
Bab 41.5: Sang Pemimpin
"Apa anda baik-baik saja, master?." Ucap seorang anak yang nampak lebih muda dari Raka mendarat di samping Raka.
"Kau sudah datang ya ..."
"Bagaimana dengan master?"
"Ah! Beliau seharusnya sudah tahu. Dan dia, memberi pesan agar tuan muda mengulur waktu."
"Baik, terimakasih. Bagaimana keadaanmu?"
"Aku tidak apa!"
"Baguslah jika kau tidak apa" ucap Raka tersenyum.
"Maaf, saya.."
"Tidak apa, lagipula jika kau tidak datang juga tubuhnya akan hancur saat menyentuhku kok," ucap Raka dengan riang.
"Ah, kau membosankan!"
"Kau tak perlu berlebihan, Ryan"
"Aku tidak memujimu!"
"Hmm? Dia?"
"Andreas, dia salah satu murid guruku, bisa dibilang jika dia bukan lagi iblis mungkin aku harus memanggilnya kakak seperguruan.."
__ADS_1
Splash..
Ryan kembali menebaskan belatinya, membunuh iblis iblis yang mulai mendekati tuannya itu. Sesuai dengan apa yang diharuskan, begitulah.
Keluarga Aphraciel, adalah keluarga yang melayani orang lain yang dipercayainya sebagai bayangan. Mereka adalah para bayangan yang setia dengan tuan mereka.
Ikatan yang mereka miliki bukanlah ikatan perjanjian, ataupun ikatan harta dan sebagainya. Itu lebih ke ikatan kepercayaan yang diwujudkan dalam sumpah darah.
Dan, Ryan Aphraciel adalah bayangan yang ditugaskan untuk menjadi bayangan Raka, itu dilakukan atas ikatan ayah Raka dengan pemimpin klan sebelumnya.
Wajarnya, para Aphraciel akan melakukan sumpah darah kepada tuan mereka. Tapi, karena beberapa hal, Raka meminta Ryan untuk tidak mengambil sumpah itu.
Pertarungan terus terjadi tanpa henti. Para iblis mulai terbunuh satu persatu. Meskipun begitu, pasukan milik Raka tetap maju tanpa kenal lelah.
Bagaimana pun mereka adalah pasukan terlatih milik Raka. Mereka sudah dilatih untuk merasakan rasa lelah melebihi pasukan mana pun, dan dengan terus melatih mental baja mereka.
Bisa dibilang, mereka akan menjadi yang terkuat jika Arcnight runtuh.
Andreas mulai panik sesaat menyadari kekuatan tempur pasukan milik musuhnya itu.
"Suppressed" ucap Raka dingin.
Selang beberapa centi, bola bola api itu benar benar menghilang menjadi abu.
Andreas tercengang, ia merasakan keberadaan yang begitu kuat.
'Aku benar benar tak berpikir ia akan menjadi sekuat ini! Jika itu benar aku pasti akan membunuhnya bahkan sebelum ia lahir!'
Andreas tak menyerah, ia mulai menyerang Raka secara bertubi tubi tanpa henti. Bahkan sesekali ia memakai formasi hanya untuk melancarkan serangan pada musuhnya. Tapi tetap saja, siapa yang mengira bahwa kekuatan anak ini benar benar monster!
"Ah.. apakah kau mulai lelah? Yah, kurasa begitu. Sudah cukup untuk serangannya. Sekarang biarkan kau yang menghindar." Ucap Raka sembari tersenyum kecil.
__ADS_1
"Fireball"
Ucapnya seraya mengepalkan tangannya dan sebuah bola api berwarna biru seukuran kepala manusia dewasa meluncur cepat menuju Andreas.
"Suppressed" Ucap Andreas penuh penekanan.
Bersamaan dengan itu, mantra selanjutnya terucap dari Raka.
"[Sacred Thunder ]... Level Equality"
Bola itu benar benar padam. Tapi sebelum itu, sebuah piringan kuning berputar dibawah kakinya.
Srash!!
Ribuan petir keluar dari langit dan bumi menyambar tubuh Andreas.
Tubuh Andreas terbakar menyisakan jubah antisihir miliknya.
"Si*lan kau!" Ucap Andreas yang kemudian berganti tubuh.
Raka hanya tersenyum penuh arti.
'Aku sama sekali tak menyangka dia akan jadi sekuat ini.. seandainya, seandainya aku tahu sedikit saja tentang dia sebelumnya mungkin aku akan bisa mengambil keputusan yang tepat untuk menghancurkannya ...' kutuk Andreas dalam hati.
Meskipun ia selamat dari serangan Raka, faktanya mananya berkurang drastis. Dan itu cukup membuatnya frustasi saat ini.
Jika itu bukanlah pertarungan kehormatan, maka ia pasti akan memilih untuk pergi saat ini. Tapi bagaimana pun, pertarungan ini dilihat oleh banyak orang, ditambah dia diawasi olehnya, seorang raja iblis.
Tidak ada kata mundur baginya saat ini.
"[Sacred Thunder ] ... Punishment"
__ADS_1
Belum sempat ia memutuskan keputusannya, sebuah formasi berputar dan menghujaninya dengan serangan petir tak terhitung jumlahnya.
Tubuh Andreas bergemeretak. Pada dasarnya ia sama sekali tak mampu menahan apa lagi melancarkan serangan balik saat ini. Ia berada dalam situasi hidup dan mati.