The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 34.5


__ADS_3


Bab 34.5: Kepemimpinan


Kembali riuh gaduh para pasukan kembali terdengar. Aku memakluminya, lagipula siapa yang akan percaya jika pemimpin organisasi besar hanya seorang anak berusia 11 tahun?


Barto melangkahkan kakinya, nampak ia akan segera menyerang pria yang berbicara itu.


"Barto ..." Ucapku sebelum tangan beratnya menghantam pria itu. Tangan besarnya terhenti tepat di depan wajah pria itu. sementara pria itu nampak gemetar ngeri.


"Tuan muda ..."


"itu bukan suatu yang aneh kan? kurasa itu wajar bagi mereka"


"Maaf, tuan muda" Ucapnya masih dengan aura tajam.


"Tuan muda menyelamatkanmu, b*jingan" bisiknya tajam.


Ia segera mundur, kembali ke tempatnya semula, "Tuan muda, anda bisa melanjutkannya"

__ADS_1


"Ah ha ha ... baiklah, tidak apa kurasa."


Aku melangkahkan kakiku maju, selangkah lebih dekat di hadapan mereka.


"Aku tahu ... ini sedikit tidak bisa dipercaya ... aku bisa memakluminya. Rasa percaya hanya bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, aku memahaminya."


"Setidaknya saat ini, aku tidak meminta kepercayaan kalian padaku, tapi percayalah pada Ghost Monarchy" Ucapku.


Aku tersenyum saat ketegangan di antara mereka mulai mereda. "Tapi, tidak ada toleransi untuk yang kedua kalinya!" Ucapku tegas.


Sembirat aura tajam naik dan meledak di belakang punggungku, mengintimidasi. Para pasukan segera menunjukkan ekspresi tegang dan takut di wajah mereka. Dengan segera mereka jatuh berlutut, memberi hormat.


"Ma-maafkan kelancangan kami, pemimpin!" Ucap pria yang memberontak sebelumnya. Namun kali ini dengan sikap yang sedikit hormat.


Itu wajar bagi mereka untuk merasa takut. Rasa takut, adalah salah satu hal yang mengekang manusia, begitulah.


"Berdiri! Angkat wajah kalian!" Ucapku tegas


"Siap!"

__ADS_1


"Dengarkan aku, aku tidak tahu apa yang akan kukatakan saat ini, semuanya terjadi begitu saja tanpa adanya aba aba, atau mungkin aku yang terlalu lengah."


"Melindungi tanah dan pemikiran kita adalah suatu kewajiban!"


"Mari kita berperang! Angkat senjata kita kepada para pengkhianat! Jangan biarkan mereka menang sedikit pun! Tidak akan pernah! Tunjukkan semangat kalian para Ghost Monarchy! Kalian adalah kriminal! Tapi kalian lebih terhormat dari para kriminal lainnya!"


"Yaaa!" Ucap para prajurit dengan hawa membunuh yang mulai liar.


"Dan satu hal lagi, tidak ada satu pun dari bawahanku yang akan mati demi musuh. Perintahku adalah mutlak! Dan aku, pemimpin kalian memberi perintah! Tidak ada yg boleh mati demi musuh! Jika ada, maka akan ku seret dia dari neraka! Akan kucabik cabik tubuh dan jiwanya!" Ucapku seraya sedikit menumpahkan dark mana di sela-sela perkataanku.


"...." para prajurit terkejut tapi tak berselang lama mereka tertawa dengan tatapan sadis mereka.


"Tsk. Biar kutegaskan sekali lagi! Kalian adalah kriminal! Tak satu inchi pun dari hati kalian yang baik! Karena itu, luapkan emosi kalian! Terjang mereka! Bunuh semua! Ini adalah perintah mutlak! Dan lagi, aku tidak menerima pengabdian selain membunuh"


"Ya!!! Kita adalah penjahat!" Ucap semua prajurut secara serentak dan dengan semangat berkobar.


Ya, mereka adalah para penjahat terhormat. Mereka adalah orang yang menjadi jahat demi melindungi apa yang ditakdirkan untuk mereka, setidaknya untuk saat ini sih.


Aku melengkungkan sudut mulutku bangga. Kobaran api semangat para prajurit meledak, mereka bersemangat.

__ADS_1


Sigh. Aku menghela napasku lega. Sedikit menunduk, membiarkan cairan merah mengalir dari hidung dan mulutku, terluka.


...□□□...


__ADS_2