The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 33


__ADS_3


Bab 33: Unity


Aku bergegas keluar, mengumpulkan para anggota dan bersiap untuk pertarungan.


"Alice ... pergi dan mintai bantuan dari Golden Cup untuk mengevakuasi para penduduk." Ucapku memberi perintah.


"Katakanlah, bantu dan carikan tempat para penduduk untuk mengungsi jika tidak ingin dihapuskan dari Qrystial"


"Baik tuan muda"


Bagaimana pun, pertarungan ini diperkirakan akan menjadi besar, tentunya kami tidak bisa membiarkan para penduduk terlibat.


"Ryan, Kai ... sampaikan informasi ke Black Snake untuk membantu pertempuran."


"Katakan, perintahkan beberapa anggota untuk membendung mereka. Saat ini, tidak ada jalan mundur selain bersatu melawan mereka."


"Baik," ucap mereka sebelum pergi.


...□□□...


Organisasi Golden Cup.


"Tu-tuan! Bahaya! Ko-kota diserang!" Ucap seorang ksatria secara tiba-tiba.


"Apa maksudmu!?" Ucap seorang pria paruh baya dengan jas tuxedo rapih dengan aksen formal.


"I-itu ... "

__ADS_1


Dash!


Mendadak ksatria itu tumbang, di belakangnya sesosok wanita dengan rambut panjang melangkah memasuki ruangan itu.


"Alice D Carnea bertemu tuan Ranfold."


"Kau!? Bukankah kau--" ucap seorang pria muda lainnya yang berdiri di samping pria paruh baya.


"Red Peony dari Ghost Monarchy" ucapnya dingin.


"Ghost Monarchy!?" Tanya pria paruh baya mengerutkan keningnya.


"Itu benar. Dan tuanku, sang penguasa memberi sapaan kepada anda"


"Bantu dan carikan para penduduk tempat untuk mengungsi jika tidak ingin dihapuskan dari Qrystial"


"Tch! Sapaan? Bukankah itu adalah ancaman!?" Ucap pria muda marah.


"Keuntungan heh? Jika yang anda minta adalah keuntungan bukankah dengan adanya ghost monarchy di kota ini anda menjadi lebih tenang!? Ini adalah saatnya untuk organisasi anda membalas budi pada tuanku"


"Begitu ... baiklah, kuterima. Kuanggap ini impas. Dan kurasa tuan anda tahu apa yang terjadi jika organisasi kami hancur"


...□□□...


Black Snake.


"Aku terkejut. Kukira siapa ternyata utusan ghost monarchy. Apa yang kalian inginkan?" Ucap seorang pria berkulit gelap dengan rambut hitam panjangnya yang dikepang.


"Anda memiliki insting yang hebat, tuan Ethan" seorang pria berambut putih muncul. Di belakangnya, seorang anak laki-laki dengan rambut hitam turut muncul.

__ADS_1


"Tidak ada niatan apa pun."


"Saat ini, Qrystial diserang. " ucap anak laki-laki itu.


"Jadi begitu. Karenanyalah aku merasakan hawa permusuhan di kota ini" ucapnya mengerutkan kening.


"Tuan kami memberi ucapan kepada anda"


"Ghost monarchy saja tidak akan cukup. Perintahkan beberapa anggota untuk membendung mereka. Saat ini, tidak ada jalan mundur selain bersatu melawan mereka." Ucap Ryan.


"Baiklah. Aku akan bekerjasama kali ini" ucap pria itu.


Ryan dan Kai lantas pergi. Beberapa saat kemudian, seorang pria nampak berlari memasuki ruangan.


"Tuan pemimpin! Gawat! Qrystial diserang! Saat ini Ghost Monarchy sedang membendung mereka. Dan, ada pergerakan dari golden cup. Entah karena apa mereka membantu evakuasi para penduduk."


Sudut mulut pria itu berkedut, "kemana saja kau? Aku bahkan sudah mengetahui hal seperti itu dari orang lain!" Ucapnya seraya bersiap untuk bertempur.


"E-eh? Ma-maksudnya!?"


"Dari sekian banyaknya anggota ... Arrrgh! lupakan" gerutu pria itu.


"Kumpulkan prajuritnya!" Ucap pria itu.


"Baik pemimpin!"


"Haih ... entah kenapa aku justru merasa bahwa organisasiku benar-benar tidak berguna." Gumam pria itu.


"Ghost Monarchy, huh? Pantas saja mereka bisa segera menguasai kota ini. Bukankah level mereka terlalu mengerikan untuk organisasi yang berdiri tanpa sokongan kerajaan?"

__ADS_1


...□□□...


__ADS_2