
Bab 65: Pemimpin Masa Depan
"Kenapa aku harus penasaran?" Tanyanya.
"Misalnya ... bagaimana jika aku memberitahumu soal 'kehancuran Alpha College?'." Tanyaku.
Ia sedikit terkejut, tapi dengan cepat ia kembali tenang.
"Tentu saja. Aku penasaran."
"Apa Alpha College benar benar akan hancur di masa depan?"
"Yah, kau tahu? Memiliki sebuah ingatan tentang masa depan atau tentang sesuatu yang tak seharusnya ada adalah sebuah kutukan."
"Saat kau tahu masa depan yang tak semestinya diketahui, dan kau pasti akan berusaha mengubahnya sesuai dengan apa yang kau inginkan. Lalu saat kau gagal, kau hanya akan mati secara perlahan dengan kutukan bernama penyesalan. Itu tak terbantahkan, muridku."
"Bahkan aku yakin, saat ini ada banyak perasaan di mana kau merasa bertanggung jawab untuk mengubahnya. Dan tanpa sadar, kau merasa sedikit takut akan sedikit kegagalan, kan? Dan aku tidak ingin masa tuaku dihabiskan dengan rasa penyesalan dan takut ..."
"Dan, jika kau tahu tentang kehancuran Alpha College, maka tolong cegahlah hal itu ..." Ucapnya kemudian.
"Tidak .. Alpha College tidak akan hancur. Kau dan semua murid Alpha College akan baik baik saja sampai akhir dari dunia ini. Karena Alpha College adalah pelindung dari dunia ini, tidakkah itu yang kau katakan? Bahkan tanpa bantuanku pun, kalian akan baik baik saja, itu pasti" ucapku.
Aku tidak mengada ada soal hal ini, di akhir ingatan milik dia, tepat di kehidupan keenamnya, dia melihat akhir dari dunia. Dan Alpha College yang seharusnya hancur pada saat invasi Kaisar iblis, justru tampil untuk mencegah keruntuhan dunia.
Saat itu, para master dan para murid senior dan junior menyatukan kekuatan mereka untuk membangun sebuah barier untuk mempertahankan keberadaan manusia.
Begitulah, ingatan itu memang tidak pasti, tapi aku merasa bahwa itu akan baik baik saja.
Pria tua itu hanya sedikit terkejut hingga akhirnya tertawa, "begitu, jadi kau hanya ingin mengujiku, huh?"
__ADS_1
"Mm, itu tidak juga. Sebenarnya, Alpha College memang hancur ... tapi, ya sudahlah" ucapku.
"Hmm baiklah, tapi aku yakin itu bukan hanya satu pertanyaan saja, kan?" Tanyanya seraya berjalan pelan menuju sudut lain dari ruangan ini.
"Itu benar ... master, apa yang sebenarnya terjadi setelah aku pergi?" Tanyaku segera.
"Ah, tentang itu ya?"
"Sepeninggal tuan pemimpin, Alpha College mengalami banyak krisis dan masalah. Ada banyak suara sumbang terkait dengan kepemimpinan tanah leluhur, beberapa berpendapat untuk menjadikanku sebagai pemimpin tetap berikutnya, beberapa lainnya berpendapat untuk mencari seorang kuat dari dunia beladiri sebagai salah satu tetua tambahan."
"Begitu, lalu?"
"Aku menolaknya"
"Apa!? Tapi kenapa!?"
"Tidak, lebih tepatnya kami menolaknya."
"Keberadaanmu saat tes waktu itu menunjukkan kepantasanmu sebagai penerus. Berdasarkan apa yang tercantum di perjanjian tanah leluhur, kau sudah termasuk ke dalam lima leluhur benua. Posisimu, sah sebagai pemimpin kami yang berikutnya"
"Tapi karena masih ada banyak hal yang perlu kau tuntaskan, ditambah dengan usiamu, kami memutuskan untuk menjadikanmu pemimpin sah kami beberapa tahun setelah kedewasaanmu"
"Meskipun begitu, masih ada banyak orang yang menolaknya, keberadaanmu hanya karena kau seorang yang masih muda, dan kemudian meniadakan kekuatanmu itu ..."
"Itu ..."
"Setidaknya hanya itu yang bisa kami lakukan untukmu, sisanya .. kau harus menunjukkannga sendiri, kualitasmu sebagai pemimpin kami"
Aku hanya bisa terdiam menanggapi ucapannya.
"Dan karena itu pula, ada banyak orang kuat yang mulai menunjukkan taringnya pada Alpha College, hanya untuk sebuah kepuasan. Hanya ada lima leluhur, itulah ketentuannya. Lima leluhur adalah sebuah sistem kepemimpinan, bukan hanya sebatas gelar kekuatan saja. Perubahan tatanan ini juga akan mengubah dan mempengaruhi segalanya. Kelima leluhur menggenggam tugas dan kewajiban seluruh benua di tangannya, menjaga kesetimbangan yang tercipta sejak berabad abad yang lalu."
__ADS_1
"Hanya ada lima leluhur, dan itu tidak akan pernah berubah atau pun dirubah, kapan pun itu. Baik di masa lalu, masa kini, atau bahkan di masa depan."
"Sepeninggal tuan pemimpin, kekuatan Alpha College berkurang drastis. Tatanan kepemimpinan di rombak, menjadikan Master Asteria sebagai penguasa tertinggi, dengan Alpha College sebagai wakilnya."
"Itu tidak menandakan kemerosotan, hanya saja ... sudah saatnya bagi Alpha College untuk fokus dengan dirinya sendiri. Biarkan para seniormu berlatih di luar. Untuk menghasilkan pohon yang kuat, itu haruslah di tanam di luar, jangan biarkan mereka terus berlindung di rumah kaca."
"Biarkan sesekali kenyataan menampar mereka, dan menunjukkan bahwa rasa takut dan naif adalah dua hal yang menjadi dosa di ranah ini, dunia beladiri."
"Saat hari di mana beliau meninggal, aku sudah menduganya, tentang kau yang pada akhirnya sadar akan apa yang terjadi dan ingin mengetahuinya."
"Ada banyak kekacauan yang terjadi, dan itu .. adalah hal yang harus diselesaikan oleh kami, Alpha College."
"Tentunya juga karena kami, Alpha College adalah organisasi terkuat di benua, dan itu adalah sebuah kekalahan saat kami menunjukkan sisi lemah kami. Bukan hal yang mustahil bagi kami menemukannya, satu potongan puzzle terakhir untuk menyempurnakan kekuatan kami ... tapi kami tak melakukannya, mengapa? Itu karena anda. Anda adalah satu potongan terakhir dan itu satu satunya yang sedang berusaha kami poles sedemikian rupa hingga anda, mampu menempatkan kami seperti sedia kala, tidak .. saya rasa itu lebih tinggi."
"Jadi, berjuanglah, semuanya takkan lagi mudah mulai hari ini."
"Lalu, beberapa akhir lalu, kami memutuskannya, pelatihan tertutup bagi para junior. Alasan kami melakukannya, adalah agar kalian bisa tahu sebetapa dibutuhkannya kalian di benua ini, sebagai tonggak perjuangan panjang dunia. Hanya dengan cara inilah, kami bisa memastikan bahwa dunia akan baik baik saja."
"Benua tidak akan baik baik saja dimasa depan. Akan ada banyak sekali hal yang akan terjadi di masa depan. Itu adalah satu hal yang tak bisa kita hindari atau pun kita cegah begitu saja. Semuanya, akan jadi sangat sulit mulai dari sekarang."
“lalu, ini adalah tugas kami sebagai master kalian. Masa depan adalah masa milik kalian, bukan lagi milik kami. Semua tanggung jawab ada di punggung kalian. Tidak ada yang benar benar abadi di dunia ini, itulah yang kami pelajari. Sebagai contoh, tuan pemimpin. Beliau adalah legenda yang tak pernah mati, orang kuat. Namun apa? Bahkan saat beliau berhasil menjadi seorang utusan dewa pun, beliau tetap tak bisa lepas dari bayang bayang kematian. Tetap akan ada waktu bagi orang kuat untuk menjadi tua lalu mati. Jika tuan pemimpin saja begitu, bagaimana dengan kami? Kami sadar, bahkan jika kami atau takdir benar benar menginginkan kami mati hari ini, kami tidak bisa. masih ada banyak waktu yang belum kami bayarkan untuk anda”
“jangan lihat dari penampilan kami, faktanya kami benar benar sudah tua. Kami layaknya pohon tua dengan dahan yang besar dan menyebar ke segala arah. Daun kami rimbun, tak perlu ditanya mengapa kami begitu”
“karena hanya dengan begitu, kami bisa melindungi anda, para generasi muda di masa depan. Biarkan kami berhutang banyak waktu, biarkan kami berikan kalian banyak waktu. Semampu kami, kami hanya bisa memastikan di masa kami, tunas tunas baru yang lahir bisa tumbuh semaksimal mungkin”
“biarkan kalian berkembang sebelum kami tumbang. Biarkan kalian tumbuh untuk menjadi sembuh”
“masa kalian tidak akan mudah. Akan ada banyak badai dan gelombang menghantam kalian. Saat itu, kami bukan lagi master kalian yang serbabisa melindungi kalian. Di masa depan, biarkan kalian memimpin jalannya dunia”
Di sore itu, aku menyadari satu hal tentang sebetapa bahayanya masa depan. Dan, percakapan kami pun berakhir saat senja.
__ADS_1