
Bab 21: Siapa Sangka?
Lalu, bagaimana caraku merekrut anggota?
Entahlah, aku hanya melakukan tugas-tugas kecil dari master disela-sela latihanku. Tapi lagi-lagi siapa yang akan menyangka jika aku justru malah merekrut para mantan kriminal!?
Ya! Kurang lebih 70% dari kelompok yang kudirikan berisikan para kriminal buron dari dunia bawah.
Mereka yang dianggap sebagai kriminal-kriminal yang tidak berguna, para kriminal yang kehilangan tujuan mereka, dan sisanya merupakan para warga lemah yang diintimidasi oleh kekuasaan.
Aku sendiri tidak tahu alasan mereka bergabung, tapi yang jelas, entah hanya aku atau memang seperti itu, aku merasa jika satu-satunya alasan mereka bergabung adalah perlindungan- atau semacam itulah kiranya.
Jika ditanya apa yang Ghost Monarchy lakukan selama ini, maka jawabannya banyak. Mungkin karena adanya pembagian tugas dan jabatanlah yang menyebabkan semua masalah di Ghost Monarchy dapat diselesaikan secara tuntas. Tapi yah, itu semua tentunya tak bisa lepas dari bakat dan kemampuan para pemimpin di Ghost Monarchy.
Sedangkan aku? Entahlah, saking tidak bergunanya, sampai-sampai aku bahkan mungkin tidak akan dikenali jika berbicara atau berhubungan dengan orang-orang di organisasiku sendiri- dengan kata lain, anggotaku.
Dan, entah mengapa aku mendapat julukan aneh lainnya, seperti Penguasa Malam, Pemimpin Dunia Bawah, dan yang diluar ekspektasiku adalah, Raja para Kriminal!
Ugh, apa-apaan itu, aku sendiri tidak tahu mengapa aku bisa mendapat julukan seperti ini, bagaimanapun, aku bukan kriminal kau tahu!
__ADS_1
Yah, hati kecilku berkata jika itu semua muncul sebagai efek dari berdirinya organisasi ini, Ghost Monarchy.
"Tuan, anda disini!?" Seru sebuah suara mengejutkanku.
Di hadapanku, seorang remaja laki-laki dengan rambut pirang panjangnya tersenyum, kumpulan dokumen nampak dipegangnya.
"Ah, aku agak bosan" ucapku seraya melirikkan pandang pada kumpulan dokumen yang dipegangnya.
"Daripada itu, kelihatannya kau sedang sibuk, Louise?" Tanyaku.
"Ah! Tidak, saya baru saja menyelesaikan laporan keuangan organisasi." Ucapnya ringan.
"Begitu, bagaimana perkembangan dari anggotamu?" Tanyaku penasaran.
"Begitu, yah.. lanjutkan saja, aku mempercayaimu" ucapku.
"Baik, saya mohon undur diri, tuan muda" ucapnya seraya sedikit memberi hormat.
Aku mengangguk kecil seraya masih memandangi punggungnya yang semakin jauh.
Louise Volquitte, dia adalah pilar pertama yang kutunjuk. Alasanku menunjuknya sendiri cukup sederhana- ini berkaitan dengan bakat. Dibandingkan denganku, bisa dibilang dia memiliki intuisi untuk menjadi seorang pengusaha kaya.
__ADS_1
Meskipun keahliannya itu sebenarnya hasil pengajaranku sih. Tapi yah, firasatku berkata bahwa dia akan tetap menjadi seorang saudagar yang besar bahkan tanpa pengajaranku tentang akuntansi modern.
Ya, akuntansi modern. Jika dipikir-pikir lagi, mungkin agak aneh sih, mengingat identitasku sebagai pembunuh, bagaimana mungkin aku mempelajari akuntansi.
Tapi yah, itu benar. Dimasa lalu, tepatnya sebelum menjadi pembunuh yang berakhir menyedihkan, aku sempat menjalani kehidupan normal sebagai seorang pelajar, mahasiswa, hingga menjadi seorang pekerja kantor.
Bisa dibilang, di rentang waktu itulah aku bisa mempelajari akuntansi dan ilmu-ilmu lainnya. Meski bukan yang terpintar sih, tapi syukurnya aku masih bisa mengingatnya.
Dan, jika ditanya siapa itu Louise dan bagaimana bisa aku menjadi dekat dengannya. Maka jawabannya, itu adalah sebuah kisah kecil beberapa bulan yang lalu.
Di bawah rintik hujan kota ini, seorang remaja kecil dengan rambut pirang panjangnya berjalan dengan diiringi seorang pria dewasa.
"Anu.. Kakak, apakah aku bisa bertanya?" Tanyaku. Yah, walaupun sebenarnya hanya untuk berbasa basi sih.
"Tch! Memangnya siapa kau? Aku bahkan tidak mengenalmu!" Ucapnya sombong.
"Hmm, apakah anda akan mati jika menjawab pertanyaan saya huh? Yah, kalau kakak benar-benar tidak mau menjawabnya ya sudah sih. Dan juga, hati manusia tidak bisa diketahui, apa yang terlihat bukan berarti apa yang terjadi. Jadi, tolong berhati-hatilah. Kita, akan bertemu lagi" ucapku.
Memang agak berlebihan sih, tapi apa yang kukatakan itu benar. Dan, jika kalian bertanya apakah pertemuan itu sengaja atau tidak, maka jawabannya sengaja!.
Lalu bagaimana dengan semua perkataanku itu? Apakah itu semua itu bohong?
__ADS_1
Jangan tanya padaku! Pada kenyataanya, aku hanya seorang kurir! Tidak lebih. Dan, apakah itu benar atau tidak, tapi hanya itu yang disampaikan master.
Dan, siapa yang akan menyangka jika hal terburuk benar-benar terjadi?