The Eternity: Colour Of Fate

The Eternity: Colour Of Fate
Bab 30.5


__ADS_3


Bab 30.5: Ikatan Master & Murid


"Apa menurutmu aku sebaik itu? Bahkan setelah aku merahasiakan asal usulmu?"


"Bahkan, kau tahu? Aku bisa saja menuntaskan bencana yang terjadi di negrimu, tapi aku tidak melakukan apapun dan menikmati hidupku seperti biasanya."


"Negrimu itu, mereka berada dalam bahaya. Keluargamu bisa saja terancam mati, atau bahkan justru mereka sudah tidak ada. Ada ratusan nyawa disana, dan dengan aku yang tidak melakukan apa-apa ini, bukankah bisa saja ada banyak yang sudah mati?"


"Apa kau masih mau mengakuiku bahwa aku ini orang baik?"


"Tidak. Mungkin tidak"


"Sudah kuduga."


"Tapi tetap saja. Saya akan tetap mengikuti anda sebagai murid anda."


"Oh? Mengapa?"


"Apa saya pantas mengatakan orang lain jahat? Sedangkan saya sendiri jelas bukan orang baik"


"Benar, saya tidak pernah menceritakannya kepada anda bukan? Cerita masa lalu saya? Tentang bagaimana saya berakhir. Tapi itu tidak penting, yang jelas ... saya bukan orang yang baik di kehidupan saya sebelumnya."

__ADS_1


"Saat saya mati, saya mengira bahwa saya mungkin tidak akan kembali merasakan hal seperti ini, kebahagiaan."


"Karena saya adalah orang yang jahat."


"Lalu, saat saya sadar bahwa saya terlahir kembali, saya dalam keadaan yang hancur dan anda menyelamatkan saya. Saya hanya berpikir bahwa ini tidak akan berakhir, rasa sakit."


"Tapi saya salah. Kenyataan bahwa saya masih hidup, dan saya bertemu anda menunjukkan bahwa itu semua tidak sederhana."


"Anda memang tidak menyelamatkan keluarga saya, tapi ingatlah bahwa itu sama sekali bukan kewajiban anda, anda tidak harus menyelamatkan mereka. Sebaliknya, saya adalah putra Raja, maka saya yang harus menyelamatkan mereka. Jika anda menyelamatkan mereka, lantas apa alasan saya untuk kembali?"


"Heh ... jangan terlalu dewasa, ucapanmu itu terlalu dewasa untuk tubuhmu yang kecil"


"Oh? Jadi anda mengejek saya?"


"Yah, langsung ke intinya saja, apa saat ini kau sadar akan sesuatu yang terjadi akhir akhir ini?"


"Hm? apa maksudmu soal pergerakan tak wajar dari Raja iblis? dan juga, soal para pengkhianat itu!?" Ucapku.


"Ah, itu salah satunya, sadar atau tidak Raja iblis saat ini telah memulai pergerakan agresif mereka, para Anchestor mungkin bisa menanganinya saat ini, tapi tidak di masa depan. Apalagi mengetahui fakta bahwa dia hanyalah digunakan sebagai boneka oleh sosok besar di belakangnya."


"Para raja iblis sendiri mulai menampakkan gelagat memberontak mereka kepada para anchestor, aku memberitahumu hal ini sebagai seorang murid dari salah satu anchestor benua Oxmage dan juga pemimpin dari Ghost Monarchy"


"Ah? aku mengerti, jika itu adalah informasi pertama, maka apa informasi berikutnya?"

__ADS_1


"Hmm, baiklah, kita bicarakan informasi kedua, ini tentang para pengkhianat itu, apa yang akan kau putuskan soal mereka?"


"Soal pengkhianat ya? yang pasti bukanlah membiarkan mereka berkeliaran seenak mereka diwilayahku" Ucapku tegas. Itu memang benar, dalam sebulan terakhir ini sering terjadi kekacauan di kota Qrystial. Mulai dari masuknya para mafia liar dari luar kota Qrystial, para pembunuh yang mulai lupa akan peraturan utama dikotanya, hingga penyerangan beberapa Assassin terhadapku.


Memang, bukan suatu hal sulit baginya untuk membunuh para assassin itu, itu semua menandakan bahwa keberadaan dan identitasku yang masih dirahasiakan sudah perlahan lahan membuka dan menarik perhatian banyak kalangan. Tentu saja bagaimanapun aku adalah pemimpin dari dunia bawah yang tidak terkekang oleh kerajaan kerajaan lainnya.


Dengan kata lain, wilayah bebas. Maka sudah pasti nyawaku sendiri adalah harga bagi kota Qrystial mereka sebagai satu satunya manusia yang ditakuti oleh para pelaku dunia bawah. Agak berlebihan sih untuk mengatakannya, tapi itu yang sebenarnya terjadi. Dan, itu semua harusnya benar-benar menjadi bukti kehadiran pengkhianat di organisasi itu sendiri.


"Kau mengerikan, muridku"


"Lalu bagaimana? apakah ada yang lain?"


"Hmm, baiklah, ini soal hawa keberadaan seseorang yang bersemayam di tubuhmu, Apakah aku benar?"


Aku terkejut akan ucapannya. Setelah bangun dari tidurku beberapa hari lalu, aku tidak menyinggung apapun yang berkaitan dengan itu. Termasuk mengenai wanita itu.


"Anda mengetahuinya?"


"Hmm, pada awalnya aku cukup ragu akan keberadaannya di tubuhmu, tapi kemarin saat kau kehilangan kesadaranmu, seharusnya aura itu pulalah yang membelenggu dan mencegahmu kehilangan kontrolnya."


"Kalau begitu, apa master mengenalinya?"


"Dan kenapa anda bisa mengetahui itu?"

__ADS_1


"Itu benar ... sedikit tidak masuk akal, tapi hal itu benar-benar terjadi ... bahkan, aku masih merasa bahwa itu mimpi"


__ADS_2