
Bab 34: Kepemimpinan
Mendengar ucapan tuan mereka, mereka sontak terkejut.
"Tuan! izinkan kami bertarung atas nama tuan!" Ucap keempat orang secara bersamaan dengan setengah membungkuk memberi hormat.
"Oh? Terimakasih ... angkat kepala kalian" ucap Raka dengan tersenyum.
Mereka berempat kemudian kembali menegakkan kepala mereka dan tersenyum tatkala melihat pemimpin kecil mereka tersenyum dan berterimakasih.
"Hah, anda selalu saja begini, sebuah kehormatan bagi kami untuk melayani anda tuan muda,," ucap Edward penuh kepatuhan.
Raka tersentak saat mendengarnya.
"Ah, terserahlah,, tapi bukan suatu hal yang baik jika kalian semua pergi, ya kan?" Tanya Raka dengan polos.
"Haeh, anda tidak perlu mengkhawatirkan yang lainnya. Yang jelas, mungkin tubuh tuaku tidak akan bisa mengikuti kelincahan anda lagi, tuanku" Ucap Edward dengan tulus.
"Oh? Baiklah, kurasa kau dan Louise tidak perlu ikut ... bagaimanapun, anda akan bertanggung jawab soal keamanan kota dari luar dan dalam, jika tak dipertahankan dengan benar, kota ini bisa diserang dan dikuasai pihak lain, dan aku tak menginginkan itu" Ucap Raka dengan tegas.
"Dan juga, kurasa baik untuk mengkoordinasikannya dengan Tuan Ethan"
__ADS_1
"Dan Louise, aku berharap kau bertahan disini agar kau tetap bisa mengatur jalur perdagangan dengan baik, ini adalah perang ... tapi kota Qrystial harus terus berbisnis tak peduli apapun yang terjadi, atur logistik dan berbagai keperluan para penduduk yang mengungsi dengan baik, mereka mengungsi, tapi aku tak ingin mereka jadi terlalu bergantung, serta jaga pula logistik dan obat obatan bagi para tentara yang sakit …"
"Bukannya aku serakah dalam hal ini, tapi jangan sampai bisnis kota Qrystial terhenti dan mereka yang berada di luar kota Qrystial dan kota Ryent tahu jika Qrystial diserang, jika tidak kita akan terancam"
"Bekerjasamalah dengan Tuan Ranfold"
"Baik tuanku," ucap Louise dan Edward bersamaan.
"Sedangkan Ryan, bisakah kau menunggu master? Jika master kembali, tolong sampaikan padaku melalui Kai"
"Baik, master"
"Dan Alice, kau akan berada digaris belakang peperangan untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi, dalam hal ini tugasmu adalah bersiap untuk mengobati para prajurit yang terluka, bawalah juga beberapa ahli medis lainnya untuk mendampingimu."
"Dan Bartolomeo, Selesaikan tugasmu"
"Siap yang mulia! Saya! Bartolomeo Egleywin, berterimakasih kepada yang mulia Raka Azalea Putra Arcnight. Dan juga, Saya! Bartolomeo Egleywin akan memberikan semua kepercayaan serta seluruh jiwa dan raga saya atas kehendak yang mulia," Ucap Bartolomeo dengan berlutut.
"Berdirilah dan angkat wajahmu" Ucap Raka tegas sembari berbalik pergi.
...□□□...
Aku melangkah pergi, melewati berbaris-baris prajurit.
__ADS_1
Pagi ini, pertarungan akan kembali meletus.
"Barto, kumpulkan Prajurit. Kali ini, aku yang akan berbicara sendiri" ucapku tenang.
Barto nampak terkejut, tapi ia segera menjawab, "Baik, Tuanku" Ucapnya.
Setelah beberapa saat sekumpulan prajurit berkumpul. Puluhan pasang mata menatap ke arahku, sebagian menunjukkan ekspresi bingung, kaget, penasaran, sementara sisanya nampak terlihat meremehkan dan tidak memperdulikanku.
"Aku tahu, ini mungkin sedikit mengejutkan, tapi. Salam kenal! Aku, Pemimpin kalian" Ucapku tenang.
Kegemparan segera terjadi. Beberapa di antaranya terkejut dan agak sedikit bingung, sementara sisanya nampak sedikit menahan tawa mereka, merendah.
Barto nampak meradang, tangannya nampak mengepal kencang dan tatapan dingin segera memancar darinya.
"Kau boleh memberi instruksimu, tapi jangan berlebih." Ucapku menenangkannya.
"Kau terlalu baik, pemimpin!"
"Semuanya! Beri penghormatan kalian kepada pemimpin!" Ucapnya meraung.
Segera, tatapan mata itu dengan cepat beralih menuju pemilik suara besar, Barto. Masih dengan ekspresi nampak tidak mempercayaiku.
"Jenderal! Kami tidak tahu apa yang anda katakan, tapi kamu butuh penjelasan atas hal ini! Seorang anak kecil huh? Dan kupikir dia bahkan belum berusia 12 tahun!" Ucap seseorang yang nampak berpengaruh di antara pasukan.
__ADS_1