The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 41


__ADS_3


Bab 41: Sang Pemimpin


Raka tersenyum menanggapi perkataan Andreas.


"Ha ha ha ha! Kau benar benar orang yang unik Tuan Andreas! Pantas saja kau bisa menjadi salah satu murid pak tua doyan minum itu ha ha!" Ucap Bartolomeo merendahkan.


'Huh, Andreas ini benar benar penyabar! Dia bahkan bisa bertahan dibawah perkataan Bartolomeo. Bartolomeo, kali ini kau MVP-nya!' Ujar Raka dalam hatinya.


Sementara Andreas memelototi Bartolomeo yang sibuk memprovokasi. Ia benar benar menahan amarahnya kali ini.


"Tsk. Kalian ini! Mau sampai kapan kalian bertahan sembari menutup mata dan telinga kalian saat pemimpin kita direndahkan huh?" Ucap Bartolomeo dengan ekspresi yang berubah menjadi dingin.


"Hmm?"


Sesaat setelah Bartolomeo berucap mendadak muncul segerombolan bayangan di belakangnya dan mengelilingi Raka di tengahnya.


"Kau benar benar menahan amarahmu ya, Bartolomeo ..." ucap seorang wanita berambut hitam panjang dengan kacamata. Dia adalah Alice, di belakangnya berbaris sekelompok orang berseragam serba merah.


"Tunggu! Bukankah itu Bloody Peony? Aku tak menyangka jika dia bahkan hadir untuk melindungi pemimpin di sini!"


"Ah, aku juga. Tapi wajar sih, bagimana pun mereka adalah orang kepercayaan pemimpin kan? Dan juga tak hanya itu! Coba lihat siapa lagi yang datang! Bukankah itu para Assassin bayangan? Dan juga itu adalah guild tingkat SSS yang dipimpin tuan Barto kan?"


'TIGA BESAR PASUKAN BERKUMPUL! PERTARUNGAN SENGIT AKAN TERJADI!'

__ADS_1


"Ah. Aku setuju dengan Alice. Meskipun itu kau. Hampir agak mustahil bagimu meluangkan waktu untuk kami bergerak. Barto, kurasa pandanganku tentang dirimu mulai berubah, aku akan mengganti sebutanmu si otak otot menjadi si otot otak, bagaimana?" Ucap pria muda dengan rambut putih, Kai.


"Huh?" Respon bartolomeo geram.


"Tch! Apa kau bercanda huh? Kau mengajukan penawaran untuk melepaskan para prajurit lemah dengan syarat aku bertarung atas diriku sendiri tanpa bantuan orang lain, tapi apa apaan ini? Kau bahkan membawa ratusan pasukan di sampingmu!" Ucap Andreas meremehkan.


Raka hanya tersenyum sederhana.


"Ah, bukanlah kita sama? Kau dan aku adalah pemimpin ... kau menggunakan iblis bawahanmu sebagai seluruh anggota tubuhmu ... lalu mengapa aku tak boleh memiliki otoritas yang sama? Hanya karena aku seorang yang lebih muda, lantas kedudukanku sebagai seorang pemimpin diremehkan huh? Jika iblis adalah tubuhku, maka kelima pasukan adalah jiwaku. Mereka hidup bersamaku dan akan mati bersamaku pula" Ucap Raka dengan tenang.


Menanggapi perkataan sang pemimpin para pasukan berlutut dan memberi penghormatan.


"Anda adalah pemimpin kami yang mulia! Jiwa kami adalah jiwa anda! Jaya selalu yang mulia!"


Semua pasukan tercengang dan secara refleks mereka mengikutinya.


Dan bahkan, jika ia memang berniat untuk lari dari tanggung jawabnya maka ia seharusnya bisa pergi saat ini, tapi ia bahkan tak bergeming sedikit pun, bahkan ia bersungguh sungguh untuk membiarkan mereka kembali sekali pun tanpa dirinya sendiri.


"Tch! Matilah kau!" Teriak Andreas geram.


"Poisonous Fire"


Sebuah lingkaran api hitam berkumpul diatas para pasukan Raka yang masih berlutut memberi penghormatan.


"Repeal" Ucap Raka tegas. Dalam sekejap, bola itu hancur berkeping keping menyisakkan bayangan hitam yang kemudian menghilang.

__ADS_1


Raka melangkahkan kakinya keluar dari pusat pasukan.


"Andreas! Aku mengerti keinginanmu untuk menghancurkanku, juga tentang pandanganmu yang menganggapku sebagai rintanganmu dalam menaklukan ras manusia ..."


"Kau takut akan perkembangan dan kemajuan yang kulakukan bukan?"


"Tch." Andreas berdecik menahan amarahnya.


"Kau tahu? Kau adalah tipe orang yang akan maju tanpa alasan dan dengan serakah dan rakusnya ingin menguasai semuanya! Sayangnya aku bukan dirimu. Aku ini, tipe orang yang suka membalas ... aku tidak akan ikut campur pada apa yang kau lakukan, tapi aku akan mengacungkan pedangku pada setiap orang yang berniat ikut campur dalam urusanku, tak terkecuali dirimu, Andreas ..."


"Berdiri!" Perintah Raka pada pasukannya


Semua pasukan berdiri dan memancarkan aura kebencian dan amarah.


"Kugh! Semuanya! Serang!!" Ucap Andreas.


Groawl..


Para iblis mulai menyergap secara beringas. Mereka maju penuh keinginan membunuh.


"Semuanya! Hancurkan para iblis!" Perintah Alice dengan sigap. Para pasukan mulai melesat maju tanpa gentar.


Para assassin, barbarian, dan petarung lainnya mulai membaur melawan iblis.


Tak terkecuali Bartolomeo, Alice dan Kai.

__ADS_1


Tanpa disadari seekor iblis dengan tanduk hitam panjangnya dan mulut penuh taring melangkah maju dengan cepat dari arah belakang ke arah Raka berdiri. Raka hanya terdiam berdiri, selang beberapa inchi dari tangan iblis itu menyentuh Raka, sebuah bayangan gelap dengan cepat menebas tangan itu hingga hancur.


__ADS_2