T O H

T O H
I Love You Too Bawel


__ADS_3

“Ash-shalatu was-salamu ‘alayk ya imamal mujahidin ya rasulallah ash-shalatu was-salamu ‘alayk,”


Suara lantunan sholawat tarhim sayup-sayup terdengar dari Mushola yang berada di ujung gang RT.01 menandakan waktu subuh hendak segera tiba.


Lantunan alunan merdu sholawat tarhim tersebut merambat dari tiap cela jendela dibawa angin lurus masuk ke dalam gendang telinga para insan manusia yang tengah terlelap.


Begitupun Putri yang terbangun, karena mendengar lantunan tarhim tersebut. Putri begitu kaget dan tercengang saat Jaka tengah berbaring tertidur pulas di sampingnya berbagi selimut dengan ya dan tengah memeluknya erat.


Seingatnya semalam ia tengah menggigil kedinginan dan nampak tak begitu jelas ia melihat Jaka mondar-mandir di samping tempat tidur.


Namun tak menyangka kalau Jaka sampai memeluknya dan tidur di sampingnya apa lagi sampai berbagi selimut denganya.


Apa yang dipikirkan Jaka semalam, ucapnya dalam hati. Dengan segera ia mengecek apakah ada baju atau pakaian yang menempel di tubuhnya yang terlepas, oh ternyata masih utuh, gumamnya dalam hati.


Lalu ia kembali berpikir apa yang membuat Jaka sampai melakukan hal ini, Putri seketika teringat dengan sebuah kata-kata yang pernah ia jelaskan pada Jaka.


Bahwa bila teman atau pasangan lawan jenisnya, tengah mengalami kedinginan cara yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa dinginnya itu adalah dengan cara memeluknya. Begitulah sekiranya kata-kata yang pernah iya jelaskan pada Jaka.


“Dasar Si Julit....,” gumam Putri kali ini dengan tersenyum malah kembali berbaring di samping Jaka lantas menyelimuti Jaka kembali berbaring berbagi selimut kembali. Kali ini Putri yang memeluk Jaka agak erat.


“Jaka..., Jaka.., dasar Si Julit,” ujar Putri lirih.


“Jaka..., Bangun Jaka sudah tarhim,” Putri masih dalam keadaan berbaring berdua memeluk Jaka seraya menyibak-nyibak rambut Jaka menatanya kembali yang semula berantakan.


Kali ini Wajah Putri dan Jaka saling berhadapan hampir menyentuh, “ Jaka bangun, sudah kumandang tarhim sebentar lagi azan subuh,” kata Putri mencoba membangunkan Jaka sambil mengusap-usap pipi Jaka.


Namun bukanya terbangun Jaka malah kembali memeluk erat Putri seraya menaruh kepalanya di antara dagu dan dada Putri dengan posisi berbaring namun berhadapan,


“hemmmz....,” terdengar suara dari mulut Jaka namun tidak begitu jelas.


“Eh nih anak malah erat meluknya,” kata Putri.


“Jaka bangun Jaka...?!,” kata Putri dengan penuh lemah lembut membangunkan Jaka kembali.


“Masih ngantuk Bawel.., semalam kamu buat aku khawatir nah aku takut kehilangan kamu nah jadi enggak bisa tidur aku semalam gara-gara kamu,” kata Jaka namun dengan mata tetap terpejam tetap tertidur dan tetap memeluk Putri.


“Eh Si Julit susahnya minta ampun kalau dibangunin, tapi biarlah kasihan dia semalam bergadang merawatku, lagian belum subuh juga biarlah ia tidur sebentar lagi.


Si Julit ini kalau wajahnya di lihat dari dekat seperti ini sebenarnya ganteng loh kamu Julit,” kata Putri sambil terus memandangi wajah Jaka yang tengah tertidur di pelukannya.


“Aku sayang kamu Jaka...,” kata Putri sambil mengecup kening Jaka. Jakapun tersenyum tipis seakan ia tahu namun tetap terpejam.


“Eh Ya Allah manismu Jaka kalau senyum gini, Eh apa dia dengar ya tadi aku bilang sayang barusan, hehehe..., ah sudahlah jadi malu sendiri aku,” kata Putri senyum-senyum sendiri.


...........


Assolatuhoiruminannaum....

__ADS_1


Assolatuhoiruminannaum....


Lantunan azan subuh akhirnya berkumandang Jaka tak jua bangun dalam pelukan Putri, “Lah dia malah keenakan siapa yang sakit siapa yang di peluk ini,” kata Putri.


“Jaka..., Bangun Jaka...,” kata Putri kali ini agak dikeraskan suaranya agar Jaka lekas bangun sebab telah terdengar azan subuh.


“Jaka sholat subuh yuk,” ucap Putri kembali mengecup kening Jaka.


Jaka nampak perlahan membuka mata, “Huwaaa..., Astagfirullah haladzim .., maaf Putri aku tidak bermaksud kurang ajar padamu,” kata Jaka seketika langsung berdiri turun dari ranjang memohon maaf merasa tidak enak hati karena memeluk Putri saat tidur.


“Tidak....., kau menodaiku Jaka teganya dikau,” kata Putri berpura-pura drama berniat menggoda Jaka.


“Loh, loh..., loh bukan begitu Putri, aku tidak ngapa-ngapain kok sumpah,” kata Jaka sambil mengacungkan dua jari tengah dan telunjuk tanda serius.


“Hahaha..., kamu itu Jaka lucu banget,” kata Putri tertawa geli melihat tingkah Jaka yang polos.


“Sudah sana ambil wudu kita sholat subuh berjamaah,” kata Putri.


“Aku yang jadi Imam...?,” kata Jaka.


“Yah kalau kamu tidak mau jadi Imam pakai saja mukena sana,” ujar Putri bangun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi. Kebetulan tiap kamar di rumah Pak Haji Sugian terdapat satu kamar mandi dalam.


Lalu Jaka dan Putri pun hikmat dalam sujud di atas sajadah menyemai Ridho Allah di setiap rakaat subuh.


Toktoktok....


“Jaka..., Putri.., bangun Nak...,” kata Umi Wati seraya mengetuk Pintu.


“Assalamualaikum warohmahtullah...,”


“Assalamualaikum warohmahtullah...,”


“Oh..., sedang sholat ya sudah kalau sudah sholat,” kata Umi Wati bergegas pergi ke arah dapur untuk melakukan aktivitas pagi yaitu memasak.


Putri mengakhiri sholat dengan mencium tangan Jaka dan Jaka pun tersenyum melihat Putri sudah nampak sehat dari semalam yang begitu panas badannya sampai menggigil kedinginan.


“Eh..., Sudah tidak panaskah badanmu Put,” kata Jaka seraya menempelkan telapak punggung tangannya ke arah dahi Putri.


“Allhamdulillah sudah reda panasnya,” ujar Jaka.


“Jaka terimakasih ya sudah merawatku,” kata Putri tersenyum manis.


“Aih..., jangan sok manis begitu kamu Put, jangan pasang muka dimanis-manisin begitu, aku tidak akan tergoda heh,” kata Jaka dengan gaya memalingkan muka.


“Ih..., jahatnya aku berterimakasih loh ini,” kata Putri seraya memukul pundak Jaka.


“Aduh..., sakit low Put,” kata Jaka.

__ADS_1


“Ya kamu aku kalem salah, aku bawel salah, aku baik salah apa lagi aku cerewet,” kata Putri dengan wajah kesal.


“Hehehe..., ia, ia, Bawel gitu saja marah...,” kata Jaka.


“Kamu Si Julit....,” kata Putri


“Lah dia balas kasih aku julukan,” kata Jaka.


“Eh Jaka..., bobok bareng lagi yuk, enak berasa tenang dan hangat di peyuk kamu,” kata Putri nampak manja pada Jaka.


“Idih..., dia malah ketagihan, enggak mau...,” kata Jaka.


“Ayolah Jaka...., yuk, yuk, yuk,” pinta Putri sambil memegang sarung Jaka dipelintir-pelintir sedikit kainnya dengan gaya mata di kedip-kedipkan.


“Eh nih anak dosa tau,” ujar Jaka.


“Ya sudah sana pergi, biar aku panas dingin juga biar, sakit juga biar,” kata Putri membuka mukena melipatnya bersama sajadah seraya berdiri berniat menggoda Jaka dengan bujukan dan rengekkan.


“Eh nih anak,” Jaka lantas berdiri dengan refleks mengangkat tubuh Putri menggendongnya dari depan hendak membawanya ke kasur.


“Eh.., eh mau apa kau Jaka, hehehe... turunin, aku bercanda, aku cuma menggodamu,” kata Putri meronta meminta diturunkan sambil memukuli Jaka.


“Bodok amat dah jengkel aku sekarang hayuk tidur bareng lagi, aku peluk dah kamu Put, hayuk,” kata Jaka membaringkan tubuh Putri di kasur lalu menyelimuti tubuhnya dan tubuh Putri satu selimut berdua.


“Hehehe, aku Cuma bercanda Jaka,” kata Putri hendak bangun lagi namun tidak bisa karena di tahan tangan Jaka.


“Udah mau kemana, tidur...,” kata Jaka.


Akhirnya mereka kembali terbaring satu ranjang kembali tidur berhadapan satu selimut berdua Putri pun tak mampu melepaskan tangan Jaka yang menahan begitu kuat memeluknya.


“Jaka...,” kata Putri lirih sambil melihat wajah Jaka yang berada begitu dekat dengan wajahnya.


“Hemmm..,” sahut Jaka namun dengan mata terpejam.


“I Love You Julit....,” kata Putri membuat Jaka sangat kaget seraya membuka mata.


“I Love You Too Bawel,” ucap Jaka seraya mengecup kening Putri dan kembali memejamkan mata.


Mendengar ucapan Jaka wajah Putri nampak memerah, ia terlihat senyum-senyum sendiri dan menambah erat pelukannya pada Jaka.


***


😱🙏🙏✌


Wah wah wah.. kok Jaka sama Putri malah adegan kayak gitu sih?


Eits santai ya semua. Cerita ini mengandung banyak kejutan dan alasan kenapa mereka bisa seperti itu, dijelaskan di bab2 selanjutnya.

__ADS_1


So keep positive thinking ok!!!


😁😁😁


__ADS_2