The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 26


__ADS_3


Bab 26: Tiga Belas Bintang


Middle Continent, Qrystial, Xiantine, 1/3


Ditengah malam di suatu penginapan tua dengan gaya klasik.


"Salam kepada tuanku, saya Kai, hendak menyampaikan pesan. Harap kepada tuan sudi mendengarnya." Ucap seorang pemuda dengan rambut putih dan pakaian tertutup menundukkan kepalanya memberi hormat kepada seorang remaja pria yang tengah duduk di kursi belajarnya.


"Akan ku dengar," ucap pemuda berambut navy sembari terus membolak balikkan buku di hadapannya.


Pemuda itupun menyampaikan semua laporannya kepada orang yang disebut Tuan olehnya itu.


"Begitu, aku paham, bisakah kau awasi dia?" Ucap remaja dengan tenang.


"Baik!" ucap pemuda sebelum menghilang di kegelapan.


...□□□...


Pagi hari, kota Qrystial nampak lebih ramai dibanding biasanya. Ya, ini semua karena adanya festival yang segera dilaksanakan di kota Qrystial. Semua warga berkumpul dan menghias kios serta rumah-rumah mereka dengan berbagai hiasan dan lampu lampu.


Sementara itu, ada pula para pedagang asing yang masuk ke kota dengan berbagai barang julan mereka, kebanyakan dari mereka menjual komoditas utama yang umumnya sulit diperoleh oleh kota Qrystial. Namun disamping itu, ada pula yang nampak menjajakan lampion dan lilin serta berbagai hiburan kecil di sepanjang jalan kota Qrystial.


Beberapa hari ini, kota Qrystial memang sangat sibuk dengan berbagai kegiatannya. Semua ini dipersiapkan warganya untuk merayakan hari berdirinya kekuatan yang menaungi mereka, Ghost Monarchy. Malaikat pembawa kebahagiaan bagi rakyat kecil dan malaikat maut bagi para penjahat.

__ADS_1


Semenjak berdirinya Ghost Monarchy, kota Qrystial menjadi lebih hidup. Para penduduknya sudah tak takut dengan kelaparan, bencana dingin ataupun bencana dari para beast yang berkeliaran. Organisasi ini menjalin kekuatan yang solid dengan banyak kekuatan besar diluar kota Qrystial, mulai dari guild petualang, pelelangan, hingga banyak kerajaan kerajaan besar.


Kota ini pun dijadikan sebagai kota bisnis dan pertukaran komoditas dari berbagai tempat dan ras. Tentunya atas pengaturan dari pemimpin Ghost Monarchy. Atas alasan itulah, para penduduk kota memutuskan untuk merayakannya dengan festival untuk mengenang kemenangan-kemenangan yang diperoleh Ghost Monarchy. Di kemudian hari, festival ini disebut sebagai festival 'Tiga belas bintang'.


Festival ini dilaksanakan selama 13 hari berturut turut. Dalam 13 hari inilah, mereka merayakannya dengan banyak hal, mulai dari berbagai kontes dan ajang pertarungan, hingga pelelangan benda benda berharga. Festival ini diakhiri dengan pelepasan lampion sebagai lambang harapan bagi kota mereka, keluarga mereka, serta pemimpin mereka, sang pengabul harapan.


...□□□...


Middle Continent, Qrystial, 3/3


Hari ini adalah hari ketiga dimulainya festival, atau tepatnya 10 hari sebelum pesta puncak.


Desa Ophiel, ajang pertandingan sihir dan beladiri.


"Ah, tentu saja tuan, siapa yang tidak ingin merayakan kedatangan tuan ketempat ini?"


"Uhmm.. oh ya? dimana Barto? biasanya dia akan sangat antusias saat tahu akan ada pertarungan?"


"Ah, ini.. saya rasa dia sedang beradu kuat dengan tuan besar" ucap Alice dengan ekspresi tidak peduli.


"Oh? begitukah?" Ucap Raka kemudian.


Raka sendiri saat ini sudah genap berusia 11 tahun. Enam tahun sejak kepergiannya dari tanah kelahirannya, Arcnight. Empat tahun sejak kepergiannya dari keluarga Kaelmiff. Serta dua tahun sejak kebangkitannya sebagai penyihir.


Ya, dua tahun yang lalu ia berhasil membangkitkan empat skill sekaligus, mulai dari [Shadow domain], [Blue eye], [Sacred Thunder], serta [Absolute of darkness]

__ADS_1


Kemampuan pertama yang ia bangkitkan, [Shadow Domain] didapatkan dari kemampuannya di masa lalu sebagai Nonius.


Kemampuan [Blue Eye] ia dapatkan sebagai skill murni dari Raka sendiri yang sejak lahir memiliki skill lahiriah, [Intuition].


Kemampuan [Sacred Thunder] ia dapatkan sebagai skill lanjutan dari kekuatan darah yang Raka miliki sendiri. Ini berkaitan dengan keluarga besar dan nama marga yang ia miliki sejak lahir, Arcnight yang dikenal sebagai penjaga eternals war god, sang pemilik petir- Antares.


Kemampuan [Absolute of Darkness] ia dapatkan sebagai skill tambahan lainnya. Dia sendiri tidak terlalu tahu menahu mengenai asal mula skill ini bangkit.


Dengan kekuatannya, bukan suatu hal yang tidak mungkin baginya untuk kembali ke tempat asalnya, Arcnight. Tapi dalam beberapa tahun ini, masternya melarangnya untuk terburu buru, dengan alasan kekuatannya belum cukup mampu untuk menangani musuh dibalik kudeta kerajaannya. Ditambah konflik yang akhir akhir ini terjadi di organisasinya. Desas desus tentang adanya pengkhianat, hingga rumor yang menyatakan bahwa ghost monarchy mulai berpihak ke salah satu dari dua kekuatan, iblis dan kekaisaran sihir. pikirannya buyar ketika ia menyadari Alice memanggilnya.


"Tuan muda? apa ada yang anda pikirkan?"


Sadar akan lamunannya tadi, ia menggeleng ringan.


"Ah! Tidak, Tidak usah dipikirkan, kau tetaplah disini, sementara aku akan pergi memcari master"


Alice terdiam setuju, kemudian mempersilahkan Raka pergi.


Raka melangkah keluar dan menembus kerumunan dengan langkah tenangnya. Saat ini ia sedang membaur dengan para penduduk. Ia memang bisa dengan tenang keluar, mengingat kota sedang ramai diatambah hanya segelintir penduduknya yang tahu akan identitas sesungguhnya.


Ditengah-tengah langkahnya ia merasakan aura familiar yang membuat nafasnya sedikit sesak. Ia pun menegakkan tubuh tingginya dan melirikkan mata kearah sumber aura yang dirasakannya. Namun, aura itu perlahan menghilang begitu saja.


Disaat yang sama, disudut bangunan tinggi dengan arsitektur barat klasiknya, nampak bayangan hitam dengan mata merahnya menyeringai. Sesaat sebelum menghilang, bayangan itu bergumam, "Oh? kelihatannya anda cukup bahagia ya, pangeran"


...□□□...

__ADS_1


__ADS_2