
Bab 42.5: Pion Yang dihancurkan
Sementara Side nampak memandang Evangelion dengan tatapan jijiknya. Hal ini berbanding terbalik dengan pandangannya terhadap Raka.
'*Yang mulia, kali ini hamba sangat senang dapat bertemu dengan anda ... tapi kemunculan jubah putih si*lan itu membuatku muak*!'
' Jadi yang mulia, tolong berhati hatilah dengannya, hanya pakaiannya yang berwarna putih, tidak dengan jiwanya. Meskipun tidak pantas, tapi kenyataannya, dia adalah salah satu dari empat otoritas tertinggi. Memang tidak setinggi anda, tapi tetap saja ... tokong berhati-hatilah. Dan, anda tenang saja, anda tetaplah tuan saya yang tak tergantikan' Ucapan Side menggema dalam benak Raka.
Raka terkejut dan merasakan adanya kebenaran dalam ucapan iblis musuhnya itu.
'Hah? Memangnya aku terlihat peduli padamu huh!?' Ucap Raka dalam hati, tapi tidak didengar oleh Side.
Tapi kenapa? Kenapa iblisnya justru memihak padanya? Dan bahkan terasa seperti memuja muja dirinya. Perkataannya sebelumnya memanglah benar, tapi itu hanyalah perasaannya saja saat melihat ada tatapan kebencian Side kepada Andreas.
"Ah, aku mengamatimu, Akara ... kau benar benar di luar ekspektasi." Ucap pria berjubah putih yang dipanggil Evangelion itu.
"Ya! yang mulia, di-dia" Ucap Andreas dengan merangkak memohon padanya.
Krakk..
Terdengar suara retakan dari tubuh Andreas.
"Ya-yang mulia inii"
"Kau sudah tak berguna, Andreas"
Ucap Evangelion dengan senyum licik.
"A-apa maksud anda!?"
"Yah, pada awalnya karena keempat saudara saudarimu yang lainnya sudah diambil, jadi kukira tidak masalah jika aku memungutmu"
"Tapi kenyataannya justru benar-benar menjijikkan!" Ucapnya seraya menginjak kepala Andreas dengan keras.
__ADS_1
"Apa anda sedang mengancamku? Tuan Evangelion?" Ucap Raka tenang.
"O oh? Kau benar benar lulus penilaianku, Akara"
"Kau seharusnya mengerti bukan? Apa konsekuensi dari merusak mainanku? Aku sedang berwelas asih padamu, bergabunglah denganku, dan aku akan menuntunmu menuju puncak tertinggi diatas semua oramg di dunia ini" Ucap Evangelion mengulurkan tangannya.
"Kalau begitu, apa yang akan kudapatkan jika aku mengikutimu?"
"Oh, tentu. Kekaisaran iblis menghormati iblis yang kuat. Begitupun yang mulia kaisar. Beliau pasti akan saangat bahagia saat aku, dapat mengajakmu ke pihak kami."
"Dan yah, kurasa si kecil Akara akan menjadi kandidat Deux* selanjutnya"
Raka bereaksi, ia melangkah maju dan hendak meraih tangan Evangelion.
Evangelion menatapnya penuh dengan hasrat dan tatapan licik.
Namun, berbeda dari yang dipikirkan Evangelion, Raka justru menarik tangan Evangelion dan menatapnya dengan tajam.
"Oh? Apa menurutmu aku adalah boneka lemah yang sama dengan Andreas huh?" Ucap Raka tersenyum penuh arti.
Evangelion balik menatapnya dengan marah.
Raka masih menatapnya dengan serius.
"Ke ke ke ... baiklah ... jika kau tidak mau maka aku hanya bisa menekanmu dan menunjukkan apa konsekuensi dari melawan hukum mutlak" Ucap Evangelion dengan tatapan liciknya.
"Combat Constellation"
Evangelion mengangkat tangannya, seluruh tanah bergetar dan piringan formasi mengepung Raka.
Ketiga Jenderal bereaksi dan mencoba untuk menyerang Evangelion.
Namun, perbedaan kekuatan terlalu besar, Evangelion menyerang mereka dengan sekali serang. Dalam sekejap, tubuh mereka terpental dan masing masing dari mereka memuntahkan sejumlah darah.
Raka bereaksi, dia mundur beberapa langkah dengan cepat. Tapi terlambat baginya, formasi sudah mengepungnya dan tidak ada jalan keluar baginya.
__ADS_1
'Sihirku terblokir' Ucap Raka dalam hati.
Ia menggigit bibirnya panik, ia tahu seberapa bahayanya formasi ini baginya, Rantai penyiksa.
"Akara, biar kutanyakan sekali lagi, apa kau mau bergabung denganku?" Ucapnya manis.
Raka menatapnya dingin, masih dengan tatapan kebencian dalam dirinya. Ia tak mengerti, tapi sebuah perasaan marah dan benci bergejolak dalam dirinya.
Keugh! Raka tertunduk dan meremas jantungnya nyeri.
Ia berlutut lemas sembari terus meremas jantungnya. Seteguk darah merah mengucur dari sudut bibir kecilnya.
Evangelion menyeringai. "Hah, akara ... jika seandainya kau mau bergabung denganku kau tak perlu merasakan rasa sakit ini. Akara ... jadilah mainanku dan akan ku beri segalanya dalam hidupmu" ucapnya penuh kebusukan.
"Tch. Pada dasarnya kau hanya sebuah pion. Jadi untuk apa aku tunduk padamu? Itu hanya sebuah omong kosong untuk mengatakan jika yang mulia kaisar iblis tertarik padaku. Jika memang benar, maka dia akan datang sendiri padaku kan? Yah, walaupun aku sama sekali tidak akan menurutinya jika dia ingin!" Ucap Raka mencoba menahan rasa sakitnya.
Namun tetap saja, mau seberapa keras ia berusaha, rasa sakit itu terus bertambah.
Tersirat dalam benaknya sebuah perasaan aneh, dan banyak nama nama melintas dalam pikirannya.
Jantungnya meradang, tubuhnya benar benar limbung, pandangannya buyar.
Ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
Sebuah suara berbisik padanya.
'Terlelaplah dan temui aku, alasanmu'
Prang..
Sebuah pedang menusuk formasi itu hingga pecah. Sebuah bayangan familiar tersaji di hadapannya.
"Ma master.." ucap Raka lemas.
"Maaf ya, aku benar benar bodoh hingga tak berpikir dia akan datang dan berniat merekrutmu, Evangelion" ucap Yama dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Ti tidak, pergilah.. jika anda ugh" Raka mencoba berdiri, namun lagi lagi tubuhnya tak mampu bertahan.
"Tidak apa, tidurlah dulu" ucap Yama mengelus Rambut muridnya itu.