
Bab 25: Mercenary
Aku melanjutkan perjalananku. Yah, hari ini pembelajaran di akademi libur, dan misi yang diberikan master juga selesai lebih awal. Jadi, kurasa bukan hal buruk jika aku berjalan-jalan sebentar.
Kali ini, aku berniat menemui pilar kelima, si otak otot, Bartolomeo Egleywin.
Dia adalah seorang pria kekar dengan otot-otot besarnya di seluruh tubuh dengan beberapa corak putih tatto khas dari sukunya.
Berbeda dari pilar lainnya yang memiliki penampilan rapih, bisa dibilang paman inilah yang punya penampilan paling acak-acakan.
Yah, mengikuti sifatnya yang apatis dan suka mengacau sih. Di antara kelima pilar, bisa dibilang dia mewarisi kekuatan fisik terkuatnya. Bahkan, bisa dibilang dia agak mirip seperti master keempatku, master Edgar.
Sama halnya dengan Ryan, Bartolomeo lahir di keluarga yang memiliki kemampuan khusus turun temurun. Keluarganya, keluarga Egleywin adalah keluarga pewaris kekuatan para Barbarian. Dengan kata lain, dia ini sangat kuat.
Karena tidak ada perang, maka para barbarian pun mulai beradaptasi dan mengambil pekerjaan lainnya. Kebanyakan dari mereka adalah para petualang dan ksatria.
Dan, itu beberapa bulan yang lalu saat pertemuan kami.
Saat itu, master memintaku untuk menyelesaikan sebuah quest dari guild petualang. Bukan karena hal lainnya, master memintaku untuk menyelesaikannya guna menguji kekuatanku.
__ADS_1
Segera setelahnya aku bergabung dengan sebuah guild dengan Bartolomeo diantaranya.
"Hei nak, tidakkah kau terlalu muda untuk berpetualang?"
"Hmm? Ah! Aku tidak apa! Maksudku! Aku, aku tidak akan membebani kalian!"
"Ah, tidak, bukan begitu maksudku ... "
"Eh? Maaf?"
"Ah sudahlah lupakan, ngomong-ngomong tidakkah kau merasa terganggu? Kau tahu? Kau berada di tengah-tengah pria dewasa yang menakutkan saat ini"
Aku menggeleng, "Tidak, aku tidak apa-apa"
"Begitukah menurutmu, paman?"
"Kau tahu? Aku juga sama sepertimu saat pertama kali bergabung di guild petualang"
"Saat itu aku kecil, tidak sekecil dirimu sih, tapi saat itu, aku benar-benar kesepian"
"Berapa ya umurku saat itu? Lima- enam, kurasa saat itu aku baru berusia 8 tahun. Yah, sedikit lebih besar darimu kurasa"
__ADS_1
"Eh! De-delapan tahun?"
Saat itu, ia mengangguk dan menatapku sedikit heran.
"U-ugh ... paman, menurutmu aku ini terlihat seperti anak berumur berapa?"
"Hmm? Sulit mengatakannya, bagaimana pun caramu berkata menunjukkan kau sudah cukup dewasa, seperti remaja kurasa ... tapi, tubuhmu itu ... justru berkata sebaliknya ya?"
"Ugh .. sepuluh. Aku berusia sepuluh tahun!"
"Eh! Benarkah!? Apa kau bercanda? Tapi perkataan dan tubuhmu itu?"
"Ugh ... aku merasa sedikit tertekan sekarang"
Malam semakin larut saat obrolan kecil kami berhenti. Secara bergantian anggota guild berjaga di sekitar tenda.
Paginya, kami melanjutkan perjalanan. Itu adalah sebuah pagi yang cerah sebelum sebuah bencana datang menimpa kami.
Di sepanjang perjalanan kami saling mengobrol satu sama lain, kecuali aku yang tidak dianggap. Itu wajar mengingat umurku yang masih terlalu muda, mereka pastinya hanya menganggapku sebagai beban atau apa pun itu.
Tujuan kami saat ini adalah hutan hitam Argaes, sebuah hutan rimbun di perbatasan kekaisaran sihir dengan kekaisaran iblis. Dan quest yang kami terima saat ini adalah untuk memburu beast iblis tingkat menengah.
__ADS_1
Itu wajar kalau bagian tubuh beast itu sangat berharga, mengingat kesulitan bagi mercenary seperti kami untuk mendapatkannya.