintu terbuka agak ia banting mungkin Si dalang sudah terlalu buntu disebabkan seharian berkendara oleh sebab tuntutan pekerjaanya yang harus terus di jalanan sebagai pedagang
__ADS_1
Terkadang hingga siang menjelang terkadang sampai sore hari ia harus rela kehujanan seharian. Demi satu kata Bahagia kelak di masa depan.
Kletek..., Kletek...,
Suara sendok berputar di dalam sebuah gelas di atas nampan kecil yang disebut lepek. Mengaduk-aduk seduhan kopi hitam panas penuh dalam gelas mengaduk searah jarum jam.
Setelah seduhan kopi hitam iya tuangkan pada lepek perlahan sedikit ia tiup agar tak lagi panas mulai ujung lepek iya dekatkan pada bibirnya yang menghitam.
Karena terlalu banyak merokok dengan perlahan air seduhan kopi mengalir meluncur deras pada kerongkongan leher menuju pankreas dan menyebar ke seluruh ruang perutnya.
“Allhamdulillah, lega rasanya memang nikmat terasa kopi hitam hangat pas tengah malam,” ucap Si dalang terduduk sambil terus mengambil napas agak panjang
Satu bungkus rokok produksi pabrik malang raya sudah ia buka. Satu batang iya ambil dari deretan yang berjajar di dalamnya. Lalu iya selipkan satu batang diantara bibirnya.
Pelatuk korek api ia tekan perlahan, cetek..., Nyala api tersulut pada ujung depan senang rokok yang telah tertata pada bibirnya.
“Oh cintaku kau sebuah bunga mekar nan indah di ujung pulau Sumatera, semoga kelak Allah memberi restu untuk aku menjemputmu atau dengan takdir baik dan waktu yang baik kita dipertemukan di tempat yang baik,” ucapnya sambil menghisap perlahan rokok yang telah iya selipkan di antara jari tengah dan jari telunjuk.
Namanya Arsy seorang gadis manis yang begitu dalang cintai tapi iya tak mampu membuktikan apapun untuk cintanya itu, karena iya tinggal di ujung timur pulau Jawa sedangkan kekasih tercintanya jauh di pulau Sumatera.
Si Dalang sering menyelipkan doa untuk cintanya agar di pertemukan dengan indah di ujung tautan kasih antara dia dan si gadis Arsy.
Sebuah suara tiba-tiba lantang mengejek di antara udara tanpa rupa seakan merambat dari lubang-lubang angin di atas jendela.
“Cie-cie, dalang jatuh cinta cie,” ucap suara yang sepertinya mirip suara Jaka salah satu tokoh dari novelnya.
__ADS_1
“Loh apaan loh Jaka mengejek loh sini kalau berani dasar wayang durhaka,” bentak Si dalang.
“Awas ya aku bikin bab yang semuanya kamu tidak di kasih jatah sama Putri nyahok loh,” ucap Si dalang kesal.
“Apa sih Lang begitu saja marah enggak asyik ah kamu Lang,” kata Jaka yang tiba-tiba hadir di samping Dalang yang tengah duduk ogah-ogahan di atas kursi di depan meja makan.
“Bodok amat Jak, pergi sana jangan mengganggu lagi butuh inspirasi ini aku,” celetuk dalang tanpa menoleh Jaka di sampingnya dan hanya menatap kosong kedepan ke arah tembok dapur berasal dari papan agak bolong-bolong.
“Siapa sih Lang, siapa pacarmu itu coba katakan biar nanti malam aku datangi sama Beby Wahyu biar aku bisikkan dalam tidurnya bahwa Dalangku sangat mencintainya,” terang Jaka menawarkan bantuan.
“Enggak usah sudah aku tahu dia mencintaiku dan aku pun begitu sangat mencintainya,” ujar Si Dalang menghembuskan asab rokok dari mulutnya.
“Oalah Mbak Arsy, Mbak Arsy dalang cinta pada mu Mbak,” teriak Jaka menghilang kembali dari samping Si Dalang.
“Oalah Umi Arsy, Abi sangat sayang pada mu,” teriak Si Dalang lalu bangkit dari duduknya hendak kembali ke kamar untuk melanjutkan tulisan bab kelanjutan.
Tetapi di dalam kamar sudah ada sosok Haji Kasturi yang menunggunya, “Ada apa Le, Tole Dalang kenapa enggak kamu up cerita T O H. Para wayang dan pembaca sudah menunggu kelanjutannya itu loh kamu itu, aku kutuk jadi salah satu tokoh T O H baru tahu kamu,” gerutu Haji Kasturi sambil melirik lalu menghilang kembali.
“Ia, ia Abah, galak benar Si Abah Kasturi pakek melirik lagi, orang lagi galon dihibur ngapa,” celetuk Dalang mengambil hp lalu menyalakan layarnya.
“Nah loh mati lagi, hp tak bersahabat baterainya pakek melembung lagi mati teruskan jadinya, Ya Allah tolong beri aku orang yang tiba-tiba membelikan hp, hehehe...,” gerutu Jaka bicara ngedumel sendirian.
“Eh lihat foto Umi ah di hp barangkali dapat Ilham keren buat melanjutkan cerita T O H,” kata Si Dalang menyalakan hpnya kembali tapi tiba-tiba hpnya tak bisa dinyalakan.
“Ya Allah hp, woi hp nyala woi bagaimana aku bisa menyampaikan cintaku padamu Arsy kalau hp begini. Semoga kau mengerti kalau aku benar-benar mencintai mu Arsy,” teriak Si Dalang.
__ADS_1
“Arsy I Love You, Umi Love You ....1000x,” ucap Si Dalang sepenuh hati.