The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 29


__ADS_3


Bab 29: Kau Yang Bercahaya


Dalam sepersekian detik, sebuah cahaya terang dengan titik-titik biru bermunculan. Membentuk sebuah sosok wanita dengan cahaya yang cemerlang, mendekapku dan menarikku dari kegelapan.


"Kau datang" terdengar suara seorang wanita dengan lembut berbisik dalam diam.


"siapa kau?" Tanyaku saat tangan ramping itu menarikku kembali ke permukaan.


Langit berbintang kembali menyambutku, sebuah perasaan hangat mengalir lembut dari punggungku, mendekapku dalam peluknya.


"Aku disini, kekasihku" ucap seorang wanita cantik dengan rambut putih panjangnya berkibar dan mata biru berliannya memelukku erat.


Aku terkejut saat menyadarinya memelukku dari belakang, tubuhku hangat! Seketika mataku membelalak terkejut. Tempatku berdiri berubah, saat itu langit dengan bintang yang redup itu bersinar penuh kecermelangan.


Berubah menjadi dimensi yang tak terbatas dengan bintang bintang indah di atasnya.

__ADS_1


Nampak pula Siluet bayangan seorang yang begitu besar mengintimidasiku. Serangkaian rasa krisis menghantuiku. Tanpa sadar, aku melangkahkan kakiku ke belakang, wanita yang telah melepas pelukannya itu menggenggam tanganku hangat, sebuah perasaan hangat nan familiar merekah.


Ia meyakinkanku, aku menghentikan langkahku. Waktu terus berjalan, bayangan itu semakin jelas. Sesosok pria penuh luka, wajah yang familiar dengan rantai rantai emas melilit di sepanjang tangan dan kakinya. Ia mendengus kesal.


"Tch!! dasar wanita jal*ng! bebaskan aku!" ucapnya dengan mata merah membara mengancam wanita di sisiku itu.


Wanita itu benar benar tenang, ia menutup matanya sekejap, dan kemudian ia membuka matanya dan tersenyum, ia menutup telingaku sembari memelukku hangat, melepaskan mantra dan dalam sekejap tercipta penjara emas dengan rantai yang membelenggu bayangan gelap itu dengan erat.


Bayangan gelap itu pun berteriak, suaranya menggetarkan dimensi itu, memekakkan telinga, tapi entah kenapa aku merasa tenang, wanita ini ... memberikanku banyak perasaan ambigu, sedih, merasa bersalah, marah, rindu, dan juga rasa nyaman, seakan-akan aku tidak ingin melepaskannya.


Wanita itu tersenyum, dia memelukku dengan erat, dan berkata,"Tenanglah! Aku, takkan lagi meninggalkanmu, selamanya, kau takkan sendirian lagi," ucapnya.


"Siapa ... kau?"


"Tak peduli siapapun aku, bagaimana dan dimana pun aku, aku akan selalu ada disisimu selamanya ..."


Aku semakin bingung, saat ingin kembali berkata, siluet itu pun kembali berteriak dengan sekuat tenaganya, menggetarkan dimensi dan perlahan lahan merusaknya.

__ADS_1


"Arrrgh! sialan kau Hellian! apa kau pikir hanya karena kau memiliki dua unsur dunia dan energi sucimu itu kau pikir bisa melindungi anak itu hah!?" ucapnya dengan marah.


Aku terkejut, saat aku memalingkan pandangku pada wanita disampingku, dia pun menoleh ke arahku. Mata kami bertemu, saling berpandangan, dia tersenyum tulus padaku.


"Ah, aku tahu sampai mana batasku, bahkan dengan seluruh kekuatanku, aku pun sama sekali tidak punya kemampuan untuk menahanmu, aku tahu itu"


"Ha ha ha! dan kau mengorbankan keberadaanmu di langit hanya untuk menolongnya!? benar benar konyol! apa kau tak takut hah? Raja iblis marah?"


"Mengapa? mengapa aku harus takut saat seseorang pada akhirnya menyelamatkanku?"


"Ha ha! Apa maksudmu anak kecil ini? Dia?"


Wanita itu hanya diam, tanpa sebuah huruf pun terlontar.


"Bahkan jika itu benar ... sampai saat itu, dia hanya akan mati di tangannya!"


"Diamlah! Kau tidak punya hak untuk memutuskan takdirku atau pun takdirnya! enyahlah!" ucap wanita itu dengan wajah rumitnya.

__ADS_1


Sebuah eksistensi energi berputar, layaknya black hole menyerap segalanya dalam jangkauan. Sebuah energi hangat lainnya muncul, mendobrak paksa energi gelap yang berputar dan melahap segalanya itu.


__ADS_2