
Bab 37.5: Kemenangan I
Drap! Drap! Drap!
Derap langkah pasukan kuda menerbangkan debu-debuan yang menutupi dataran mati, Horstea. Mereka berbaris, sesuai dengan formasi mereka tanpa sedikit pun celah.
Selang beberapa waktu, pasukan musuh tiba dengan para beast di belakang mereka. Aura hitam pekat menyelimuti medan perang seketika.
Mereka adalah pasukan iblis!
Seorang pria berambut pirang dan dua tanduknya dengan kacamata dan setelan jasnya muncul di hadapan para pasukan iblis. Dia menunduk hormat tatkala melihat Raka berdiri teguh di hadapan pasukannya.
"Oh? Apakah ini tuan pemimpin yang terkenal akan kehebatannya? Tanpa diduga anda benar benar seperti rumor, benar benar masih muda ... anda tahu? Anda sangat beruntung".
Raka menatapnya dengan dingin.
Pria itu terkekeh dan melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Ah, saya minta maaf sebelumnya tapi rajaku Dimitri mengutusku datang untuk menyampaikan permohonan maafnya dan berharap agar yang mulia bisa ..."
"Barto.." ucap Raka dingin.
"E eh?" Ucap pria itu terkejut dengan ucapan Raka.
Keugh..
Sesaat kemudian bayangan besar dengan pedang besarnya melesat cepat ke arah utusan itu dan menghantam tubuhnya secara keras.
Blarr..
Dalam sekejap darah mengucur deras. Tubuh pria itu terbelah menjadi dua. Sementara pria itu masih menunjukkan ekspresi wajahnya yang terkejut dan nampak masih ingin melanjutkan perkataannya.
"Kami di sini akan berperang, dan tidak menerima kesepakatan apa pun, sedikit pun tidak ada toleransi bagi orang yang merebut apa yang menjadi milikku" Ucap Raka dingin dengan aura mengintimidasi.
"Tsk!" Dalam sekejap para pasukan iblis berusaha menerjang dan maju ke arah Raka dengan beringas.
Sebuah tangan terangkat dan memberi aba aba.
__ADS_1
Splash!
Ribuan anak panah dari arah berlawanan meluncur dengan cepat, di antaranya bahkan berupa panah sihir.
Para pasukan iblis terkejut, belum sempat mereka mundur ribuan anak panah itu menghujam tubuh mereka tanpa ampun. Darah berceceran di mana mana.
Mereka semua yang berusaha maju mati tanpa terkecuali. Sementara mereka yang bertahan di belakang hanya bisa menunjukkan ekspresi dan tubuh mereka yang gemetar ketakutan saat melihat sebuah senyum tersaji di hadapan mayat-mayat saudara mereka yang mati.
'DIA! IBLIS!'
Raka menurunkan tangannya sejajar menunjuk ke arah musuh yang gemetar. Dalam sekejap, debu berterbangan menyelimuti area pertempuran, para pasukan berkuda melesat dengan tekad baja di bawah kepemimpinan Raka. Mereka menyerbu pasukan musuh tanpa kenal ampun.
'MEMBUNUH ATAU DIBUNUH' Itulah konsekuensi dari pertarungan ini.
Pasukan iblis yang terpukul akan serangan anak panah kembali di hadapkan dalam situasi sulit. Mereka refleks berlari dan berpacu mundur dari medan perang. Belum sampai ke jalur penyelamatan mereka, lapisan tanah bergerak ke atas mengepung pasukan musuh, tidak membiarkan mereka kembali.
Darah bercucuran membasahi tanah tandus Horstea. Teriakan dan erangan iblis turut terdengar di balik suara gesekan besi. Bak sebuah pertunjukkan, para pasukan menari dengan bangga. Sementara gesekan besi dan erangan turut menjadi musik pengiring.
Sebuah senyuman muncul dari balik perang itu. Ia, sang konduktor dan sutradaran yang puas akan pertunjukkannya.
__ADS_1
Dengan ini, perang dimenangkan oleh Qrystial, mereka memukul para pasukan musuh dengan mudahnya tanpa perlawanan.
Para prajurit melampiaskan kekesalan mereka atas banyak kematian saudara mereka pada penyerangan sebelumnya. Debu tak lagi berterbangan, berganti dengan kabut darah yang menyembur ke mana mana membasahi tanah kering Horstea. Bau anyir darah benar benar kental. Ya! Ini kemenangan mutlak bagi kami!