The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 11.5


__ADS_3


Bab 11: Masih Berlanjut! [II]


Huh...


Aku menoleh terkejut saat hembusan napas panas membelai daun telingaku. Mengalihkanku dari buku yang ku baca sedari tadi.


"Gah! Se-senior! Kau mengejutkanku.." ucapku seraya menghela napas dan menjauhkan sedikit telingaku dari wajah mungilnya.


"Ahahaha! Maaf ya," ucap Ava seraya menggaruk tengkuknya dan mengeluarkan separuh lidahnya.


"Fiuh.. kau sedikit menakutiku.."


"Tehee.. maaf yaa" ucapnya menggerlingkan mata coklat madunya.


"Hmm? Jadi? Ada apa?" Tanyaku polos.


Plak!


"Aduh!" Aku mengaduh saat tangannya menyentuh kepalaku dengan keras.


"Hmph! Apa maksudmu dengan ada apa huh!? Apa kau ingin bilang kalau aneh jika aku di perpustakaan seperti ini hah!?" Jawabnya ketus.


'Kau berpikir terlalu banyak, gadis kecil'


'Sungguh, aku benar-benar tidak bermaksud begitu..'


'Tapi kau cukup sadar diri ya? Kakak senior kecil?'


Gumamku dalam hati tentunya. Yah, mungkin jika dia mendengar apa yang kukatakan dalam hati kurasa aku tidak akan bisa kabur dari serangan kakak perempuanku ini.

__ADS_1


"Haih.. kau berlebihan, kakak!" Ucapku.


"Lagipula, apa aku terlihat seperti memikirkan hal itu?" Dengusku kesal.


'Kali ini benar, aku tidak berpikir tentang hal ini! Sungguh!'


"Hmm? Aku tidak peduli!" Ucapnya kukuh.


"Hah? Jadi ini salahku huh? Baiklah, jadi apa yang ingin kakak bicarakan denganku? Kau tidak mungkin menemuiku dengan hanya bertujuan mengambing hitamkan aku dan memukulku kan?" Ucapku pasrah.


"Ah! Itu benar! Aku ingat!"


"Hmm? Apa i-" ucapku tersela olehnya.


"Rakaaa!!!! Huwaaaa... bagaimana ini??" Teriaknya panik dengan mata yang berkaca-kaca.


"E-eh? Se-senior.. a-ada apa?" Ucapku panik.


'Sebenarnya apa yang terjadi? Jangan bilang jika dia melakukan sesuatu yang melanggar hukum dan dia pergi bercerita padaku untuk menolongnya? Bagaimanapun, gadis ini benar-benar ceroboh, kau tahu?'


"Kakak, berceritalah padaku!" Ucapku.


"Hu-hu-huhuhu.. a-aku.. a-aku merasakan perasaan aneh! E-entah kenapa aku ingin melihat kaka senior lagi! Padahal dia baru pergi dua hari.. tapi a-aku.. aku ingin bertemu dengannya.." ucapnya seraya menunjuk-nunjuk kedua jarinya bingung.


"Ha-hah?" Aku mematung bingung.


'Tunggu? Jadi gadis ini hanya merasa bingung dengan perasaan rindunya itu? Da-dan dia? Bertanya pada anak laki-laki yang baru berumur 7 tahun? Aku?'


"Aih.. kukira masalah rumit apa.. ternyata hanya seperti itu," ucapku ringan.


"A-apa maksudmu ringan? A-aku benar-benar bingung tahu!"

__ADS_1


"Ugh.. terserah apa maumu, kak" ucapku datar.


"Huwaaa! Raka!! Kau benar-benar dingin! Kau jahat!"


"Eh? Memangnya aku terlihat seperti ingin jadi orang baik huh?"


"Kau menyebalkan!


"Wlee!" Aku mengejeknya dengan menjulurkan lidahku tak peduli.


"Kau tahu! Jika kau dingin dan menyebalkan seperti ini tidak akan ada yang menyukaimu loh!" Gertaknya.


"Oh.. benarkah?" Tanyaku pura-pura polos.


"Raka!!" Teriaknya geram. Ia lantas mendekatiku dan menggerak-gerakkan tangan kecilnya menyusuri perutku- menggelitiknya.


"Haih.. cukup! Cukup! Aku menyerah! Kakak yang paling hebat deh!" Ucapku menghela napas.


"Hmph!"


"Ah.. benar juga, memangnya kemana kakak senior pergi? Jika ku ingat-ingat lagi aku tidak melihatnya selama beberapa hari ini." Ucapku mengetuk buku di hadapanku.


"Apa lagi menurutmu jika bukan menyelesaikan Quest!?" Ucapnya jengkel.


"Eh? Begitu ya.."


Quest, dengan kata lain, permintaan akan suatu hal. Meskipun bisa dibilang sedikit, tapi bukan berarti tidak ada. Dengan kata lain, perguruan kami memang menerima quest semacam itu.


Quest sendiri ada bermacam macam, mulai dari kesulitan tingkat rendah, hingga tertinggi. Berbeda dari petualang atau semacamnya. Perguruan kami menyelesaikan quest bukan karena hadiah atau imbalan. Melainkan karena tanggung jawab itu sendiri yang berkaitan dengan benua menengah.


Mengingat hal itu, pikiranku kembali melayang ke saat-saat mendebarkan saat aku menyelesaikan quest dunia ini untuk pertama kalinya. Yah, jika dipikir-pikir ini memang bukan quest pertama yang kuingat. Di kehidupan sebelumnya, aku adalah seorang pembunuh dari sebuah guild solo yang menerima quest.

__ADS_1


Quest pertamaku dimasa muda adalah saat aku mulai masuk ke SMA, dua tahun sepeninggal keluargaku. Jika tidak salah, maka itu seharusnya menjadi kurir para mafia kan? Hmm, itu membuatku bernostalgia. Tapi, aku tidak ingin menceritakannya.


...□ □ □ ...


__ADS_2