The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 40.5


__ADS_3


Bab 40.5: Reuni Kakak & Adik


Piringan merah berhenti berputar dan kabut disekitar Raka mulai menghilang. Bersamaan dengan itu, nampak Raka dengan nafas terengah engah berusaha berdiri dengan teguh.


Ia mengelap sudut bibirnya yang nampak berdarah. Ia membuka matanya perlahan. Berbeda dari sebelumnya, nampak matanya menjadi lebih bersinar dan serius. Saat ini, semua mata tertuju padanya.


"Tch! Kalian ini benar benar suka mempercepat kematian!" Ucapnya geram. Ia kemudian mengangkat tangannya kesamping dan kemudian mengarahkan tangan kanannya kearah Raka yang tengah berdiri.


"Summon"


Tak lama setelahnya tanah kembali bergetar dan nampak banyak iblis dari berbagai ras keluar dari dalam tanah.


Mereka memancarkan aura kebencian yang pekat dari mata mereka disertai hasrat membunuh yang di arahkan pada Raka.


"Hahaha! Pak tua si*lan! Apa kau pikir hanya karena kau mengajarkannya formasi yang bisa melawanku kau bisa mengalahkanku!? Tch! Menghancurkan mimpi orang lain itu sangat menyenangkan ya!"

__ADS_1


Ribuan iblis mulai menyerbu ke arahnya, meskipun begitu ia sama sekali tak gentar. Matanya memancarkan keseriusan. Ia tersenyum sesaat sebelum para iblis mencapainya. Kemudian sesosok bayangan besar melangkah diantara Raka dan Iblis yang semakin dekat.


Kemudian dengan sekali tebas ia menghancurkan bermeter meter iblis di hadapannya.


Pria itu bertubuh kekar dengan kisaran usia 30 tahunan. Ia begitu gagahnya berdiri dihadapan Raka. Dia, Bartolomeo! Sang barbarian tangguh.


"Tsk!" Pria berjubah hitam itu kembali menunjukkan wajah tak puasnya. Bagaimanapun berbagai trik sudah ia gunakan untuk mengalahkan seorang anak kecil yang bahkan belum berumur 17.


"Hoi hoi hoi! Jadi kau sang iblis Andreas yang terkenal sudah menghapus beberapa kerajaan dari benua Ox ini huh!? Ternyata kau berbeda dari rumor ya? Mereka mengatakan bahwa kau benar benar kejam dan memiliki kekuasaan mutlak. Tapi yang kulihat disini kau justru dipermalukan oleh seorang anak kecil, huh!?" Ucap Bartolomeo bersemangat.


"Hoi." Sebuah suara dingin disertai aura pekat muncul dibelakang Bartolomeo.


Plak!


Ouch!


Raka menjitak gemas kepala Bartolomeo hingga membenjol. Sementara Bartolomeo hanya meringis kesakitan.

__ADS_1


"Sigh. Aku tahu kedatanganmu saat ini adalah untuk memburuku bukan? Benar-benar nggak rasionalis deh! Kau bahkan ingin membunuhku hanya karena jabatan pewaris? Padahal kau sendiri sudah mengkhianati master. Bukankah kau benar-benar tak tahu tempatmu?" Ucap Raka dengan tersenyum ringan, tapi sorot matanya masih menunjukkan keseriusan.


Sementara Andreas, pria berjubah hitam tersebut terkesiap mendengar ucapan Raka.


"Aku memang masih lebih muda dibandingkan dirimu, tapi jangan mengira bahwa pengalaman bertempurku lebih sedikit dibandingkan denganmu!"


"Aku adalah orang yang kau tuju, jika itu benar biarkan para iblismu mundur! Kita akan menyelesaikannya secara pribadi tanpa bantuan orang lain."


"Oh? Beraninya kau mengatakan begitu hah? Iblisku ini adalah bagian tubuhku, jika kau merasa bahwa aku memperlakukanmu dengan tidak adil maka kau salah. Seharusnya kita bisa lihat disini bukan? Siapa yang menggunakan orang lain untuk melindungi dirinya!?" Ucap Andreas meremehkan.


"Yah,kukira hasilnya akan berbeda jika aku melawan kakak senior. Tapi kelihatannya tidak. Maksudku, itu benar bahwa anda sama sekali tidak tahu akan tempat anda"


"Tch! Kau hanyalah murid kecil yang tidak tahu apa-apa! Pulanglah dan merengek ke ibumu! Maka aku akan membiarkan bawahanmu mati dengan tenang"


Raka hanya terdiam menanggapi ucapan Andreas.


Menanggapi perkataan Andreas, semua prajurit yang menepi menunjukkan ekspresi geram mereka.

__ADS_1


'Bagaimana mungkin kekuatan seorang anak berusia 11 tahun dapat dibandingkan dengan seorang iblis yang berusia puluhan tahun hah?'


__ADS_2