T O H

T O H
Rapat RT 01


__ADS_3

Balai RT 01


Suasana di dalam balai RT.01 nampak ramai oleh warga sekitar hendak mengadakan rapat yang dipimpin oleh ketua RT Pak Ari.


Nampak pula beberapa tokoh penting hadir di sana salah satunya Pak Haji Sugian. Hadir pula Pak Lurah Mardiono sebagai undangan khusus tengah duduk di deretan paling depan di samping Pak RT Ari sedangkan di sebelahnya lagi duduklah Pak RW Ustad Gianto.


“Bapak-bapak, Ibu-ibu dikarenakan saat ini masih dalam masa Pandemi tolong di jaga jaraknya jangan sampai terlalu berdekatan dan maskernya tolong dipakai dengan benar. Jangan sampai acara ini menimbulkan kluster penyebaran Covid terbaru,” ujar Pak Lurah Mardiono mengingatkan warganya.


“Iya Pak...,” sahut warga serempak.


Hadir pula Komandan Nawan dan Pak Itok sebagai aparat kepolisian setempat turut menjadi tamu undangan.


“Baik Pak RT karena ini lingkungan anda jadi yang berwenang membuka acara adalah bapak silahkan,” kata Pak Lurah mempersilahkan Pak RT Ari untuk membuka rapat.


Lantas Pak RT Ari berdiri untuk membuka rapat, “Assallamualaikum warohmahtullahi wabarakatuh,” kata Pak RT Ari membuka jalanya rapat.


“Waalaikumsalam warohmahtullahi wabarakatuh,” jawab warga serempak.


“Dengan ini rapat saya buka, rapat kali ini kita akan membahas tentang mahluk halus alias setan alias jin alias hantu yang tengah meresahkan kita bersama. Berhubungan dengan peristiwa yang beberapa hari ini menimpa beberapa rumah warga dengan ketukan misterius di pintu depan saat malam dan saat di buka tidak ada barang siapa pun orang atau makhluk yang mengetuk pintu,” kata Pak RT Ari.


“Silahkan bapak-bapak dan ibu-ibu yang ingin mengusulkan atau mengutarakan pendapatnya enaknya bagaimana?,” kata Pak RT Ari meminta warga mengutarakan usul dan pendapatnya.


“Pak bagaimana kalau kita laporkan polisi saja. Mumpung disini hadir juga komandan Nawan?,” celetuk salah satu ibu-ibu yang hadir.


“Baik saya kira yang bisa menjawab usulan ibu siapa nama ibu tadi?,” Kata Pak RT Ari.


“Ibu Juminem...,” teriak beberapa orang warga memberi tahu.


“Yak, saya kira yang bisa menjawab usulan Ibu Juminem adalah Komandan Nawan sendiri. Silahkan Pak Komandan Nawan untuk di jelaskan, waktu dan tempat saya persilahkan,” kata Pak RT Ari.


“Assallamualaikum warohmahtullahi wabarakatuh,” Komandan Nawan lantas berdiri dan menyampaikan salam.


“Waalaikumsalam warohmahtullahi wabarakatuh,” warga kembali menjawab salam serempak.


“Jadi begini Ibu Juminem tentang usulan ibu kali ini dari pihak kami kepolisian dalam hal ini tidak bisa ikut campur, dikarenakan ini bukanlah suatu tindak pidana ataupun kejahatan yang semestinya jadi di dalam kasus ini yang bisa menanggulangi adalah kalian sendiri para Warga beserta tokoh masyarakat yang berada di sini,” jelas Pak Komandan Nawan.

__ADS_1


Mendengar keterangan dari Komandan Nawan para warga yang hadir nampak gaduh terdengar sayup-sayup mereka berbincang satu sama lainya, “Ia ya kalau begini apa dan siapa yang mau ditangkap lawong tidak kelihatan,” kata salah satu warga.


“Di mohon diam Bapak-bapak, Ibu-ibu, biar kali ini Pak Haji Sugian yang menjelaskan bagaimana seharusnya kita dalam menangani peristiwa ini. Pak Haji waktu dan tempat kami persilahkan,” kata Pak RT Ari.


“Assalamualaikum warohmahtullahi wabarakatuh,” Pak Haji Sugian mengucapkan salam seraya berdiri.


“Waalaikumsalam Warohmahtullahi wabarakatuh,” jawab warga serempak kembali.


“Pertama-tama kita panjatkan dahulu puja dan puji syukur kehadirad Allah SWT, serta tak lupa Sholawat dan Salam kita limpahkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad Saw, karena Rahmat dari Allah dan cinta dari Rasulullahlah kita semua dapat menghadiri majelis rapat di balai RT ini dengan keadaan sehat walafiat,” kata Pak Haji Sugian.


“Begini deh kalau Pak Haji yang bicara panjang kali lebar kali tinggi,” celetuk Bu Tiari salah satu warga yang hadir yang memang suka usil orangnya namun Pak Haji tidak menggubrisnya dan terus menyampaikan pendapatnya.


“Hustz... diam kenapa Buk..?!,” celetuk Pak Sunawi sang suami Ibu Riati yang kebetulan duduk disamping Ibu Riati.


“Boleh saya lanjutkan,” kata Pak Haji Sugian.


“Lanjutkan Pak...,” teriak warga.


“Begini menurut hemat saya bagaimana kalau kita warga RT 01 yang budiman, mengadakan pengajian kecil-kecillan di gardu untuk mendoakan almarhum yang sudah tiada agar tenang di alam sana dan tidak mengganggu warga sekitar kembali?,” kata Pak Haji Sugian.


“Setuju Pak...,” jawab warga serempak.


“Lalu yang menyiapkan suguhan atau camilan untuk pengajian siapa Pak RT?,” celetuk Ibu Munjanah salah satu warga yang hadir.


“Untuk penyajian hidangan atau makanan ya buk bukan camilan, saya mohon Ibu-ibu disini semua saja dengan ikhlas menyediakan. Toh ini demi kebaikan kita semua iya kan?!,” kata Pak RT Ari.


“Ia Pak...,” jawab warga serempak.


“Untuk waktunya kita adakan besok sore saja bagaimana kan besok adalah hari Kamis jadi pas malam jumat, tentu hari yang baik untuk memanjatkan doa semoga langsung diijabah,”


“Ia Pak benar itu..,” teriak beberapa Warga.


“Baik kalau begitu acara rapat kali ini sudah menemukan mufakat ya Bapak-bapak, Ibu-ibu jadi keputusannya besok sore akan diadakan pengajian kecil-kecillan di gardu kita tercinta untuk hidangan dan makanan ringan di serahkan kepada Ibu-ibu, ok rapat kita sudahi sampai di sini, Assalamualaikum,” kata Pak Lurah Mardiono menutup rapat.


“Waalaikumsalam...,” jawab warga serempak lantas membubarkan diri pergi ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


“Pak Haji..., Pak Haji Sugian tunggu sebentar...,” teriak Pak RT Ari berlari menyusul Pak Haji Sugian yang tengah berjalan Pulang seusai rapat.


“Ada apa Pak RT Ari?,” kata Pak Haji Sugian sambil memperlambat langkahnya menunggu Pak RT Ari.


“Begini Pak saya hendak membicarakan soal pencalonan Pak Haji menjadi bakal calon kepala desa,” kata Pak RT Ari.


“Kalau begitu mari ke rumahku saja Pak RT sambil ngopi enak ini mumpung masih pagi, tidak baik membicarakan hal ini di jalan,” kata Pak Haji Sugian.


“Tidak mengganggu Pak Haji kah kalau saya bertamu ke rumah,”


“Oh.. tentu tidak Pak RT, kebetulan hari ini saya free. Oh ia istri saya masak enak hari ini,” kata Pak Haji Sugian.


“Wah jadi kagak enak soalnya saya kalau makan suka nambah Pak, hahaha... bercanda Pak Haji,” kata Pak RT.


“Beneran juga enggak apa Pak kebetulan dirumah sedang ada Jaka Pak RT, nah Pak RT juga bisa bertanya noh sama Jaka tentang kasus yang dibahas barusan. Semalam Jaka melihat sendiri bagaimana bentuk dari wujud makhluk tersebut,” kata Pak Haji Sugian.


“Loh Nak Jaka sedang ada di rumah Pak Haji, kapan datang...?,” tanya Pak RT Ari yang memang akrab dan kenal dekat dengan keluarga Jaka.


“Kemarin sama Putri” kata Pak Haji Sugian.


“Putri anak Pak Haji Hadi itu..?, oh iya Pak apa mereka tidak sekolah...?,” tanya Pak RT Ari.


“Ia Pak RT, Putri anak Pak Haji Hadi, teman masa kecil kita dulu lama ya tidak bertemu beliau sejak iya pindah ke Kediri, masalah sekolah anak-anak kan sekarang dimasa pandemi sedang sekolah di rumah alias daring Pak, apa lagi di Kediri ada virus aneh wabah orang yang kesurupan dan tiba-tiba mati,” kata Pak Haji Sugian.


“Ya semoga cepat selesai semua pandemi ini ya pak dan pandemi baru yang terjadi di Kediri tidak sampai kesini,” kata Pak RT sambil berjalan beriringan bersama Pak Haji Sugian.


_


_


_


_


_

__ADS_1


__ADS_2