The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 42


__ADS_3


Bab 42: Pion Yang Dihancurkan


'Mari kita gunakan itu, Andreas'


Pikiran Andreas buyar. Seolah olah mendapat pencerahan, dia terkekeh dan Sama sekali tidak menunjukkan ekspresi yang sama dengan sebelumnya.


Mendadak sebuah perasaan mencekam dirasakan Raka. Tekanan ini sama dengan tekanan yang sama dengan sebelum dia bertarung dengan Andreas.


'I ini, ini tekanan yang sama! Kukira tekanan ini darinya, tapi dilihat dari situasinya seharusnya bukan sesuatu yang mungkin baginya! Aku terpengaruh! Dia masih melihat kami' ucap Raka dengan tubuh yang gemetar menahan tekanan.


Andreas yang melihat Raka gemetar mengira bahwa rasa takut musuhnya itu terjadi karenanya.


Ia pun terkekeh dan dengan sombongnya menghancurkan formasi yang menyerangnya.


Sesaat ketika Raka masih fokus mencari sumber aura Andreas melesat dengan kecepatan tinggi kearahnya. Satu satunya yang ia pikirkan adalah kemenangannya yang semakin dekat.


Ia kemudian mengambil sebilah belati penuh aura pekat dan mengarahkannya ke punggung Raka.


Sepersekian detik kemudian, darah merah mengucur dari punggung Raka. Ia tak bereaksi.


'Bodoh!' Ucap ketiga jenderal dalam hati.


"Ke ke ke, apakah kau akan mati secepat itu?"


"Huh?" Tanggap Raka dengan aura yang tak kalah pekat menekan Andreas.

__ADS_1


Tubuh Andreas refleks mundur sesaat setelah menyadari adanya hal yang tidak beres.


Sepasang mata biru tajam menatapnya penuh tekanan.


Andreas membeku tanpa perlawanan, ia tak bisa bernapas.


'Bagaimana? Bagaimana bisa? Apakah aku akan benar benar mati? Huh? Oleh b*jingan kecil sepertinya? Aku ... aku adalah Andreas! Calon Raja iblis agung yang diberkati Evangelion! Bagaimana bisa! Side! Ba bantu aku! Apa yang harus kulakukan?' Teriaknya dalam hati.


'Ki ki ki kik ... bagaimana bisa aku kalah? Pertanyaan konyol apa itu Andreas? Sejak pertama kali pun aku sama sekali memiliki niat untuk membantumu ki ki ki kik ... hanya 'dia' lah satu satunya yang pantas jadi tuanku' ucap Side penuh arti.


"A apa? Bagaimana bisa? Di dia?"


Keugh!


Seteguk darah merah segar keluar dari mulut Andreas. Ia berlutut oleh tekanan yang begitu kuat, tanpa disadari tekanan Raka membuat tanah sekitarnya anjlok beberapa meter.


"Apa kau pikir aku takut padamu hah?" Ucap Raka dengan ekspresi marahnya.


Ia mencabut belati hitam yang kini seolah kehilangan aura jahatnya.


"Kau benar benar naif! Andreas! Apa hanya karena aku gemetar lantas kau berpikir ini kemenanganmu huh? Kau tahu, kau memanglah iblis yang kuat dan berpotensi menjadi satu dari sekian banyak raja iblis. Tapi itu hanyalah perkiraan, calon. Selama beberapa puluh tahun kau memerintah para bawahanmu dan bahkan menghancurkan beberapa kerajaan dari benua Ox. Bukankah itu hebat? Tapi kau tahu? Apa yang melemahkanmu?"


"Nafsumu,"


"A apa maksudmu?"


"Kau terlalu serakah, Andreas! Sampai kau bahkan tak merasakan bahwa di sini kekuatanmu yang diserap oleh iblismu, bukankah begitu?"

__ADS_1


"Ah ha ha ha apa kau pikir ucapan seperti iti bisa mempengaruhiku hah?" Ucap Andreas.


Mendadak sebuah bayangan hitam keluar dari tubuh Andreas dan mengambil alih separuh tubuhnya.


Ia kemudian membuat tubuh Andreas berdiri dengan tegap di bawah tekanan Raka.


"Ki ki ki kik, anda benar benar hebat, tuanku ... rasanya sedikit kekuatan hambamu ini bahkan tak sanggup untuk menggerakkan sejengkal bagian tubuhmu, anda benar benar master agung ..." Ucap bayangan hitam itu yang tak lain merupakan Side, iblis milik Andreas.


"A apa? Side? Bagaimana bisa kau?" Andreas berbicara dengan ekspresi terkejut atas tindakan Side.


"Tch. Andreas! Kau bahkan tak sanggup mengalahkan masterku, bagaimana bisa kau bahkan tertekan oleh 10% dari kekuatan master huh?" Ucap Side sinis.


Raka hanya terdiam memandangi kedua partner yang tengah bertengkar itu.


"Kurasa sudah cukup bagi kalian untuk bertarung"


Raka bersiap mengucap mantra saat sebuah panah melesat cepat merobek lengannya.


Keugh! Raka menahan darah yang terus menetes dari lengannya.


Semua pasukan terkejut dengan serangan mendadak ini. Saat ini, perhatian mereka tertuju pada Raka.


"Siapa kau? Apakah kau tak lelah terus bersembunyi memandangiku huh?" Ucap Raka seraya menahan lengannya.


Raka tersenyum pahit, "yah, aku tidak tahu apa yang menarik dari orang cacat sepertiku sampai orang penting selevel raja iblis datang untuk menontonku"


Mata andreas membulat, dengan bahagia ia tertawa "Ha ha ha! Evangelion! Yang mulia Evangelion sudah datang hahaha! Tamatlah kau"

__ADS_1


'Evangelion?'


"Oh? Kelihatannya aku sudah ketahuan ya? Kau benar benar seorang anak yang hebat," ucap seorang pria berjubah putih turun dari seekor beast terbang.


__ADS_2