The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 19


__ADS_3


Bab 19: Menjadi Kuat II


"Hoi hoi hoi! Memangnya menurutmu kau ini hebat banget gitu hah!?" Sebuah suara besar mengejutkanku. Aku terbangun.


"Hmm? Aku?" Aku membuka mataku, dan perhatianku tertuju pada sepasang tangan yang besar dengan tetesan darah masih menetes.


"Tunggu, bukankah ini--"


Brakk!


Sebuah pukulan mengenai wajahku dengan keras. Aku terpental, masih dengan kesadaran yang kabur.


"Tch! Benar-benar lemah!"


Sorak sorai tawa, hinaan dan ejekan silih bergantian membuyarkan pikiranku.


"Tsk. Kemana reaksimu tadi huh!?" Seorang pria mengayunkan tangannya ke arahku.


Aku menghela napasku lelah.


Clap!


Aku bereaksi, kesadaranku mulai pulih perlahan. Sadar akan gerakan dari pria di depanku, aku lantas menggerakkan tanganku, meraih kepalan tangannya dan menariknya, menjadikannya tumpuan bagiku bangkit.


"Gah!" Ia berseru, setelahnya, tubuhnya tersungkur maju menerjang tumpukan-tumpukan sampah di sampingku.


Aku kembali menghela napasku.


"Kuh! Si-sial! Tom! Apa kau tidak apa!?" Seru seorang pria di depanku.


"Tom?" Aku bergumam sedikit saat mendengarnya, nama itu nama yang terdengar familiar di ingatanku.

__ADS_1


"Ah, aku tidak apa-apa, b*jingan ini, dia berani-beraninya, menyerangku" ucapnya.


Aku berpikir sejenak saat serangan berikutnya melesat mendekatiku.


"Ah! I--" seruku saat serangan tersebut benar-benar datang, melesat dengan cepat, menyerang sisi kanan wajahku.


Aku melangkahkan kakiku mundur, mengangkat tangan kananku untuk mendorong tubuhnya ke samping.


"Lambat" Ucapku dingin.


Brakk!


Pria itu lantas terjatuh hilang kendali, menyebabkan tubuhnya membentur bebatuan di jalan.


"Phew! Benar-benar amatir.. tidak bisakah kalian membiarkanku berpikir sebentar? Maksudku, yah bolak-balik lintas dunia itu melelahkan, kalian tahu.. bahkan barangkali itu cuma ingatanku sih" ucapku rumit.


Aku lantas mengalihkan pandangku pada dua pria lain di sisi kananku.


Pria pertama yang menyerangku, jika berdasarkan ingatanku sih, dia pria b*jingan bernama Tom. Dia seumuran denganku- tidak, Nonius. Di kehidupanku yang lalu, dia adalah putra orang ber-uang yang serakah dan mesum.


Lalu, pria kedua dan ketiga yang membantu Tom berdiri itu.. aku tidak ingat.


"Tc-cih! Awas saja kau ya!" Ucap Tom berlari dengan bantuan temannya. Dengan kata lain, mereka kabur.


Phew! Aku kembali menghela napasku.


Beep.. beep.. beep..


Ponselku berdering, sebuah panggilan memasuki ponselku.


"Ah, Halo?" Ucapku membuka panggilan.


"Huh! Untung kau menjawabnya! Kalau begitu, kemana saja kau hah!? Dasar anak nakal! Lihat! Putriku jadi pergi sendiri kan!? Cepat susul dia!" Sebuah suara tegas dengan cepat Berbicara melewati gendang telingaku begitu saja.

__ADS_1


"Ah, aku.."


"Cepat pergi sekarang!" Perintahnya seraya menutup panggilan.


Aku menarik napasku dalam-dalam.


'Benar, jika tidak salah tadi adalah kejadian 5 tahun sebelum kematianku kan? Jika begitu maka seharusnya anda masih hidupkan, Mylady?'


...□□□...


"Tinggal 10 Menit lagi sebelum bel berbunyi" gumamku seraya berlari melewati deretan mobil dan motor yang bergerak.


"Sial!" Umpatku saat sebuah mobil bergerak cepat menghampiriku.


Thump!


Aku terus berlari, mengambil tolakan, dan menggerakkan tanganku menumpu dengan cepat melawan dorongan dari mobil, melenggang melewati atap mobil yang melaju dengan cepat.


Ckiit!


Mobil itu berhenti saat menyadariku yang melewati mobilnya.


"Telat bodoh!" Gumamku pelan.


Aku terus berlari, melewati lautan manusia yang berhamburan di jalanan.


Aku menghentikan langkahku saat sesosok gadis nampak menunggu di seberang sebuah sekolah.


Gadis dengan seragam SMA yang khas, dengan setelan jas yang rapih dan rambut hitamnya yang dibiarkan terurai.


Aku mengatur napasku, dan mengelap keringat yang masih terus bercucuran, sedikit bercampur dengan sisa darah yang belum ku bersihkan.


'Itu benar, anda masih hidup, mylady ...'

__ADS_1


"Menunggu lama, Mylady?"


__ADS_2