The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 35.5


__ADS_3


Bab 35.5: Siasat Licik Raja Iblis yang Rakus


Dimitri mengalihkan pandangnya pada pemilik suara, "Siapa kau?" Tanya Dimitri curiga.


"Bukan siapa-siapa." Ucapnya ringan dengan ekspresi yang nampak ceria.


"Oh?" Dimitri memberi isyarat, segera beberapa prajurit mengacungkan tombak mereka, mengancam menebas kepala pria badut itu.


Sadar akan ancaman yang darang padanya, pria badut itu merubah ekspresinya menjadi sedikit murung, "Seharusnya yang mulia sendiri bisa mengetahuinya kan? Kekuatan saya lebih rendah dibandingkan anda. Jadi bagaimana mungkin saya adalah orang berpengaruh?" Ucapnya seraya melirikkan pandangnya ke arah mata tombak yang siap maju kapan pun.


Dimitri memberi isyarat, segera prajurit itu mundur, "Lalu? Apa keinginanmu disini"


Pria badut itu kembali merubah ekspresinya, kali ini topeng dengan ekspresi gembira ia angkat.


"Tuanku, saya adalah seorang bawahan dari dewan kehormatan istana tinggi, yang terendah. Beberapa hari yang lalu, masalah kerajaan ini terdengar dan dibahas oleh dewan kehormatan." Ucapnya.


Wajah Dimitri menjadi cerah, ia dengan antusias bertanya, "lalu bagaimana? Apakah yang mulia kaisar mau membantu istana saya?"


Pria badut itu kembali mengganti topengnya, "apa yang menarik dengan istana Dimitri. Itulah yang dikatakan para tetua kehormatan."

__ADS_1


Pupil matanya menyusut, tangannya mengepal keras.


"Tuanku, saya adalah seorang rendah yang tidak boleh berpendapat." Ucap pria badut itu sedih.


Wajahnya menggelap, dengan suara rendahnya ia berujar, "Aku mengerti. Langsung ke intinya." Ucap Dimitri dingin.


"Tapi, meskipun begitu ... saya berpikir bahwa kehilangan istana Dimitri adalah satu hal yang merugikan. Jadi, meskipun saya tidak bisa mengerahkan pasukan atau semacamnya, saya bisa mencuri informasi." Ucap pria badut itu yakin.


"Oh? Dengan kata lain kau punya cara?" Tanya Dimitri antusias.


Pria badut itu terkekeh, "Tentu. Saya memiliki seorang kenalan. Dia adalah iblis kuat, tapi dia tidak berotak. Karena itulah, saya pikir bukan hal yang buruk jika yang mulia bisa memanipulasinya." Ucapnya.


"Begitu ..."


Dimitri menyeringai, "aku mengerti maksudmu ... kalau begitu, tidak masalah jika kuserahkan padamu kan?"


Pria badut itu membalas senyum Dimitri, "tentu saja ... tuanku" ucapnya.


"Jika begitu, izinkan saya undur diri." Ucap pria badut berusaha pergi.


Dimitri mendengus dingin, tangannya menopang wajahnya, bertanya dengan sarkas, "Siapa ... siapa yang mengizinkanmu datang dan pergi sesuka hatimu di istanaku?" Ucapnya.

__ADS_1


Aura gelap segera naik dan meledak dari balik punggungnya, mengintimidasi. Menekan pria badut hingga ia tidak dapat bergerak.


"Katakan ... apa keuntunganmu membantuku?" Ucapnya dingin.


Pria badut itu menghela napasnya panjang, ia mengambil salah satu topeng dan melepas yang lain, "Haish ... anda seperti yang dirumorkan ya, yang mulia Dimitri"


"Saya adalah seorang iblis rendahan biasa. Menurut anda? Apakah saya dapat menerimanya saat ras iblisku yang agung direndahkan oleh manusia kotor? Dan lagi, saya pikir yang mulia Dimitri pasti memahami maksud saya." Ucapnya terkekeh.


Dimitri sedikit tersenyum, licik dan penuh siasat. "Oh? Apa kau ingin kekuasaan?"


Pria badut itu tersenyum, "apa itu sudah cukup untuk saya dapat melakukan tigas saya, yang mulia Dimitri?" Ucapnya.


"Pergilah" Ucap Dimitri.


"Hehehe ... sesuai perintah anda" Ucap Pria badut itu membungkuk sebelum berjingkrak pergi.


"Yang mulia, apa menurut anda ini tidak mencurigakan? Dia datang dan pergi begitu saja." Ucap pria bertanduk sebelumnya.


"Apa yang ingin kau katakan, Tryan?"


"Tidak, saya hanya merasa jika iblis itu terlalu mencurigakan. Mohon berhati-hatilah, rajaku."

__ADS_1


"Heh. Aku mengerti, tenanglah ... jika dia berpikir untuk melenyapkanku, maka aku juga akan melenyapkannya. Apa kau berpikir bahwa aku ini tidak memperhitungkannya?" Ucap Dimitri.


...□□□...


__ADS_2