
Bab 8: Pelatihan Dimulai!
29/06, High Continent.
'Aku.. apa ini benar-benar aku?'
'Mata biru dan rambut navy ini, kenapa rasanya deja vu ya?'
'Satu hal meresahkan lainnya, bukankah tubuh kecilku justru membuatku seperti anak perempuan!?'
Seruku saat memandangi bayanganku di cermin.
'Hmm, yah, jika diriku saat dulu melihat tubuhku yang ini juga pasti akan mengira jika tubuh sialan ini anak perempuan kan?'
'Maksudku, yah, mata biru yang berkilau, rambut navy yang lurus dan lembut dengan warna yang menakjubkan, tangan dan kaki kecil. Bukankah aku saat ini benar-benar mirip anak perempuan!?'
'Untungnya yang satu tidak berubah'
'Ugh.. yosh! Sudah ku putuskan tujuan pertamaku adalah merombak tubuhku agar terlihat lebih mirip dengan tubuhku sebelumnya!'
Tok. Tok.
Suara ketukan pintu mengejutkanku.
"Tuan muda Raka, Saya mengantarkan seragam pelatihan milik anda. Yang mulia leluhur pertama meminta anda agar segera menemuinya setelah bersiap" sebuah suara lembut berujar.
__ADS_1
"Ah, aku mengerti" ucapku meraih seragam berwarna putih dengan pola emas dan biru yang diberikannya.
...□ □ □...
Aku keluar dari ruanganku, untuk pertama kalinya aku melihat pemandangan asing yang begitu indah. Gunung-gunung hijau berjajar, pepohonan yang rimbun dengan bunga-bunga bermekaran.
"Kau sudah datang" ucap sebuah suara tenang yang ku dengar beberapa waktu lalu.
Aku mengangguk.
"Ikut denganku" Ucapnya seraya melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang dipenuhi dedaunan yang berjatuhan. Begitu tenang dan asri.
Aku mengikuti master dari belakang. Punggung besar dan tingginya semakin memberiku perasaan kecil dan lemah.
Entah itu bawaan dari tubuhku saat ini, atau itu adalah kemampuanku dimasa lalu, aku bisa melihatnya.
Meskipun aku tidak tahu apa itu, tapi sedikit perasaan bisa menjelaskan esensinya, jika tidak salah maka seharusnya udara-udara itu bukan udara yang jahat kan?
Tubuhku sendiri cukup sensitif terhadap segala rangsangan dari luar. Wajarnya, udara ini memberiku sensasi panas tapi sejuk, dan itu sedikit menyegarkanku.
"Hormat kepada master!" Sebuah sorakan penghormatan terdengar dengan jelas, aku mengalihkan pandangku ke arah suara.
Sekelompok anak dengan usia yang beragam dan dengan seragam yang senada denganku membungkuk bersama. Nampak menghormat kepada master.
Master tersenyum dan mengangguk.
Semua orang kembali menegakkan tubuhnya. Mereka tersenyum ke arah master. Meski begitu, entah kenapa tubuhku bereaksi.
__ADS_1
'Ada seseorang!'
Gumamku dalam hati. Tubuhku sedikit merapatkan jarak dengan master, bersembunyi dibalik jubah panjangnya dan tanganku sedikit meremas takut.
...□ □ □...
[Normal POV]
Yama sedikit mengernyit saat menyadari tingkah laku muridnya yang mendadak sedikit aneh.
'Anak ini? Dia ketakutan? Apa mungkin ini kemampuan dari pikiran tajamnya?'
Tubuh Raka sedikit bergemetar. Ekspresinya nampak sedikit menegang, luapan rasa takut membayanginya.
'Sial! Aku tidak bisa menahan ancaman ini. Bagaimanapun, jika itu adalah aku yang dulu, mungkin ini bukan apa-apa.. tapi tubuh lemah ini terllau sensitif!'
Yama menarik tangan Raka dan mendorongnya ke depan, membuatnya menghadapi tekanan itu sendiri.
"Ah, tenanglah. Mereka hanya penasaran denganmu."
Raka menggemeretakkan giginya, menahan rasa takut.
"Ah! Semuanya! Lihat yang kubawa! Dia adalah Raka, junior kecil kalian. Mulai saat ini dan seterusnya, perlakukan dia dengan baik oke? Dan juga, jangan terlalu berlebihan dengannya. Adik bungsu kalian ini, agak penakut" ucap Yama riang.
'Kuh! Sial! Aku diejek!' Seru Raka dalam hati.
Sekelompok murid itu lantas saling berpandangan, hingga kemudian, mereka tersenyum kepada Raka.
__ADS_1