T O H

T O H
Api Surah Al Ikhlas


__ADS_3

Kabut mulai merambat perlahan di area pemakaman desa Badas di kawasan kecamatan Ngoro kabupaten Jombang sebuah kawasan yang di jaga dua orang anggota toh yang bernama Gus Bari dan Mbah Raji salah satu paranormal yang memihak golongan putih.


Memang sudah aturan dari organisasi T O H untuk menjaga setiap satu daerah terdiri dari dua orang agar dapat saling membantu kalau mengalami kesulitan dalam menghadapi serangan dari musuh.


Semakin malam kabut nampak semakin petang dan pekat seakan menelan seluruh nisan makam yang ada di sekeliling pemakaman. Membuat jarak pandang menjadi terbatasi hanya sedepa saja jarak pandang yang dapat terlihat karena begitu pekatnya kabut.


Ditambah angin dingin dari arah sungai yang berada pas di belakang area pemakaman semakin membuat bulu kuduk merinding bagi yang melintasi di jalan depan makam. Namun saat ini telah tengah malam tiada satu pun yang melintasi jalanan tersebut.


Harum aroma bunga Kamboja dan bau anyir yang di timbulkan kabut menambah kengerian suasana makam.


Apa lagi suara burung hantu yang terus bernyanyi ngeri seakan menandakan bahwa di sini adalah tempat dimana tulang belulang sisa-sisa mayat yang sudah membusuk terkubur di dalam tanah.


Dengan matanya yang terus membelalak di dalam kegelapan si burung hantu terus mengawasi area makam serasa ingin memberitahu bahwa akulah sang penjaga makam.


“Mbah Raji apakah ada tanda-tanda bahwa musuh akan menyerang?,” ujar Gus Bari yang tengah berjongkok di tepian pagar pembatas antara pemakaman dan jalan depan makam


Dari sisi sebelah dalam makam tersamar oleh beberapa gundukan makam dan lebatnya rumput alang-alang sehingga keberadaan mereka tidak terlihat dari arah dalam pemakaman.


“Dari informasi Mas Ustad Bagus sih tadi iya sempat melihat dalam penerawangannya bahwa di area pemakaman ini ada satu makhluk ghoib yang berdiri pas ditengah-tengah makam berbaju putih layaknya kuntilanak tapi berjenis laki-laki,” ujar Mbah Raji yang ikut berjongkok di samping Gus Bari.


“Mana ada kuntilanak cowok Mbah,” celetuk Gus Bari.


“Kata Mas Ustad Bagus begitu dia yang menerawang kok,” kata Mbah Raji meyakinkan Gus Bari.


“Kasihan Ustad Bagus dia yang paling terkuras banyak tenaga dan pikirannya berhari-hari harus menemani guru kita Haji Kasturi di gubuk tepian Waduk Rejosari. Hanya demi mengawasi dan memastikan keamanan seluruh anggota T O H,"


"Tidak gampang loh melihat seluruh kota langsung dalam satu penglihatan penerawangan butuh tenaga ekstra,” ucap Gus Bari sambil geleng-geleng kepala merasa takjub dengan kemampuan dan kekuatan Ustad Bagus.


“Ia Mas kadang aku juga sering melihat Ustad Bagus yang sering berpindah-pindah tempat dengan cepatnya hanya demi membantu kita semua,” timpal Mbah Raji.


“Eh diam sebentar Mbah ada suara, ada suara. Merunduk, merunduk Mbah,” kata Gus Bari mendengar suara-suara aneh dari tengah makam.


Suasana kembali hening dan hanya terdengar suara katak mengorek bersahut dengan suara jangkrik yang mengerik sesekali terdengar samar-samar suara gemercik aliran air dari arah sungai.

__ADS_1


Haaaaa... Haaaaa... Harrr...


Suara aneh mulai jelas terdengar sosok yang tadi tengah di bicarakan Gus Bari dan Mbah Raji mulai menampakkan diri. Kemunculannya di mulai dari suara ledakan di tengah area pemakaman lalu dari bekas ledakan timbul asab putih kecil


Lama-lama menjadi besar dan berubah menjadi sosok setan berbaju putih-putih layaknya kuntilanak namun berjenis laki-laki dengan taring yang keluar dari sisi kanan dan kiri mulutnya seperti drakula atau vampir sambil terus menggeram.


“Astagfirullah Mbah ini si bukan si Kunti Mbah ini si vampir,” ucap Gus Bari yang mengintip dari gundukan makam di depan ia bersembunyi.


“Terus bagaimana Gus langkah kita selanjutnya?,” ucap Mbah Raji yang ikut mengintip ingin tahu rupa makhluk tersebut.


“Kita tunggu dulu apa yang akan ia lakukan Mbah baru kita bertindak. Ya Allah lindungi kami ya Allah, yang lain musuhnya dukun atau orang lah kita makhluk beginian ya Mbah,” ucap Gus Bari masih tengah waspada.


“Lah ya mana saya tahu Gus,” timpal Mbah Raji.


“Eh, itu apa Gus yang muncul dari beberapa kuburan di depan makhluk itu,” kata Mbah Raji menunjuk kearah beberapa makam yang terbelah membuka dengan keadaan seakan menyala lalu mengepul asab dari dalam kubur.


“Mana Mbah? Waduh ciloko Mbah satu makhluk sudah seram gitu dia malah membangunkan maklum lain dari dalam kubur Mbah ladalah gimana ini Mbah?,” kata Gus Bari yang melihat tangan-tangan tengkorak mulai keluar dari dalam kubur yang terbelah.


“Bismillah Gus, Bismillah kita di jalan yang benar kita di jalan Allah Gus. Mati sekarang pahala syuhada atau mati Sahid jaminannya,” ucap Mbah Raji.


“Halah kok gitu cucuku loh masih kecil-kecil juga Gus,” kata Mbah Raji tertawa lirih.


“Malah bercanda keadaan genting begini malah bercanda si Embah. Keluarkan apa kek buat menandingi para tengkorak yang keluar dari makam tuh,” kata Gus Bari.


Sedangkan beberapa tengkorak telah muncul dari beberapa makam dan mulai berjala mendekati area Gus Bari dan Mbah Raji bersembunyi dengan di komandoi si vampir dari belakang.


“Aduh pakai mendekat kemari lagi,” celetuk Gus Bari melihat beberapa sosok tersebut mulai mendekat.


“Cepat Mbah keluarkan apa gitu loh ah si Embah ini biasanya bawa kantong ajaib juga,” kata Gus Bari.


“Dikata kita Doraemon kali ya bawa kantong ajaib,” sahut Mbah Raji.


Sedangkan para tengkorak semakin mendekat saja tinggal beberapa meter jaraknya dari tempat Gus Bari dan Mbah Raji bersembunyi.

__ADS_1


Slorot... Dar... Dar...


Beberapa tengkorak hancur terkena lemparan bom dari kertas mantra yang dilemparkan oleh Mbah Raji dari dalam sakunya. Namun satu hancur satu muncul kembali dari dalam kubur seakan tak ada habisnya tengkorak terus bermunculan dengan giginya yang terus beradu menimbulkan suara bising.


Cetak... Cetak.. Cetak...


Suara tengkorak terus bermunculan hingga memenuhi area pemakaman sepertinya semua tengkorak dari dalam kubur di pemakaman tersebut telah di bangunkan.


“Aduh Mbah tambah banyak itu tengkoraknya apa kertas mantra Mbah sudah habis?,” ucap Gus Bari.


“Sudah habis Gus,” kata Mbah Raji merogoh kantong celananya yang kosong.


“Ah kelamaan Mbah,” sahut Gus Bari seraya berdiri sambil melafazkan surah Al Ikhlas.


Tiba-tiba tubuh Gus Bari seluruhnya mulai terbakar dari tangannya terlontar api-api panas yang terus menghantam para tengkorak seakan tiada henti melontarkan dengan sesekali menyemburkan api dari telapak tangannya hingga tengkorak habis tak bersisa dan tak lagi muncul.


Kini tinggal si vampir yang tengah di cengkeram Gus Bari yang masih dengan tubuh menyala-nyala.


“Aku tahu kau tengah mendengarkan ku sedari tadi hey maklum jelek. Aku memang sengaja memancing mu seolah-olah aku takut padamu agar kau mengeluarkan seluruh kemampuanmu dan aku berhasil. Kini terimalah kemusnahanmu dan pergilah kembali ke Neraka,” ucap Gus Bari dalam mode Api dari surah Al Ikhlas.


Lalu si vampir terbakar di tangan Gus Bari menjadi abu. Bersama itu kuburan yang semula terbuka menganga dan tempat keluarnya para tengkorak kembali tertutup, Gus Bari kembali ke wujud awal yakni wujud manusia seraya mengucap Allhamdulillah.


“Oalah Gus, Gus Bari tadi kayak-kayak takut ternyata Cuma strategi memancing musuh toh aku kan jadi sempat pasrah tadi aku pikir malam ini malam terakhir ku,” ucap Mbah Raji mendekati Gus Bari yang tersenyum lega.


“Bicaramu ilo Mbah ini pemakaman loh nanti kalau ada wali liwat lalu omonganmu jadi kenyataan bagaimana?,” ucap Gus Bari.


“Nauzubillah mindalik, jangan sampai Gus amit-amit jabang bayi,” ucap Mbah Raji sambil menancapkan bendera di tengah makam berwarna putih bertuliskan lafadz Laillahaillah Muhammaddarasullah di sisi kanan dan kiri bendera.


Pertanda suatu area telah ditaklukkan oleh organisasi T O H atau kelompok golongan Putih.


“Sudah ayo balik,” kata Gus Bari.


“Kemana?,” tanya Mbah Raji.

__ADS_1


“Warung kopi, ya pulang Mbah,” celetuk Gus Bari pergi meninggalkan area pemakaman diikuti Mbah Raji dari belakang sedangkan bendera Allah telah berkibar di tengah area pemakaman diterpa angin dari arah sungai belakang pemakaman.


__ADS_2