The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 12.5


__ADS_3


Bab 12: Quest


'Maaf Master! Maaf karena kau mendapat murid egois sepertiku!' Ucapku seraya menahan napas saat master mulai menatap dingin binatang buas yang hendak menyerbunya itu.


'Tidak! Maaf binatang kecil, aku tidak punya pilihan selain menumbalkan nyawamu! Satu-satunya yang perlu disalahkan adalah dirimu sendiri karena menyerang anak lemah yang dilindungi seorang master yang kuat!'


Haaa.. master menarik napas.


Crash!


Kilatan pedang berpendar sesaat, menembus tubuh macan besar itu sebelum tumbang.


Tidak dapat dilihat! Ya! Yang dapat kulihat hanya saat master mulai menarik pedangnya sebelum tangannya kembali bergerak menutup pedang.


'Hebat! Meskipun bukan pertama kalinya bagiku melihat teknik master, tapi tetap saja, mau dilihat berapa kali pun itu benar-benar hebat! Baik itu di hidupku sebelumnya atau hidupku kali ini, dia adalah master pedang terkuat yang pernah ku lihat secara langsung!'


'Bahkan jika itu dengan penglihatan yang lebih dibandingkan orang lain pun, aku tetap tidak bisa melihatnya dengan baik'

__ADS_1


Fiuh..


Aku menghela napas lega saat tubuh macan gunung itu tumbang dengan keras.


Thud!


Aku turun dari ranting tempatku bergelantung. Sementara pria berambut hitam di hadapanku sama menghela napasnya panjang. Tatapannya segera menuju ke arahku.


'U-ugh.. sial.. apakah master akan memarahiku?'


"Ehem!" Ia berdehem seolah olah memberiku kode.


"Huh! Bukan masalah! Katakan saja jika kau membutuhkan sesuatu!"


"Ya! Oh ya, master.. teknik pedangmu itu,, benar-benar hebat!" Ucapku antusias.


"Oh? Benarkah? Jadi, apakah kau mau mempelajarinya?" Ucapnya sederhana tanpa dibuat-buat.


'Mempelajarinya ya? Yah, aku tidak berpikir kalau setelah aku memuji teknik pedangnya itu dia akan menawariku pilihan ini. Tadinya kupikir dia akan berkata: hoho! Bukankah aku sangat hebat? Yah, bayangkan saja saat dia membanggakan dirinya itu.'

__ADS_1


'Hmm, yah, belajar ilmu lain juga bukan masalah, anggap saja berpedang sebagai teknikku di dunia ini, sementara dagger, itu keahlianku di masa lalu sih!'


"Hmm? Apa aku- benar-benar bisa mempelajarinya, master?" Tanyaku.


"Yah, ilmu pedang itu mengandalkan pedang sebagai senjata utama dan sihir senagai pendukung, selama kau mampu memaksimalkan kemampuan pedangmu, maka bukan tidak mungkin bagimu untuk melampaui orang lain"


'Ah, itu benar! Dan itu pasti!'


Aku mengangguk dengan senyum sederhana di wajahku.


Kami terus berjalan, di sepanjang perjalanan, aku sempat bertanya kepada master tentang apa-apa saja yang tidak ku ketahui, tak terkecuali dengan kelaianan sihir yang ku idap.


Meskipun saat ini, aku tidak terlalu ingat perihal keluarga dan asalku di dunia ini, tapi sejak kedatanganku disini, aku mempelajari suatu hal yang unik dan berkaitan denganku. Yakni, rambut biru kehitaman milikku ini, hanya dimiliki oleh klan Asteric yang mendiami dataran Magnis di High Continent.


Lalu apa hubungannya?


Jika itu bukan di dunia ini, maka itu hanya hal yang biasa. Tapi, klan Asteric adalah pemilik mana terbesar, mereka memiliki rentang mana yang lebih besar dibandingkan dengan makhluk lainnya, meskipun mereka tidak mahir dalam mengolah mana alam layaknya elf, tapi mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan mana dengan besar yang sama dengan suku Gigantic.


Kemampuan sihir mereka adalah pengendalian absolut kosmik. Mereka mampu mengendalikan sesuatu yang berhubungan dengan luar angkasa dan dunia itu sendiri. Karenanyalah, bisa dibilang mereka berbakat sejak lahir, sedangkan aku?

__ADS_1


Tolong jangan tanyakan tentang hal itu! Sudah pasti jawabannya adalah, aku benar-benar cacat!


__ADS_2