T O H

T O H
Perintah Serangan


__ADS_3

Haji Kasturi kembali menatap kota Jombang tercinta. Kota yang selama ini ia lindungi dengan segenap jiwa raga agar tak jatuh dalam lembah hitam kenistaan.


Namun kali ini masyarakatnya mulai melenceng jauh dari syariat yang di ajarkan oleh pendahulu yakni leluhur para kiai dan pemuka agama yang terdahulu.


Tetes air matanya jatuh jua satu tetes ke tanah. Angin mulai berubah keruh membawa banyak malapetaka dan pagebluk durjana para setan di setiap sudut kota.


Haji Kasturi masih berdiri menatap kota Jombang dari atas bukit Tunggorono. Dan seribu lebih anggota T O H masih berbaris rapi berdiri berjajar di belakangnya menunggu komando dari sang Kiai Kasturi.


Di samping Haji Kasturi berdiri pula pejuang terkuat kedua setelahnya. Gus Bagus terus memandang sang guri jua menunggu perintah selanjutnya. Iya menunggu bersama seribu lebih anggota yang lain. Yang jua mulai gusar dengan keadaan kota Jombang yang mangkin melenceng jauh dari norma-norma dasar agama ataupun adat-istiadat Jawa.


“Setiap desa bahkan setiap rumah di kota kita ini sudahlah di pengaruhi oleh pasukan setan dari kerajaan Adi Yaksa. Rupanya mereka berperang bukan secara terang-terangan, tetapi menggerogoti dari dalam. Menghancurkan keimanan dan takwa masyarakat dengan menjanjikan kegemilangan dunia dengan segala kenikmatan fatamorgananya,” kata Sang Kiai Haji Kasturi dan masih terus memandang jauh kota Jombang dari atas bukit Tunggorono.


“Dari mulai ujung barat masalah Lurah Dongkol yang memuja pesugihan siluman Adi Yaksa hingga penculikan bayi di ujung timur daerah Gus Lukman di kaki bukit Anjasmoro yakni Wonosalam,” semua itu ada campur tangan dari Adi Yaksa,” ucap Haji Kasturi menambahi keterangan pada semua anggota.


“Benar Guru Nyatanya genderang perang dan trompetnya telah mereka tabuh dan telah mereka tiup jauh-jauh hari tanpa kita sadari dan kita tak melakukan apa-apa atas semua kejadian ini,” timpal Gus Bagus masih menatap Sang Guru.

__ADS_1


“Benar Guru sebenarnya tujuan mereka hanya satu membunuh anaknya Jaka seperti kata petapa Effendik tiga bulan yang lalu,” sahut Gus Bari ikut menambahkan penjelasan.


“Lalu kita harus bagaimana Guru kita tak bisa bergerak karena mereka tak pernah menampakkan diri sebagai pengganggu tapi mereka selalu mempengaruhi warga dan menyesatkannya,” ucap Gus Pendik yang di daerahnya tengah dihebohkan hantu kunyang dan seakan warga berlomba-lomba menjadi hantu kunyang hanya karena sedikit kesalah pahaman dengan tetangganya dan saling membunuh.


“Jaka kau sebagai penjaga desa terkuat karena ada seratus anggota kita dengan kau sebagai pemimpinnya. Apa kau tahu ada kejanggalan yang terselubung di desamu. Ada aura gelap yang sangat jahat di ujung desamu?,” tanya Haji Kasturi pada Jaka.


“Siap Tahu Guru, ada satu masalah pada salah satu warga kami yang hendak diperalat oleh Adi Yaksa agar bisa masuk ke desa Mojokembang. Dan itu sudah menimbulkan korban Guru satu orang,” jawab Jaka memaparkan kejadian yang tengah terjadi.


“Janda Nurma memang tak bersalah saat dia melakukan aksinya sebenarnya bukan dia yang melakukan dia dirasuki sosok genderuwo wanita yang menyamar sebagai Nenek Buyutnya. Janda Nurma orang awam sehingga ia tak tahu kalau yang iya lihat bukan yang sebenarnya,” sahut Haji Kasturi.


“Benar Guru motif pembunuhan adalah gendam Kamasutra dimana pelet ini diharuskan bersetubuh dengan korban setelah itu korban paling ringan gila lalu menggantung dirinya sendiri. Paling parah langsung mati di tempat karena ruhnya di makan si genderuwo,” jelas Jaka menjelaskan.


“Untuk para anggota T O H dengarkan aku tegakkan kembali akidah Islam di setiap sendi Jombang ini. Dirikanlah kembali syariat dan sunah Nabi yang sudah mulai amburadul seperti sekarang. Kalian ibarat wakil-wakil kebenaran dan hari ini detik ini kita balas serangan mereka yang merong-rong kita dari dalam. Kalau ada yang kesurupan ambil setanya langsung musnahkan kalau ada keganjilan musnahkan sumber atau penyebabnya cari sampai akarnya. T O H bergeraklah...!!,” teriak Haji Kasturi dengan kobar pidatonya menandai berakhirnya rapat akbar di bukit Tunggorono.


Dan bagaikan pesta kembang api warna-warni sinar dan kilatan ada pula api ada pula petir ada pula hewan gaib sebagai tunggangan ada pula angin menyebar ke seluruh penjuru. Haji Kasturi menatap para anggota T O H yang terus meninggalkan bukit Tunggorono menuju desa masing-masing.

__ADS_1


“Gus Bagus hanya daerahmu saja yang paling aman dan tidak di perhitungkan musuh seperti biasanya, karena kau sangat pandai mengubah-ubah auramu sesuai kehendakmu bisa kau kecilkan dan kau besarkan sesuai kehendakmu pula. Sehingga musuh selalu menganggap remeh dirimu. Aku minta bantu adikmu Jaka firasatku kali ini dia akan kewalahan walau di sana ada jagoan kecil kita wahyu tapi dia baru bisa keluar saat dia inginkan. Masalahnya Wahyu Beby kecil yang angin-anginan kadang mau keluar kadang tidak. Apa lagi kalau ada Mamanya pasti tak mau beraksi,” ujar Haji Kasturi.


“Namanya juga bayi Guru ya menurun sama sifat Ayahnya kan begitu,” sahut Gus Bagus.


“Makanya kalau bisa kau bantu Jaka aku punya firasat di Mojokembang awal dari perang terbuka nantinya,” ucap Haji Kasturi.


“Siap Guru pasti akan saya laksanakan perintah guru, sekarang ijin kan saya pamit dahulu untuk segera menyampaikan maksud guru pada keluarga Jaka,” kata Gus Bagus memohon pamit.


“Silakan Gus berhati-hatilah kau juga harus membantuku mengontrol seluruh area seperti biasanya,” pinta Haji Kasturi pada Gus Bagus.


“Baik Guru saya pamit dulu Assalamualaikum,” ucap salam Gus Bagus lalu menghilang seketika.


Meninggalkan Haji Kasturi yang masih terus menatap kota Jombang dari atas bukit Tunggorono sedangkan di belakangnya para anggota tengah membubarkan diri. Mata Haji Kasturi tertuju jauh sampai di ujung bukit gunung kuncung menatap tajam sesosok makhluk yang berdiri dengan ekor yang menjuntai panjang. Dialah raja siluman kucing Ramones yang tengah mengawasi sebagai mata dari Raja setan dan para siluman Adi Yaksa.


Kerajaan siluman kucing gunung kuncung dan lembah Neraka dimana kerajaan Adi Yaksa berada adalah sekutu.

__ADS_1


“Hem rupanya para T O H sudah menyadari siasat dari Raja Adi Yaksa hal ini harus dilaporkan agar Adi Yaksa tahu bahwa para T O H akan segera melancarkan serangan,” ujar Ramones sang Raja siluman Kucing gunung atau yang sering di sebut masyarakat dengan nama macan rembah sejenis kucing yang hidup digunung namun lebih besar ukuran tubuhnya dari kucing rumahan dan lebih panjang ekornya dengan wajah agak kecil menyerupai rubah atau serigala dengan telinga yang panjang menyerupai kelelawar.


Lalu sosok Ramones berlari dengan berubah diri menjadi kucing ke arah lembah neraka di ikuti ratusan kucing gunung lainnya di belakangnya.


__ADS_2