
Bab 16: Tanggung Jawab
[Normal POV]
13/07, Middle Continent.
"Tuanku, apa anda yakin ini tidak terlalu cepat? A-anu.. maksud saya.. Tuan muda masih terlalu muda, bukan?" Tanya Edward pada tuannya.
"Hmm? Kau mengkhawatirkannya? Kelihatannya bukan hanya aku yang tertarik dengannya, bahkan anda juga, Tuan Vanforth si penipu"
"Entahlah, bagaimanapun wajar bukan bagi seorang pria tua seperti saya untuk mengkhawatirkan junior kecil sepertinya" ucapnya seraya menyajikan teh bagi Yama.
__ADS_1
"Yah, aku paham pemikiranmu, tapi tetap saja.. cepat atau lambat, dia harus menerimanya. Jadi, tidak ada bedanya jika itu sekarang atau masa depan bukan? Dia, harus memiliki pijakannya sendiri. Mungkin ini keras, tapi aku tidak bisa lagi bersantai santai dan mencetak murid yang salah. Kali ini, dia harus menjadi lebih dan lebih kuat untuk berdiri sendiri."
Edward hanya mengangguk membenarkan ucapan Yama.
'Raka, maafkan aku, tapi aku tidak bisa lagi untuk menjadi ceroboh dan bodoh dalam mendidik murid. Kedepannya, kau akan jadi ujung tombak dua benua, baik itu High Continent ataupun Middle Continent'
...□ □ □...
Dentingan jarum jam menemaniku dalam keheningan. Aku membolak-balikkan halaman dari sebuah buku pengetahuan di perpustakaan. Memang, tidak isi bukunya tidak bisa dibandingkan dengan buku-buku yang ada di perguruan Alpha. Tapi, karena asalku yang dari benua menengah, tentu saja aku harus mengetahui tentangnya bukan?
Ah, benar juga, saat ini ingatanku pun sudah mulai pulih. Meskipun tidak terlalu jelas, tapi aku sudah mengetahui hal-hal sederhana di masa kecilku. Meskipun aku tidak bisa dibilang sudah dewasa juga sih.
Namaku, Raka Azalea Putra Arcnight. Putra kedua dari seorang raja dan ratu. Dengan kata lain, aku adalah pangeran kedua di suatu kerajaan. Kerajaankh sendiri kerajaan kecil.
__ADS_1
Berdasarkan apa yang ku baca di buku-buku ini, negriku adalah negri kecil di ujing barat laut benua ini. Nama dari negri ini adalah, Arcnight. Kerajaan Arcnight menjaga salah satu dari 5 Eternal dunia yang ada di benua Middle Continent, Oxmage. Eternal dewa perang, itulah namanya.
Dunia ini, dunia tempatku berada adalah dunia yang ditopang oleh berbagai kekuatan. Kekuatan ini di sebut sebagai Eternal. Eternal sendiri merupakan energi Ancient magis yang sudah ada sejak dibentuknya dunia ini. Oleh karenanya, mereka menjadi bagian inti yang tak terpisahkan dari dunia ini.
Sesuai dengan namanya, eternal dewa perang adalah eternal yang sebelumnya dimiliki dan dijaga oleh dewa perang pertama, Antares.
Yah, penjelasan singkatnya, eternal adalah sebuah sumber kekuatan yang berasal dari dewa masa lali kepada dewa di masa depan. Dan, jika seandainya eternal ini hancur atau hilang, maka dapat dipastikan, perlahan-lahan, dunia akan runtuh sedikit demi sedikit.
Setidaknya itulah yang kupelajari di dalam buku di perpustakaan kecil ini.
Dan yah, kembali padaku, aku, adalah seorang penyintas antisosial yang di saat-saat kematiannya malah nyasar ke dunianya orang lain, dan terlahir sebagai seorang pangeran kecil yang tidak bisa mengingat kehidupannya dimasa lalu. Lalu, karena dirinya yang tidak berguna, keluarganya hampir di ujung tanduk, dan dia diungsikan ke negeri lain. Sialnya lagi, belum sampai di sana, dia diserang oleh iblis, entah ini kesialan seorang penyintas atau keberuntungan pangeran tak berguna, yang manapun itu, sama sama bodohnya. Lalu, secara menyedihkan dia selamat dengan para ajudan dan pelayannya yang berkorban. Dia jatuh ke sungai yang mengalir dan ditemukan oleh pedagang budak. Karena tahu, kalau aku pangeran negara kecil yang sedang konflik, mereka buru buru menjualku ke Count Kaelmiff yang bodoh dan serakah.
Lalu dijadikan eksperimen obat obatan terlarang. Berujung dibunuh dan di angkat jadi murid tingkat satu oleh seorang yang saaangat kuat. Yah, sekian kisah hidupku yang menyedihkan ini.
__ADS_1