
Bab 36.5: Rencana
"Saya, saya tahu ... mungkin jawaban saya bukanlah jawaban yang anda inginkan, tapi saya masih memiliki banyak keraguan. Bagaimanapun, kami bukan orang naif yang mudah ditipu. Saya sudah banyak melihat yang seperti anda sebelumnya. Siapa yang akan menduga jika anda hanya boneka saja? Begitupun para prajurit lainnya. Mereka ... akan sulit mempercayai anda" Ucap Caesar diikuti anggukan dari keempat lainnya.
"Umu! Aku mengerti."
"Kembali ke pertanyaan anda sebelumnya, anda bertanya mengapa bukan saya saja yang menyampaikannya kepada prajurit kan?"
"Saya rasa itu sudah dijawab secara jelas oleh tuan Caesar. Saya, terlalu muda untuk dipercaya, terlalu muda untuk terlihat kuat, terlalu muda untuk memimpin, terlalu muda untuk terlihat pintar, terlalu muda untuk mengatur semuanya, dan terlalu muda untuk diperlakukan sebagai orang dewasa."
"Saya tidak pernah muncul sebelumnya, itu adalah kesalahan saya. Selama ini saya terlalu fokus terhadap pendidikan dan pelatihan saya, hingga saya sendiri jarang bisa mendampingi kalian secara langsung."
"Dan, kelima orang di belakang saya benar-benar hebat. Mereka mengatur semuanya demi saya, orang yang mereka percayai. Saya berterimakasih. Bukan hal yang tidak mungkin bagi mereka mengatur semuanya saat ini, biarkan saya beristirahat dan fokus berlatih, itu yang mereka pikirkan."
"Ehem! anda terlalu berlebihan, Tuan muda" ucap Edward diikuti oleh anggukan keempat lainnya.
__ADS_1
Aku hanya bisa tersenyum menanggapi respons mereka.
"Tapi, itu sudah terlalu lama bagi saya untuk menyerahkannya kepada mereka. Masalah ini, murni kesalahan saya sebagai pemimpin. Jadi, saya ingin menyelesaikannya sendiri, tapi saya sendiri sadar, itu adalah sebuah hal yang sangat amat sulit bagi saya menjalankannya seperti mereka. Itu semua terjadi karena ketidak kompetenan saya sebagai pemimpin, itu saja"
"Itulah alasan saya memanggil kalian disini. Kalian adalah orang-orang berpengaruh yang sangat dipercaya oleh prajurit saya. Karena itu, saya ingin meminta kekuatan kalian, setidaknya di pertarungan ini, biarkan saya memimpin anda"
Mereka saling berpandangan tanpa menyembunyikan keterkejutan di mata mereka, "Yah, apa boleh buat. Karena kami tidak ingin mati atau sebagainya." Ucap Gerald dengan diikuti anggukan lainnya.
"Baiklah, kuanggap kalian menyetujuinya. Dan karena waktu kita tidak panjang, jadi kita akan mulai membahas rencananya."
"Tuan Caesar, bukankah pasukan Kavaleri menduduki urutan pertama dari pasukan terbanyak?"
"Fumu! Mari posisikan pasukan kavaleri sebagai pasukan garis depan, mereka yang akan membuka jalan apabila menyerang, anggap saja begitu"
"Lalu, knight dan warrior, bisakah kalian bertarung dibelakang kavaleri setelah kavaleri membuka barisan musuh? Kuharap kalian bisa membantu Kavaleri sembari menjaga barisan para mage"
"Para mage akan kuposisikan di garis tengah pertahanan. Tugas kalian adalah membantu rekan dengan serangan jarak jauh. Pastikan untuk terus memperhatikan keberadaan lawan dan kawan. Ditambah, jika ada serangan mendadak dari musuh yang tidak mungkin dihalau kavaleri dan knight ataupun warrior, kalian akan menjadi bagian penting pertahanan, bentuk pertahanan kalian,"
__ADS_1
"Barto, bisakah kau menyelesaikannya malam ini? Aku akan membantumu jika kau memiliki kesulitan"
"Hmm? Tuan muda, bukankah anda terlalu meremehkan sihir saya? Meskipun saya seorang barbarian yang menggunakan kekuatan sebagai satu hal dasar, tapi sihir juga merupakan kekuatan yang tak bisa lepas dari kebutuhan bertahan hidup bukan?"
"Yah, tumben kau rasional" ucapku acuh tak acuh.
"Baguslah. Kemudian, di barisan belakang, para magician support dan archer. Hampir sama dengan mage. Para archer akan bertugas menyerang musuh dengan serangan jarak jauh. Pastikan tidak melukai rekan."
"Lalu, penyihir healer akan menyembuhkan pasukan, para supporter akan mendukung prajurit. Beberapa akan memantau situasi, pastikan tetap waspada."
"Pasukan kavaleri dan pasukan di garis belakang, kalian akan memegang kendali pengawasan."
"Kurasa itu seharusnya cukup untuk dibilang sebagai formasi kan? Apakah ada yang keberatan atau merasa bingung?"
Mereka menggelengkan kepala mereka, "jika begitu, bagaimana dengan rencananya?"
"Ah! Untuk rencananya ..."
__ADS_1
...□□□...