
Bab 28.5: Kau Adalah Aku
'Kepalaku berat,, apakah kali ini aku harus menyerah? dengan menyerahkan tubuhku, dia pasti bisa membalaskan semuanya, kan? Setidaknya, aku lelah untuk hidup. Tapi, apakah aku benar menginginkannya? Bukankah ini semua sia-sia? Ini hanya omong kosong bukan?'
'Ke ke ke ke ... tentu saja itulah yang kau inginkan ... diriku adalah dirimu, kita adalah satu,, tubuhmu adalah tubuhku juga, aku tentu saja berhak atas semua kehidupanmu ... tidak ada yang mengenalmu sedekat diriku, semuanya termasuk keinginanmu, hanyalah aku yang mengerti. tunduklah, ikutlah denganku ...'
'Tidak,, bukan itu yang kuinginkan..'
Ia membuka matanya yang terpejam, sebuah kilas balik kembali membuatnya sadar. Sebuah ingatan semu perlahan-lahan muncul.
Dalam sepersekian detik itu, ia kembali mengingatnya , wanita cantik dengan rambut hitam kebiruan dan mata biru yang memberinya kehangatan. Gurunya yang selalu membuatnya marah, para bawahannya yang selalu saja tidak mengerti dengan pemikirannya, tentang semua hal yang ia bangun di kota Qrystial. Setelah cukup mengingat hal yang menakjubkan itu, ia tersenyum.
"Kau benar, aku membutuhkan kekuatanmu" Ucap Raka tersenyum.
__ADS_1
'Ke ke ke ... lihat, kau benar benar menemukan perasaanmu, Raka'
"Ah,, kau benar, aku membutuhkan kekuatanmu, untuk melakukan segalanya, segala yang kuinginkan"
'Kekekeke, Itu benar! berikan tubuhmu dan biarkan aku menguasainya'
Sebuah tangan hitam segera muncul dari kekosongan, disusul oleh sesosok bayangan semu. Tangan itu terus bergerak maju, mencoba meraih tubuh Raka yang terjatuh. Raka membuka matanya perlahan.
"Oh, maaf.. tapi bukan itu yang kuinginkan, yang kuinginkan sebenarnya adalah KAU!"
"Kau benar, aku lemah, aku sadar akan kekuatanku, karena itulah, kali ini! aku yang akan menggantikanmu, mengambil semua yang kuinginkan! Aku, ingin terus berdiri dengan semuanya! aku tahu ini konyol, tapi aku ingin, terus bersama dengan guru, mendengar cerita dari paman Edward, memarahi Alice dan Louise, bermain bersama Ryan, bertarung dengan Bartolomeo ... Aku ingin bertemu dengan adikku ... aku ingin kembali berlomba dengan kakak dan ayahku ... aku ingin kembali merasakan pelukan ibunda ... bahkan, aku ingin bertemu dan mencarinya! selama aku hidup, apapun yang kuinginkan akan kuwujudkan dengan tanganku, tak peduli bagaimana dan dengan cara apapun itu! Karena, aku mempercayai mereka! para penduduk, para Monarchian, keluargaku, dan semuanya pasti membantuku!" ucap Raka sembari menarik tangan yang berusaha menariknya itu.
"Dan lagi, apa bedanya kau dan aku? Bukankah aku pernah mengatakannya? Bahkan kau juga mengakuinya ... Kau adalah Aku, dan Aku adalah Kau!"
'Tch! percayalah! itu semua hanyalah ilusimu! sadarlah' Ucap Iblis itu tersekat.
__ADS_1
"Berisik! aku sama sekali tak butuh dirimu, kau memang benar! aku lemah! tapi kau salah! Bukankah kita sama? Kau mengerti tentangku dan aku juga mengerti tentangmu!"
"Tidak! Tidak! Itu semua hanya omong kosong! Hanya omong kosong!"
"Kau menampiknya?" Ucap Raka seraya terus mendekatkan wajahnya di hadapan sosok hitam itu.
"Dengarkan aku, aku adalah kau, kau adalah aku.. hanya aku yang tahu sebetapa sakitnya kau, hanya kau yang tahu sebetapa sakitnya aku. Lalu mengapa perlu saling egois?"
"Jika bukan aku atau kau yang memahaminya, lantas siapa? Biar kutanya, siapa, siapa yang pantas kita percayai selain diri kita? Apakah kau bisa mempercayai orang lain selain aku?"
"Bahkan jika itu benar, kau tak perlu sembunyi selama bertahun-tahun ini bukan? Apa menurutmu aku tak pernah merasakannya? Sebuah perasaan yang sering meledak tanpa alasan, apa menurutmu aku selalu menutup mataku atas semua ini?"
"Bukankah saat ini dengan kau menyampaikan keinginanmu padaku itu menunjukkan padaku bahwa kau percaya jika aku memahamimu?"
"Tsk! Aku tidak mempercayainya!" Ucapnya meledak, kabut hitam yang pekat menerpa tubuh Raka, membuatnya jatuh semakin dalam.
__ADS_1