
Bab 11: Masih Berlanjut! [II]
26/11, High Continent.
Sudah beberapa bulan sejak pertama kali kedatanganku disini, High Continent.
Yah, jika ditanya bagaimana perasaanku saat ini. Maka aku akan menjawab dengan lantang, aku! Cukup senang disini!.
__ADS_1
Benua tingkat tinggi, sendiri kelihatannya memiliki ekosistem yang sedikit berbeda dibandingkan dengan benua tingkat rendah.
Disini, ada banyak sekali hewan-hewan aneh yang biasa mereka sebut sebagai Beast. Dulu, saat pertama kali aku bangun di benua tingkat menengah, aku dikurung oleh orang yang menganggapku sebagai keluarga. Jadi, agak sedikit wajar bukan jika aku sendiri tidak tahu menahu tentang hal-hal magis seperti ini.
Dan, selama tinggal disini, berlatih, berlatih dan berlatih sudah menjadi rutinitas harianku.
Setelah sebulan pula, aku sudah mulai bisa berbaur dengan semuanya. Dan perlahan-lahan mulai mengerti tentang orang-orang baik di sekitarku.
Seperti Master pertamaku yang sedikit menyebalkan. Di keseharianku, aku tinggal bersamanya. Meskipun tidak bertemu setiap hari karena dia cukup sibuk menangani berbagai masalah.
__ADS_1
Yah, dia tipe master yang konyol, dan sedikit menyebalkan. Terkadang juga dia berpura-pura lupa terhadap apa yang harus dia lakukan. Tapi, selama sebulan ini, dari pandanganku sebagai mantan assassin, aku sendiri merasa bahwa keneradaannya ini, sama sekali tidak bisa diabaikan. Entah itu mana, aura, hingga pengalaman tempurnya. Dia, adalah manusia terkuat yang pernah kulihat di dua kehidupanku. Bahkan, jika itu aku yang dulu, mungkin bisa dipastikan aku akan hancur dengan cepat.
Lalu, master kedua, Master Julius. Sesuai dengan gelarnya sebagai mahaguru, dia adalah yang tertua diantara para master, dan juga dia adalah contoh idealis seorang pengajar dengan pengetahuan luasnya. Dia adalah master yang baik, bijak dan terkadang juga menjadi sosok yang humoris. Dalam hal kekuatan, mungkin beliau adalah yang paling lemah diantara kelima master. Meskipun begitu, dengan pengetahuannya yang saaaangat luas, bukan tidak mungkin baginya untuk menyetarakan posisi dengan master sekalipun.
Kemudian, master ketiga, master Ivy. Yah, aku tidak terlalu memiliki banyak kesan tentangnya. Itu karena, master yang satu ini cukup pendiam diantara master lainnya. Master Ivy yah, dia seorang wanita cantik. Temperamennya itu, ugh.. dia tipe orang yang hanya menanggapi ucapan orang lain yang menurutnya penting. Dan, itu tidak berlaku untuk masterku. Entah itu hanya perasaanku atau apa, tapi master yang satu ini memiliki kesan khusus terhadap masterku!. Jika bicara soal kemampuannya, yah, mungkin jika dalam pertarungan biasa dengan para master lainnya, pertarungan jarak dekat adalah kelemahannya, tapi satuhal yang perlu diperhatikan darinya adalah kemampuan racun. Bisa dibilang, jika soal racun, maka dia adalah ahlinya.
Lalu, ada master Edgar. Master keempat diantara para master. Master ini memiliki temperamen yang tegas dan keras. Meskipun begitu, terkadang dia cukup humoris juga, yah, tapi bagiku, sifat humorisnya itu yang menakutkan. Bagaimanapun, dia sudah mematahkan tulang selangkaku di minggu pertama pelatihan. Diantara kelima master, beliau menduduki peringkat keempat diantara para master. Dan, diperingkat pertama jika dilihat dari ketahan fisik miliknya. Bisa dibilang, dia adalah veteran di perang-perang besar.
Lalu, master Shana. Dilihat dari temperamennya, dia adalah tipe wanita penggoda yang sombong dan barbar. Ya! Barbar!. Diantara kelima master, dia adalah kelima dalam hal keseluruhan, tapi jika bicara tentang kemampuannya untuk mengumpulkan informasi atau kelincahan tubuhnya dalam pertarungan, maka jangan ditanyakan lagi.
__ADS_1