
Bab 40: Reuni Kakak & Adik
"Hmm? Apa menurut kalian aku ini terlihat seperti sedang melindungi kalian?"
"Memangnya apa yg bisa kulakukan untuk melindungi kalian? Yah, mana mungkin. Bagaimanapun, aku itu orang yang tidak berguna lho"
Mendengar ucapan aneh dari pemimpin mereka, para pasukan tak bisa untuk tidak tersenyum pahit seraya mengumpat dalam hati mereka.
'Hei! Kembalikan pemimpin kami yang berwibawa tadi!'
"Ha ha, sungguh deh ... apa menurut anda anda tidak berguna? Jika begitu bukankah kami hanya akan jadi debu?" Eluh Rion.
Raka hanya tersenyum menanggapi ucapan mereka. Ia lantas mengubah ekspresinya saat melemparkan pandangnya pada pria berjubah hitan yang menyerang mereka tadi.
"Karena ini adalah hadiah dari kakak tercintaku, maka aku tak akan segan untuk mengambilnya." Ucap Raka dengan mengangkat tangannya ke atas.
"Oi! Jika kalian tidak memiliki kegiatan saat ini minggirlah dari medanku!" Ucap Raka kepada para pasukannya.
"Essential"
Mendadak, seluruh tanah bergerak keatas. Raka lantas mengangkat telapak tangannya.
__ADS_1
"Unity" Bisiknya.
Beberapa setelahnya, seluruh tanah itu berkumpul, melingkar dan membentuk sebuah pergerakan. Berikutnya adalah debu debu berceceran turun dan sebuah bongkahan kecil dari esensi tanah terbentuk.
"Breakthrough"
Mengikuti irama tangannya, bongkahan tanah itu bergerak melesat, dan
Boom!
Bongkahan tanah itu membentuk jarum dan segera menembus cepat bola api dan kemudian pecah. Seperti sebuah jarum yang melesat menembus sebuah balon.
Tanah dan udara di sekitarnya bergetar hebat tatkala dua elemen itu beradu.
"Tch! Aku tak berharap adikku memiliki skill hebat seperti ini, bisakah kau mengajari kakakmu yang lemah ini? Adik kecilku?"
Terlihat mereka saling membalas pukulan. Tekanan yang terpancar dalam pertarungan ini benar benar gila. Tanpa disadari, setiap pukulan menyebabkan keretakan di mana mana.
Mereka benar benar gila!
Sesekali, tampak Raka terdorong beberapa langkah ke belakang, begitu pun sebaliknya.
Merasa cukup kewalahan, pria itu mundur dan menarik napasnya berat.
__ADS_1
Tsk. Dia merasa kesal.
Sementara itu, Raka nampak terdiam masih dengan tatapan seriusnya. Sesekali ia menarik dan menghembuskan napasnya yang panjang.
Pria itu mengangkat tangannya ke depan, lantas mengepalkannya.
"Mist Of Death"
Sebuah aura hitam bagaikan kabut muncul, dan menerjang ke arah Raka dan pasukannya.
Semua orang terkejut dan berusaha untuk mundur sejauh mungkin.
Raka menatap kabut itu dingin. Tak lama, ia pun mengeluarkan sebilah belati kecil dan mengiris sedikit bagian kulitnya hingga berdarah.
Darah segar menetes dari tangannya. Dalam sepersekian detik, Raka menutup matanya tenang dan piringan cahaya biru berputar dibawah tanah yang ia pijak.
"Blue Succession"
Setetes darah merah mengenai piringan itu. Dalam sekejap, piringan itu menjadi merah darah. Sebuah aura pekat dan mendominasi muncul dari punggungnya.
"Dispel"
Perlahan namun pasti, kabut menerjang menembus tubuhnya. Belum sampai ke arah prajurit. Kabut kabut itu lantas menghilang secara misterius.
__ADS_1
Semua orang yang hadir terkejut sesaat piringan merah berputar dan menyerap kabut tersebut sebelum mengenai mereka. Tak terkecuali pria berjubah hitam, dengan tatapan marah, ia mengepalkan tinjunya geram.
'Si*lan kau pak tua! Apa kau bermaksud untuk mati dengan mengajarkan b*jingan kecil itu cara melawanku! Tch' umpatnya dalam hati.