
Bab 33.5: Unity
Sesaat kemudian, semuanya berkumpul. Sesuai intruksi Raka, dua organisasi lainnya benar-benar membantu.
Semuanya sudah diperhitungkan dan mereka siap berperang. Dalam sekejap kota Qrystial dengan segala gemerlap aktifitasnya berubah menjadi medan perang yang dipenuhi hawa membunuh.
Kedua pasukan membaur, mereka mulai bersama-sama saling membantu, berbaur.
Seorang anak laki-laki berjubah nampak muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah pertarungan. Angin malam berhembus kencang membuka tudungnya, menampilkan rambut hitam yang berubah menjadi semakin pekat dengan mata biru cemerlang, mirip seperti dirinya dimasa lalu.
Tanpa disadari seorang pembunuh berlari menghampirinya, mengayunkan belati yang berlumurkan darah.
"Hei nak! Menyingkir dari sana!" Ucap seorang pria berkulit gelap yang tak lain adalah Ethan, pemimpin Black Snake yang turut bertarung.
Ia mendecih, dan dengan terpaksa berlari sepenuh tenaga menjangkau pembunuh yang mencoba menyerang anak itu. Ia menghentikan langkahnya saat darah merah keluar dari leher pria pembunuh.
__ADS_1
Ia terkejut saat matanya saling bertemu, sepasang mata biru berlian yang menakutkan.
"Cih! Aku tidak berpikir bahkan Ghost Monarchy merekrut anak-anak sepertimu!" Ucapnya tak percaya saat merasakan bulu kuduknya merinding, bukan rasa takut melainkan sebuah rasa tertantang melonjak di dalam darahnya.
"Hmm? Ternyata anda, Tuan Ethan" Ucapnya ringan menyapa.
"Hmph! Lain kali berhati-hatilah ... bahkan jika kau seorang Monarchian pun, kau harus tetap bertarung dengan baik" Ucapnya seraya berbalik, pergi.
Anak itu hanya tersenyum singkat, mata berliannya nampak sedikit menyipit.
Tak peduli jalanan, rumah, tanah lapang, atau bahkan di gang gang kecil sekalipun pertarungan terjadi dimana mana. Kota itu kini berlumuran darah. Terlepas dari kenyataan bahwa bau anyir darah yang menyesakkan, kota itu terlihat gagah dan kokoh dengan lumuran darahnya.
Raka menghela napasnya panjang. Meskipun ini bukan pertarungan pertamanya, tapi tetap saja fisik kecilnya tak mampu bertahan selama itu. Raka memberi aba aba kepada para pasukannya untuk segera mundur dan merawat luka masing masing. Dengan ini, pertarungan berhenti, tapi itu hanyalah sebuah ledakan petasan sebelum bom yang sebenarnya benar-benar meledak.
...□□□...
Raka melepas satu persatu zirah yang menutupi tubuh kecilnya. "Louise, bagaimana keadaan para penduduk yang mengungsi?"
__ADS_1
"Ah, semua penduduk kota yang mengungsi kini berada di kota Ryent. Mereka sudah tiba sejam yang lalu, meskipun ada beberapa hambatan dan penyerangan dari para penyerang yang mengikuti. Kabar baiknya, pasukan rahasia anda mampu menghalaunya, itulah laporan dari Ryan"
"Oh? Syukurlah ... kalau begitu berapa banyak yang terluka dan meninggal dari pihak kita dalam pertarungan ini?"
"Eh? Ah, soal itu ada 3 orang yang gugur dalam pertarungan, salah satunya adalah jendral Mortan. Dan kemudian ada sekitar 183 warga, 1258 orang prajurit, dengan 789 personil Black Snake, 193 personil Ghost Monarchy, 75 Personil Golden Cup, dan sisanya merupakan para petualang dari guild."
"Saat ini mereka sedang berada di markas pusat dalam rangka penyembuhan .."
"Oh? Syukurlah, jika keadaannya begitu"
"Hmm? Tapi maafkan jika berkenan, saya ingin bertanya,"
"Oh? Apa kau ingin bertanya soal alasanku melarang sebagian organis bertarung?"
"Eh? Ah iya"
"Itu karena hari ini bukan pertarungan yang sebenarnya. Tapi besoklah puncaknya, akan sangat berbahaya besok, jadi mungkin aku hanya akan mengeragkan semuanya besok, para monarchian elite yang sudah lama menjadi anggota."
__ADS_1
"Begitu, kalau begitu ... apakah saya perlu menyampaikan perintah anda selanjutnya kepada black snake?" Ucap Kai.
"Tidak. Masalah ini adalah masalahku. Aku tidak perlu melibatkan Black snake ataupun Golden Cup untuk hal ini. Bahkan, jika itu Ghost Monarchy pun. Tidak seharusnya." Ucapnya serius.